lintaspriangan.com, BERITA SUBANG. Longsor Curug Cileat membawa duka bagi dunia wisata alam di Kabupaten Subang. Dua wisatawan Karawang tertimbun runtuhan tebing setinggi sekitar 250 meter saat berada di jalur menuju kawasan air terjun, Jumat (15/5/2026).
Kedua korban diketahui bernama Alda Apriliani (22), warga Cikampek, dan Winda Limbong (20), warga Kosambi, Karawang. Hingga Jumat malam, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian. Namun, cuaca buruk dan kondisi tanah yang labil membuat proses evakuasi berjalan sangat hati-hati.
Peristiwa itu terjadi di kawasan wisata Curug Cileat Subang, tepatnya di Kampung Cibago RT 14 RW 04, Desa Mayang, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang. Berdasarkan laporan BPBD, longsor terjadi sekitar pukul 14.40 WIB.
Hujan deras mengguyur kawasan tersebut sebelum bencana terjadi. Intensitas hujan yang tinggi diduga membuat tebing di sekitar jalur wisata menjadi labil. Tidak lama kemudian, tebing ambrol dan material longsor jatuh ke area yang dilalui wisatawan.
Saksi Dengar Suara Air Deras Sebelum Longsor
Detik-detik sebelum kejadian sempat disaksikan Elza, wisatawan asal Purwakarta yang berada di lokasi. Ia menyebut cuaca di kawasan Curug Cileat saat itu sangat ekstrem. Hujan turun deras, sementara jalur menuju air terjun cukup sempit.
Elza mengaku sempat berinteraksi dengan korban. Ia dan temannya bahkan sempat mengajak korban untuk turun demi keamanan. Meski tidak berada dalam rombongan yang sama, mereka sempat berjalan berdekatan di jalur tersebut.
“Jalan ke sana itu kecil pisan. Si teteh sama temannya iring-iringan saling bantu. Tiba-tiba ada suara air deras banget, kemudian teman saya lihat ada longsor jatuh. Si teteh itu langsung kebawa longsor. Dan di sana nggak ada jalan lagi,” ujar Elza.
Keterangan saksi itu memperkuat dugaan bahwa korban tertimbun material longsor secara mendadak. Dalam situasi seperti itu, wisatawan nyaris tidak memiliki banyak waktu untuk menghindar.
Menurut informasi petugas, sejumlah wisatawan berada di area sekitar Curug Cileat saat kejadian. Beberapa orang sempat mendengar suara guncangan dan langsung menyelamatkan diri. Namun, dua korban diduga tidak sempat menghindar dari runtuhan tanah dan bebatuan.
Peristiwa ini membuat warga dan wisatawan lain panik. Apalagi, lokasi kejadian berada di area perbukitan dengan medan curam. Setelah laporan masuk, petugas segera bergerak menuju lokasi.
BPBD Subang dan Tim SAR Lanjutkan Pencarian
BPBD Subang langsung menerjunkan personel ke lokasi setelah menerima laporan. Tim gabungan juga melibatkan BPBD Provinsi Jawa Barat, unsur SAR, TNI, Polri, Tagana, Muspika Kecamatan Cisalak, aparatur Desa Mayang, pengelola wisata, dan warga setempat.
Kalak BPBD Kabupaten Subang, Udin Jazudin, mengatakan pencarian sudah berlangsung sekitar lima jam. Namun, tim harus menghentikan sementara pencarian karena hujan kembali turun. Kondisi itu meningkatkan risiko longsor susulan.
Pencarian korban di Subang itu tidak mudah. Tim harus menghadapi medan licin, curam, dan gelap. Selain itu, material longsor bercampur tanah, batu, dan aliran air. Karena itu, petugas tidak bisa bergerak sembarangan.
Hingga berita ini diturunkan, wisatawan Karawang hilang itu belum ditemukan. Tim gabungan berencana melanjutkan pencarian pada Sabtu pagi. Unsur yang akan kembali turun antara lain TNI, Polri, TRC BPBD Kabupaten Subang, Tagana Kabupaten Subang, Muspika Cisalak, aparatur Desa Mayang, dan warga sekitar.
BPBD juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat berkunjung ke kawasan wisata alam. Terutama, saat hujan deras mengguyur wilayah perbukitan, air terjun, dan jalur pendakian.
Bencana hidrometeorologi seperti longsor dan banjir bandang bisa terjadi secara tiba-tiba. Karena itu, wisatawan perlu memperhatikan kondisi cuaca sebelum berangkat. Selain itu, pengunjung sebaiknya segera turun dari area rawan saat hujan mulai turun deras.
Tragedi longsor Curug Cileat menjadi pengingat keras bahwa keindahan alam selalu perlu dihormati dengan kewaspadaan. Alam memang sering memberi ketenangan. Namun, saat cuaca berubah ekstrem, ia juga bisa memberi peringatan dengan cara yang sangat menyakitkan. (AS/AS)



