lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Kabar duka datang dari keluarga besar Perumdam Tirta Galuh Ciamis. Kabag Hublang Perumdam Ciamis, Dadan Firdaus Helmi, S.Ag., wafat pada Kamis, 14 Mei 2026.
Kepergian almarhum membawa duka mendalam. Keluarga, kolega, insan pers, dan masyarakat Ciamis kehilangan sosok hangat yang selama ini dekat dengan banyak orang.
Bagi banyak pihak, Dadan bukan hanya pejabat perusahaan daerah. Ia juga menjadi teman diskusi yang terbuka. Selain itu, ia selalu menjaga komunikasi dengan baik, terutama saat insan pers membutuhkan konfirmasi.
Ketua Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia atau IPJI Ciamis, M. Rifai, menyampaikan rasa kehilangan yang besar. Menurutnya, almarhum memiliki karakter yang jarang orang temukan. Ia ramah, sabar, dan selalu berusaha melayani siapa pun yang datang.
Kabar Dadan Firdaus Helmi wafat pun terasa sangat mengejutkan. Sebab, almarhum selama ini selalu hadir dengan sikap tenang. Ia juga menanamkan kesan baik dalam banyak pertemuan.
Terbuka, Hangat, dan Selalu Mengedepankan Pelayanan
M. Rifai menilai almarhum Dadan Firdaus Helmi sebagai pribadi yang sangat terbuka. Selama berinteraksi dengan insan pers, ia tidak pernah membuat jarak. Bahkan, ia selalu membuka ruang komunikasi dengan cara yang cair.
“Beliau itu sangat melayani. Setiap tamu yang datang selalu beliau terima dengan tangan terbuka. Beliau juga menyerap setiap masukan positif demi kemajuan PDAM,” ungkap M. Rifai dengan nada haru.
M. Rifai menambahkan, almarhum juga sangat menghargai waktu. Ketika wartawan membutuhkan konfirmasi, Dadan berusaha memberi respons dengan cepat. Karena itu, hubungan antara media dan Perumdam terasa lebih hangat.
Selain itu, Dadan tidak menampilkan gaya birokrasi yang kaku. Ia memilih berdialog. Ia mendengar lebih dulu, lalu memberi penjelasan dengan bahasa yang mudah orang pahami.
Sikap itu membuat banyak orang nyaman saat berkomunikasi dengannya. Karena itu pula, kabar Perumdam Tirta Galuh Ciamis berduka ikut menyentuh hati banyak kalangan.
Sebagai Kabag Hublang Perumdam Tirta Galuh Ciamis, Dadan memegang peran penting. Ia berhadapan langsung dengan urusan pelanggan. Namun, ia tetap menjaga sikap tenang dalam berbagai situasi.
Rifai menyebut almarhum sebagai sosok yang mampu membawa suasana kerja menjadi lebih manusiawi. Ia tidak hanya menjalankan tugas. Lebih dari itu, ia menunjukkan bahwa pelayanan publik harus hadir dengan hati.
Sosok Sabar dan Teladan dalam Pelayanan Publik
Di mata kolega, Dadan tampil sebagai pribadi yang sabar. Ia tidak mudah terpancing emosi ketika menghadapi persoalan pelanggan. Sebaliknya, ia memilih kepala dingin dan tutur kata yang baik.
Sebagai pelayan publik Perumdam Ciamis, almarhum sering menerima berbagai keluhan. Namun, ia tetap berusaha mencari solusi. Ia memahami bahwa masyarakat membutuhkan jawaban, bukan sekadar prosedur.
Karena itu, Rifai menilai etos kerja Dadan layak menjadi teladan. Bagian hubungan langganan merupakan salah satu wajah terdepan pelayanan Perumdam. Melalui bagian itu, masyarakat merasakan langsung kualitas pelayanan perusahaan daerah.
“Meskipun terasa berat kehilangan beliau, kita menyadari bahwa hidup dan mati adalah kehendak mutlak Sang Pencipta. Kullu Nafsin Dzaiqatul Maut, setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati,” ujar Rifai.
Lebih lanjut, Rifai mengajak masyarakat dan rekan sejawat menjadikan kepergian almarhum sebagai renungan. Menurutnya, kematian selalu mengingatkan manusia untuk memperbaiki diri. Selain itu, setiap orang perlu menyiapkan bekal terbaik untuk kehidupan setelah dunia.
Rifai juga mendoakan agar Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhum. Ia berharap keluarga almarhum mendapat kekuatan, kesabaran, dan ketabahan.
“Semoga Allah SWT menempatkan beliau di tempat terbaik. Semoga keluarga almarhum mendapat ketabahan. Kami bersaksi, beliau orang baik,” ucapnya.
Kini, Dadan Firdaus Helmi telah berpulang. Namun, jejak kebaikan, keramahan, dan dedikasinya tetap hidup dalam ingatan banyak orang.
Bagi insan pers, kolega, dan masyarakat Ciamis, almarhum akan terus mereka kenang sebagai sosok yang bekerja dengan hati. Ia pergi meninggalkan duka. Namun, ia juga mewariskan kebaikan yang sulit orang lupakan. (AI/AS)



