lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Jabar Jawara Ekspor 2026 memasuki hari terakhir pelaksanaan di Kabupaten Garut, Rabu, 12 Agustus 2026. Program pengembangan kapasitas bagi pelaku usaha itu berlangsung selama tiga hari, 10–12 Agustus 2026, dengan Garut menjadi lokasi kegiatan.
Sebanyak 50 UMKM sebelumnya dinyatakan lolos hingga tahap akhir seleksi untuk mengikuti program tersebut. Kegiatan ini diarahkan untuk meningkatkan kesiapan pelaku usaha dalam memperluas pasar dan masuk ke pasar ekspor.
Pelatihan dan Pendampingan untuk Pasar Ekspor
Jabar Jawara Ekspor 2026 diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat. Pembukaan kegiatan berlangsung di Ballroom Hotel Santika Garut, Kecamatan Tarogong Kaler, pada Senin, 10 Agustus 2026, dan dihadiri Bupati Garut Abdusy Syakur Amin serta Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Barat Junanto Herdiawan.
Pemerintah Kabupaten Garut menyebut kegiatan tersebut mencakup pelatihan dan pendampingan kepada pelaku usaha. Materi dan pendampingan diarahkan untuk meningkatkan kapasitas usaha serta memperluas akses pasar sehingga UMKM memiliki kesiapan lebih baik untuk menjangkau konsumen di luar negeri.
Program tiga hari tersebut juga menjadi kesempatan bagi pelaku usaha Garut untuk terlibat dalam kegiatan pengembangan ekspor yang diselenggarakan BI Jawa Barat. Pemkab Garut menyatakan keterlibatan wirausaha lokal penting agar peluang pengembangan pasar tidak berhenti pada pasar domestik.
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin pada pembukaan kegiatan menyampaikan harapan agar kerja sama Pemkab Garut dan BI Jawa Barat dalam pengembangan pelaku usaha dapat terus berlanjut. Pernyataan tersebut masih berupa harapan terhadap pengembangan kolaborasi, bukan ukuran keberhasilan ekspor UMKM peserta.
Ekspor Diharapkan Buka Pasar Lebih Luas
Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Barat Junanto Herdiawan menyatakan Jabar Jawara Ekspor 2026 diharapkan membantu UMKM meningkatkan kapasitas hingga mampu melakukan ekspor. BI juga mengaitkan peningkatan aktivitas usaha dengan peluang penyerapan tenaga kerja.
Namun, sumber resmi yang tersedia hingga Rabu pagi belum memuat jumlah peserta asal Kabupaten Garut yang telah memiliki kontrak ekspor, nilai transaksi yang dihasilkan selama kegiatan, maupun negara tujuan yang berhasil dijangkau peserta. Karena itu, capaian program belum dapat diukur dari realisasi ekspor berdasarkan informasi yang telah dipublikasikan.
Posisi Garut sebagai lokasi kegiatan memberi kesempatan bagi pelaku usaha daerah untuk memperoleh akses terhadap pelatihan dan pendampingan ekspor. Setelah Jabar Jawara Ekspor 2026 berakhir, perkembangan yang dapat menjadi ukuran berikutnya adalah berapa UMKM yang benar-benar masuk pasar internasional, nilai transaksi yang diperoleh, serta keberlanjutan pendampingan setelah kegiatan selesai. (NS/AS)







