Plastik Langka di Pasar Ciamis, Harga Melonjak hingga 50 Persen, UMKM Tertekan

lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS — Kelangkaan plastik mulai terasa di sejumlah pasar di Kabupaten Ciamis. Pasokan menipis, harga merangkak naik. Pedagang mengeluh, pelaku usaha kecil menjerit karena biaya produksi ikut terdongkrak.

Harga plastik, terutama kantong kresek yang paling banyak digunakan, dilaporkan naik hingga 50 persen dalam beberapa pekan terakhir.

Kondisi tersebut langsung memukul pelaku UMKM yang bergantung pada plastik sebagai bahan kemasan utama.

Kepala Bidang Perdagangan Kabupaten Ciamis, Asep, mengatakan lonjakan harga dipicu terganggunya pasokan bahan baku dari luar negeri.

Industri plastik dalam negeri, kata dia, masih bergantung pada impor.

“Sekitar 60 sampai 70 persen bahan baku plastik masih impor. Ketika pasokan terganggu, dampaknya langsung terasa sampai ke daerah,” ujar Asep, Kamis (23/4/2026).

Ia menjelaskan, bahan baku utama seperti nafta banyak didatangkan dari kawasan Timur Tengah. Ketegangan geopolitik di wilayah tersebut, terutama di jalur distribusi strategis, berdampak pada tersendatnya suplai.

Akibatnya, distribusi bahan baku melambat dan stok plastik di pasaran menurun. Di tingkat pengecer, kondisi ini memicu kelangkaan sekaligus lonjakan harga.

Di lapangan, pedagang mengaku kesulitan mendapatkan pasokan seperti biasa. Jika pun tersedia, harganya jauh lebih mahal dibanding sebelumnya. Situasi itu membuat pelaku usaha kecil harus menghitung ulang biaya produksi.

“Kresek paling terasa. Biasanya dipakai untuk bungkus makanan seperti kue, sekarang harganya naik. Otomatis biaya produksi ikut naik,” kata Asep.

UMKM menjadi pihak yang paling terdampak. Plastik bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian penting dalam proses distribusi dan penjualan produk. Kenaikan harga kemasan membuat margin keuntungan semakin tertekan.

Pemerintah pusat, lanjut Asep, tengah berupaya mencari alternatif negara pemasok bahan baku untuk mengurangi ketergantungan impor yang saat ini masih berada di kisaran 67 persen.

Di tengah kondisi tersebut, tutur Asep Dinas Perdagangan Ciamis mengimbau masyarakat mulai mengurangi penggunaan plastik dan beralih ke bahan alternatif.

“Kami dorong masyarakat membawa tas belanja sendiri atau menggunakan bahan lain seperti daun, terutama menjelang Iduladha. Ini bisa jadi solusi sementara,” ujarnya.

Baca Juga : Bapenda Pangandaran Sosialisasikan Pajak Hotel PBJT Dorong Kepatuhan dan Pembayaran Digital

Namun demikian, pemerintah daerah memiliki keterbatasan dalam mengendalikan harga. Kenaikan yang terjadi lebih dipengaruhi faktor global, terutama pada rantai pasok bahan baku.

Dengan pasokan yang belum sepenuhnya pulih, tekanan terhadap pelaku usaha diperkirakan masih akan berlanjut.

Pemerintah daerah berharap ada sinergi antara pelaku usaha dan masyarakat untuk menyiasati kondisi ini, sembari menunggu stabilisasi pasokan dari hulu.

Gabung Channel WhatsApp Lintas Priangan
Dapatkan update berita terbaru, isu lokal penting, dan informasi pilihan langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti Channel WhatsApp

Berita lainnya:

Dari Balik Jeruji, Warga Binaan Lapas Ciamis Raih Ijazah Paket C

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Suasana haru dan bangga terasa di Aula Lembaga Pemasyarakatan atau Lapas Kelas IIB Ciamis, Rabu (17/6/2026). Sejumlah...

Ribuan Warga Pamarican Tumpah Ruah Ikuti Pawai Tarhib 1 Muharam

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Ribuan warga dari 14 desa di Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, tumpah ruah mengikuti Pawai Tarhib...

Apresiasi Melalui Seni, Dani Priyanto Persembahkan Lukisan untuk Bupati Herdiat

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Perayaan Hari Jadi ke-384 Kabupaten Ciamis di Taman Lokasana, Selasa, 16 Juni 2026 malam, menghadirkan banyak momen...

Terbaru

Dari Balik Jeruji, Warga Binaan Lapas Ciamis Raih Ijazah Paket C

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Suasana haru dan bangga terasa di Aula...

Bootcamp Wiramuda Hebat Garut: 40 Pemuda Terpilih Digembleng Jadi Pengusaha Muda

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Sebanyak 40 pemuda terpilih dari berbagai latar belakang...

Rp600 Ribu Bikin Gaduh Damkar Banjar, Kalak BPBD Bantah Terima Uang

lintaspriangan.com, KOTA BANJARIsu dugaan pungutan liar atau pungli yang...

Denda BPJS Kesehatan Mengintai Peserta yang Baru Aktif Saat Rawat Inap

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Peserta Jaminan Kesehatan Nasional atau JKN...

Polsek Cipatujah Nobar Piala Dunia 2026 Sambut HUT Bhayangkara

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Menyambut Hari Ulang Tahun atau HUT...

Piala Dunia 2026

Portugal vs Kongo: Unggul Cepat, Selanjutnya Portugal Tersendat

lintaspriangan.com, BERITA OLAHRAGA.  Laga Portugal vs Kongo di babak pertama...

Prediksi Ghana vs Panama: Ghana Terluka, Panama Memburu Sejarah

lintaspriangan.com, BERITA OLAHRAGA. Prediksi Ghana vs Panama pada laga Grup...

Prediksi Uzbekistan vs Kolombia: Debutan Tanpa Beban, Favorit Waspada

lintaspriangan.com, BERITA OLAHRAGA. Prediksi Uzbekistan vs Kolombia tidak cukup dibaca...

Inggris vs Kroasia: Laga Ketat yang Bisa Berujung Seri

Inggris vs Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026...

Ceko vs Afrika Selatan: Bola Mati Lawan Luka Kartu Merah

lintaspriangan.com, BERITA OLAHRAGA. Ceko vs Afrika Selatan bukan sekadar pertandingan kedua...

Daerah lainnya

Indikasi Korupsi Kesbangpol Jabar Bagian 1: Makan Minum Tak Dikerjakan tapi Dibayar

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Temuan BPK atas kegiatan di Badan Kesatuan Bangsa...

Indikasi Korupsi Bank bjb, Nilai Bermasalah Tembus Rp1,178 Triliun

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG.  Indikasi korupsi Bank bjb mulai membuka ruang...

Ditanya Indikasi Korupsi, Kesbangpol Cirebon Berdalih Ini Ranah APIP

lintaspriangan.com, BERITA CIREBON. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik atau Kesbangpol...

Hampir Rp900 Miliar Anggaran Jabar Bermasalah, KDM Diminta Bongkar Praktik Nakal

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi...

Perspektif

Popular Categories