lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Kabupaten Ciamis membidik gelar juara umum pada Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (Porsadin) ke-8 tingkat Jawa Barat 2026. Sebanyak 28 peserta disiapkan untuk mengikuti 14 mata lomba dalam kompetisi yang berlangsung pada 23–25 Oktober 2026.
Target tersebut ditandai dengan pelepasan kafilah Kabupaten Ciamis di Aula Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Ciamis, Jumat (23/10/2026). Kontingen membawa optimisme untuk kembali mengukir prestasi sekaligus menjaga nama baik daerah.
Kafilah Ciamis mengusung motto “Ciamis Datang Tandang Makalangan Mulang Mawa Kahayang, Ciamis Juara di Hate Jawara di Arena” sebagai penyemangat menghadapi persaingan di tingkat provinsi.
28 Peserta Ikuti 14 Mata Lomba
Ketua Pelaksana Porsadin ke-8 Kabupaten Ciamis, Anwar Baihaqi, menjelaskan bahwa kontingen Ciamis mengikuti seluruh 14 mata lomba yang dipertandingkan, meliputi bidang akademik, olahraga, dan seni.
Selain 28 peserta, kafilah diperkuat 12 ofisial dan 14 pembimbing. Sebanyak 16 panitia turut mendukung persiapan dan pelaksanaan keberangkatan kontingen.
Dukungan juga diperkirakan datang dari sekitar 150 suporter yang akan memberikan semangat kepada para peserta selama kompetisi berlangsung.
Menurut Anwar, keberangkatan kontingen dibagi menjadi dua kloter. Kloter pertama telah diberangkatkan lebih awal untuk mengikuti pertandingan bulutangkis yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat.
Persiapan tersebut menjadi bagian dari upaya Ciamis menghadapi persaingan dengan peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat.
Ciamis Punya Catatan Juara Umum
Optimisme kontingen Ciamis turut ditopang catatan prestasi pada penyelenggaraan Porsadin sebelumnya. Kabupaten Ciamis tercatat pernah meraih gelar juara umum pada Porsadin pertama dan keempat.
Anwar berharap pengalaman tersebut dapat menjadi motivasi bagi peserta untuk memberikan penampilan terbaik pada penyelenggaraan ke-8 tahun ini.
“ Kabupaten Ciamis pernah menjadi juara umum Porsadin pertama dan keempat. Mudah-mudahan pada Porsadin ke-8 ini, Ciamis kembali bisa meraih juara umum,” ungkap Anwar.
Ia juga meminta doa dan dukungan masyarakat agar seluruh peserta, pembimbing, serta ofisial dapat menjalankan kompetisi dengan baik dan membawa nama daerah secara positif.
Meski demikian, target juara umum tetap harus dibuktikan melalui hasil pertandingan. Kesiapan peserta, pembinaan, serta kemampuan menghadapi lawan menjadi faktor penting dalam menentukan capaian akhir kontingen.
Sekda Ciamis Tekankan Mental dan Akhlak
Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Andang Firman Triyadi, mengapresiasi peserta, pembimbing, ofisial, dan panitia yang telah mempersiapkan kafilah untuk mengikuti kompetisi tingkat provinsi tersebut.
Ia menekankan pentingnya kesiapan mental, latihan, dan kerja keras agar peserta mampu tampil percaya diri ketika berhadapan dengan perwakilan daerah lain.
“Lomba itu pasti ada kalah dan menang. Namun, dengan latihan dan kerja keras, anak-anak kita sudah membuktikan keberaniannya. Saya berharap saat perlombaan nanti mereka siap, tidak gemetar, dan mampu menampilkan kemampuan terbaiknya,” ujar Andang.
Menurutnya, persiapan teknis perlu disertai dukungan serta arahan dari pembimbing dan ofisial. Orang tua dan masyarakat juga diharapkan memberikan doa serta semangat kepada para peserta.
Andang mengingatkan bahwa prestasi harus berjalan seiring dengan pembentukan karakter dan akhlak. Peserta yang berhasil meraih kemenangan diharapkan tetap rendah hati dan bersyukur.
Ia juga meminta seluruh kontingen menjaga kondisi fisik, memperhatikan pola makan, dan memelihara kesehatan selama mengikuti rangkaian perlombaan.
Porsadin Bukan Sekadar Mengejar Gelar
Keikutsertaan Ciamis dalam Porsadin ke-8 Jawa Barat tidak hanya diarahkan untuk mengejar gelar juara umum. Kompetisi ini juga menjadi ruang pembelajaran bagi peserta untuk menambah pengalaman, memperluas wawasan, serta membangun persahabatan antardaerah.
Pengalaman bertanding di tingkat provinsi diharapkan dapat memperkuat kepercayaan diri sekaligus mendorong pembinaan olahraga, seni, dan kemampuan akademik di lingkungan pendidikan diniyah.
Dengan dukungan pembimbing, ofisial, panitia, orang tua, dan masyarakat, kafilah Ciamis diharapkan mampu tampil maksimal sepanjang kompetisi.
Target juara umum kini menjadi tantangan bagi 28 peserta yang membawa nama Kabupaten Ciamis. Hasil pertandingan pada 23–25 Oktober 2026 akan menjadi penentu apakah kontingen mampu mengulang prestasi yang pernah diraih pada penyelenggaraan sebelumnya.
(HS)




