Titik Panas Karhutla Indonesia Naik Jadi 808, Kalimantan Tengah dan Sumsel Tertinggi

lintaspriangan.com, BERITA NASIONAL. Kementerian Kehutanan mencatat jumlah titik panas karhutla Indonesia meningkat menjadi 808 titik berdasarkan pemantauan hingga Rabu, 21 Oktober 2026, pukul 21.00 WIB. Angka tersebut naik 190 titik dibandingkan sehari sebelumnya yang tercatat 618 titik. Kenaikan terutama terjadi di Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan.

Peningkatan titik panas karhutla Indonesia tersebut diumumkan Kementerian Kehutanan pada Kamis, 22 Oktober 2026. Pemerintah merespons kondisi ini dengan memperkuat patroli, pemadaman darat dan udara, serta penegakan hukum terhadap pihak yang bertanggung jawab atas kebakaran hutan dan lahan.

Kalimantan Tengah Catat 198 Titik Panas, Sumsel 131 Titik

Berdasarkan data Sistem Informasi Deteksi Dini Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (SiPongi), peningkatan titik panas juga terlihat di enam provinsi prioritas penanganan karhutla.

- Advertisement -

Jumlah titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi di enam provinsi tersebut naik dari 172 menjadi 446 titik dalam sehari.

Kalimantan Tengah mencatat jumlah terbanyak, yakni 198 titik, meningkat dari 84 titik pada pemantauan sebelumnya.

Sumatera Selatan berada di posisi berikutnya dengan 131 titik, naik dari 24 titik. Kalimantan Selatan mencatat 52 titik, tidak berubah dibandingkan sehari sebelumnya.

Sementara itu, Kalimantan Barat mengalami kenaikan dari 11 menjadi 38 titik dan Jambi meningkat dari satu menjadi 27 titik. Riau tidak mencatat titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi pada periode pemantauan tersebut.

Kementerian Kehutanan menjelaskan bahwa titik panas merupakan indikasi anomali suhu permukaan bumi yang terdeteksi melalui satelit.

Satu kejadian kebakaran dapat menghasilkan beberapa titik panas. Karena itu, jumlah titik panas tidak dapat langsung disamakan dengan jumlah kebakaran maupun luas lahan yang terbakar.

Seluruh indikasi masih memerlukan pemeriksaan lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya.

Di Kalimantan Tengah, operasi pemadaman berlangsung antara lain di Kabupaten Barito Selatan dan Pulang Pisau.

Petugas menghadapi kebakaran pada lahan gambut yang membutuhkan pembasahan dan pendinginan lanjutan karena bara api dapat bertahan di bawah permukaan.

Di Sumatera Selatan, pemadaman dilakukan di sejumlah wilayah, termasuk Musi Banyuasin, Muara Enim, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Ogan Komering Ilir, dan Ogan Ilir.

Operasi juga berlangsung di kawasan Suaka Margasatwa Padang Sugihan untuk menangani api yang masih aktif dan mencegah penyebaran kebakaran.

Pemerintah Siagakan 49 Armada Udara dan Perkuat Penegakan Hukum

Kementerian Kehutanan menyatakan sebanyak 49 unit armada udara disiagakan untuk mendukung pengendalian karhutla.

Dari jumlah tersebut, 32 unit dialokasikan untuk operasi pemadaman melalui water bombing, sedangkan 17 unit lainnya digunakan untuk patroli udara dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Pemerintah bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI, BMKG, pemerintah daerah, serta berbagai unsur petugas lapangan dalam penanganan kebakaran.

Operasi darat melibatkan Manggala Agni, petugas BPBD, kepolisian, Masyarakat Peduli Api, dan relawan.

Selain pemadaman, pemerintah memperkuat penegakan hukum terhadap pelaku kebakaran hutan dan lahan.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni sebelumnya mengumumkan pembekuan izin disertai kewajiban pemulihan ekosistem terhadap enam perusahaan di Kalimantan Tengah.

Dengan penambahan tersebut, total 32 perusahaan telah dikenai sanksi administratif terkait karhutla.

Kementerian Kehutanan juga menyebut sekitar 120 kasus karhutla sedang dalam proses penanganan. Koordinasi dengan kepolisian terus dilakukan untuk menindaklanjuti perkara yang memenuhi unsur pidana.

Meski demikian, sanksi administratif tidak otomatis berarti seluruh perusahaan yang dikenai sanksi telah terbukti melakukan tindak pidana.

Kondisi kualitas udara turut menjadi perhatian pemerintah. Sejumlah wilayah di Sumatera dan Kalimantan mengalami penurunan kualitas udara, dengan tingkat pencemaran yang pada lokasi tertentu mencapai kategori tidak sehat hingga berbahaya.

Masyarakat di daerah terdampak asap diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar rumah.

Perhatian khusus juga diperlukan bagi anak-anak, ibu hamil, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.

Kementerian Kehutanan mengingatkan masyarakat dan pelaku usaha agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Laporan mengenai asap, titik api, atau aktivitas pembakaran dapat disampaikan kepada petugas agar segera ditindaklanjuti. (NS/AS)

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

PEPATAH MANIS Ciamis Hadirkan 58 Layanan di Sukamantri, Warga Bisa Urus Dokumen hingga Beli Pangan Murah

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Pemerintah Kabupaten Ciamis menghadirkan 58 jenis...

Hari Santri 2026 Pangandaran, PCNU dan Pemkab Rencanakan Upacara Bersama serta Berbagai Perlombaan

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten...

Upacara Hari Jadi Pangandaran ke-14 Digelar 24 Oktober di Lapangan Parigi, Ini Rangkaian Acaranya

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Pemerintah Kabupaten Pangandaran menjadwalkan upacara Hari...

Pangandaran Fest 2026 Berlangsung hingga 24 Oktober, Puluhan Stan UMKM Disiapkan

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Pangandaran Fest 2026 dijadwalkan berlangsung hingga...

Musabaqah Hari Santri 2026 Kota Tasikmalaya Jadi Ajang Pengembangan Kemampuan Santri

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Pemerintah Kota Tasikmalaya menggelar Musabaqah Hari...

JAWA BARAT

BMKG Peringatkan Banjir Rob Jawa Barat hingga Awal November 2026, Ini Wilayah yang Berpotensi Terdampak

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)...

Motor Trail di Lahan Kosong Bekasi Bikin Heboh, Siapa Pemilik Sebenarnya?

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Deretan sepeda motor trail yang terparkir...

103 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan, Orang Tua Menanti Kepastian Penyebabnya

lintaspriangan.com, BERITA BOGOR. Kekhawatiran menyelimuti keluarga siswa SMP Negeri...

BPKH Bahas Dana Haji di Bandung, Kelolaan Capai Rp185,72 Triliun

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) membahas...

Angkot Bandung Diusulkan Tanpa Setoran, Sopir Didorong Jadi Pemilik Kendaraan Sendiri

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengusulkan...

Wakil Bupati Indramayu Ditahan, Terungkap Dugaan Rekayasa Tunjangan DPRD Rp18,79 Miliar

lintaspriangan.com, BERITA INDRAMAYU. BANDUNG – Wakil Bupati Indramayu ditahan...

Pinjaman Pemprov Jabar Tak Direstui Kemendagri, Pemborong Pekerjaan 2026 Siap-Siap Gigit Jari

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Rencana pinjaman Pemprov Jabar sebesar Rp3,4...

Insentif Rp100 Ribu Sebulan, Ribuan Guru PAUD Indramayu Menanti

lintaspriangan.com, BERITA INDRAMAYU. Ribuan guru Pendidikan Anak Usia Dini...

Olahraga

Kategori Populer