Siapa Berperan dalam Temuan BBM Dinsos Kota Tasikmalaya?

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Setelah Dinsos Kota Tasikmalaya belum memberikan jawaban atas permohonan wawancara tertulis redaksi, pertanyaan berikutnya mengarah pada rantai pihak yang berperan dalam mekanisme belanja BBM di dinas tersebut.

Data yang dimiliki redaksi menunjukkan, temuan belanja BBM pada Dinsos Kota Tasikmalaya tidak berdiri pada satu titik. Ia melibatkan alur yang cukup panjang: dari pemegang kendaraan, koordinator BBM, bendahara pengeluaran, unit kerja, hingga tanggung jawab pengawasan pimpinan.

Dari Pemegang Kendaraan ke Bendahara

Dalam mekanisme yang tercatat, belanja BBM di Dinsos Kota Tasikmalaya dilakukan melalui sistem penggantian biaya. Artinya, pemegang kendaraan dinas lebih dulu membeli BBM menggunakan dana pribadi. Setelah itu, mereka mengajukan penggantian kepada Bendahara Pengeluaran.

- Advertisement -

Di atas kertas, mekanisme ini tampak sederhana. Namun dalam praktik pengelolaan uang daerah, sistem seperti ini sangat bergantung pada kekuatan bukti. Setiap klaim harus bisa menjawab pertanyaan dasar: kendaraan apa yang digunakan, siapa penggunanya, untuk kegiatan apa, kapan dipakai, berapa jarak tempuhnya, dan apakah BBM benar-benar dibeli sesuai bukti yang diajukan.

Karena itu, pemegang kendaraan menjadi titik awal yang penting untuk dimintai penjelasan. Mereka adalah pihak pertama yang mengetahui apakah pembelian BBM benar-benar terjadi, apakah nilai yang diajukan sesuai transaksi, dan apakah bukti yang disampaikan benar berasal dari pembelian riil.

Koordinator BBM Jadi Titik Rawan

Dalam alur berikutnya, struk pembelian BBM tidak langsung berdiri sendiri. Struk itu diserahkan melalui pegawai yang bertugas sebagai koordinator BBM di masing-masing bidang.

Posisi koordinator ini penting. Sebab, koordinator berada di tengah jalur dokumen: menerima, mengumpulkan, mengelompokkan, dan meneruskan bukti kepada proses administrasi berikutnya.

Dalam perspektif pengawasan, titik seperti ini rawan apabila tidak memiliki dasar penugasan yang jelas, tidak ada pemeriksaan silang, dan tidak ada tanggung jawab tertulis atas kebenaran dokumen yang dikumpulkan.

Pertanyaan yang perlu dijawab: siapa saja koordinator BBM di Sekretariat, Linjamsos, dan Rehabilitasi Sosial? Apakah mereka ditunjuk secara resmi? Apakah tugas mereka hanya mengumpulkan struk, atau juga melakukan pemeriksaan sebelum bukti masuk ke bendahara?

Bendahara dan Unit Kerja Perlu Menjelaskan

Bendahara Pengeluaran juga menjadi pihak penting dalam alur ini. Sebab, bendahara berada pada titik pembayaran atau penggantian biaya.

Jika bukti belanja dinilai tidak sesuai kondisi sebenarnya, maka publik berhak bertanya sejauh mana verifikasi dilakukan sebelum uang daerah dibayarkan. Apakah yang diperiksa hanya kelengkapan kertas, atau juga kebenaran material transaksi?

Selain itu, tiga unit di lingkungan Dinsos Kota Tasikmalaya ikut menjadi bagian penting dalam temuan ini: Sekretariat, Linjamsos, dan Rehabilitasi Sosial. Sekretariat menjadi unit dengan nilai terbesar, disusul Linjamsos dan Rehabilitasi Sosial.

Besarnya nilai pada Sekretariat membuat unit ini menjadi pusat perhatian. Sebagai unit yang dekat dengan pengelolaan administrasi, Sekretariat seharusnya menjadi salah satu lapis kontrol paling kuat, bukan justru menjadi titik dengan nilai paling menonjol.

Tanggung Jawab Struktural

Di atas rantai teknis tersebut, ada tanggung jawab struktural pimpinan. Kepala Dinas Sosial bukan pihak yang harus diasumsikan melakukan proses teknis satu per satu. Namun sebagai pimpinan perangkat daerah, kepala dinas bertanggung jawab memastikan belanja berjalan sesuai aturan, bukti dapat dipertanggungjawabkan, dan pengawasan internal bekerja.

Dalam kasus seperti ini, pertanyaan publik tidak hanya berhenti pada siapa yang mengajukan struk atau siapa yang memproses pembayaran.

Pertanyaan yang lebih besar adalah apakah sistem pengawasan di Dinsos Kota Tasikmalaya berjalan, apakah pimpinan menerima laporan berkala, apakah ada rekonsiliasi belanja BBM per kendaraan, dan apakah ada tindakan ketika muncul indikasi dokumen tidak sesuai kondisi sebenarnya.

Redaksi menilai peta peran ini penting dibuka agar persoalan tidak berhenti pada kalimat umum bahwa “uang sudah dikembalikan” atau “sedang ditindaklanjuti”.

Sebab, dalam pengelolaan uang daerah, pengembalian uang hanya menjawab sebagian persoalan. Publik tetap berhak mengetahui bagaimana uang itu bisa keluar, siapa yang memproses, siapa yang memverifikasi, siapa yang menerima manfaat, dan siapa yang bertanggung jawab atas lemahnya pengawasan.

Hingga berita ini disusun, Dinsos Kota Tasikmalaya belum memberikan jawaban tertulis atas permohonan klarifikasi redaksi.

Redaksi tetap membuka ruang hak jawab, klarifikasi, dan penyampaian dokumen pendukung dari Dinsos Kota Tasikmalaya maupun pihak terkait lainnya. (AS)


Berita sebelumnya:
Dinsos Kota Tasikmalaya Bungkam saat Ditanyai Indikasi Manipulasi BBM

[abiba_quick_ads id="38307"]

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

Santri Ciamis Didorong Gerakkan Ekonomi, Dukungan Konkret Apa yang Disiapkan?

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Santri Ciamis diajak ikut menggerakkan ekonomi...

Pajak Garut Tembus 81,1 Persen, PBB Masih Tertahan di 60,9 Persen

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Penerimaan pajak Garut mencapai Rp141,20 miliar...

Ciamis Bidik Juara Umum Porsadin Jabar 2026, 28 Peserta Turun di 14 Lomba

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Kabupaten Ciamis membidik gelar juara umum...

PEPATAH MANIS Ciamis Hadirkan 58 Layanan di Sukamantri, Warga Bisa Urus Dokumen hingga Beli Pangan Murah

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Pemerintah Kabupaten Ciamis menghadirkan 58 jenis...

Hari Santri 2026 Pangandaran, PCNU dan Pemkab Rencanakan Upacara Bersama serta Berbagai Perlombaan

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten...

JAWA BARAT

Tangisan Anak Surili di Tengah Karhutla Ciremai, Petugas Selamatkan Primata Langka

lintaspriangan.com, BERITA KUNINGAN. Di tengah kebakaran hutan dan...

Perizinan Dapur MBG di Depok, Data PBG dan Pengawasan SPPG Perlu Dibuka

lintaspriangan.com, BERITA DEPOK. DEPOK — Perizinan bangunan dapur program...

BMKG Peringatkan Banjir Rob Jawa Barat hingga Awal November 2026, Ini Wilayah yang Berpotensi Terdampak

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)...

Motor Trail di Lahan Kosong Bekasi Bikin Heboh, Siapa Pemilik Sebenarnya?

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Deretan sepeda motor trail yang terparkir...

103 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan, Orang Tua Menanti Kepastian Penyebabnya

lintaspriangan.com, BERITA BOGOR. Kekhawatiran menyelimuti keluarga siswa SMP Negeri...

BPKH Bahas Dana Haji di Bandung, Kelolaan Capai Rp185,72 Triliun

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) membahas...

Angkot Bandung Diusulkan Tanpa Setoran, Sopir Didorong Jadi Pemilik Kendaraan Sendiri

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengusulkan...

Wakil Bupati Indramayu Ditahan, Terungkap Dugaan Rekayasa Tunjangan DPRD Rp18,79 Miliar

lintaspriangan.com, BERITA INDRAMAYU. BANDUNG – Wakil Bupati Indramayu ditahan...

Olahraga

Kategori Populer