Ternyata Ada Pesan Menggetarkan di Balik Lagu “Jikalau Kau Cinta – Judika”

lintaspriangan.com,ย INSPIRATIF.ย ย Tahun 1999 saya mulai bekerja sebagai wartawan. Ketika itu di Majalah Islam SABILI. Dan hingga hari ini, tahun 2026, saya masih menulis.

Dari rentang perjalanan itu, saya memahami satu hal:
menulis bukan untuk diri sendiri. Sebagai wartawan, kita menulis untuk pembaca, untuk segmen media tempat kita bekerja.

Karena tidak ada satu pun media yang bisa dibaca semua orang. Setiap media punya pembacanya sendiri. Di situlah tulisan harus menemukan tempatnya.


Sabtu pagi, 25 April 2026, saya tidak sedang mencari bahan tulisan. Saya hanya berhenti pada sebuah potongan video yang melintas di media sosial. Seorang perempuan menyanyikan lagu dengan penghayatan yang begitu dalam. Belakangan, saya mengetahui ia adalah Meidra Aljuwi, salah satu kontestan Indonesian Idol.

Liriknya sederhana:

Jangan sampai hingga waktu perpisahan tiba,
dan yang tersisa hanyalah air mata.

Saya memutarnya sekali.
Lalu dua kali.
Lalu berkali-kali.

Bukan karena lagunya asing. Saya sudah tahu lagi ini cukup lama. Tapi karena rasanya, lagu ini seperti sedang mengorek sesuatu yang pernah ada di dalam hidup saya.

Saya kemudian mencari versi lengkapnya. Ternyata ini potongan video sebuah episode Indonesian Idol. Meidra membawakan lagu ini di hadapan Judika, penyanyi asli yang saat itu menjadi juri.

Saya menonton sampai selesai. Tidak hanya penampilannya, tetapi juga komentar yang disampaikan para juri.

Di satu bagian, Judika tidak sekadar memberi penilaian.
Ia berhenti sejenak, lalu mulai berceritaโ€”tentang bagaimana lagu itu lahir, tentang pengalaman yang melatarbelakanginya, dan tentang alasan mengapa lagu itu dibawakan dengan cara seperti itu.

Penjelasannya tidak panjang.
Bahasanya juga sederhana.
Namun maknanya, membuat suasana hati saya tiba-tiba tergetar.

Dan di titik itu, saya diam cukup lama.


Awalnya saya ingin langsung menulis. Rasanya ini penting. Namun sedetik kemudian saya menahan diri.

Saya teringat kembali pada prinsip yang sejak awal saya pegang sebagai wartawan:
menulis bukan untuk diri sendiri, melainkan untuk pembaca.

Karena itu, setiap kali akan menulis, pertanyaan yang selalu muncul sederhana:
ini penting bagi siapa?

Apakah hanya saya yang merasa, atau memang ada sesuatu yang layak dibagikan?

Saya putar lagi lagunya.
Saya dengarkan lagi.
Dan pelan-pelan, saya mengerti.


Judika menyampaikan satu kalimat sederhana:

Jika mencintai, maka tunjukkan!

Kalimat yang mungkin sudah sering kita dengar.
Tapi justru karena terlalu sering, kita lupa melakukannya.

Kita merasa cukup dengan diam. Merasa cukup dengan keyakinan bahwa orang yang kita cintai pasti memahami.

Padahal, tidak semua perasaan bisa terbaca.
Tidak semua perhatian bisa dirasakan, jika tidak pernah ditunjukkan.


Kita semua punya orang yang kita sayangi.
Orang tua, pasangan, buah hati, atau siapa pun yang diam-diam kita jaga dalam doa. Namun dalam keseharian, kita sering menunda.

Menunda pulang lebih cepat. Menunda menjawab pesan.
Menunda duduk sebentar, untuk sekadar mendengarkan.

Bukan karena tidak sayang.
Tapi karena kita sering merasa, masih ada waktu. Masih tersisa banyak kesempatan di depan.

Padahal tanpa kita sadari, hari demi hari itu lewat begitu saja.


Sampai suatu saat, kita benar-benar kehilangan momen-momen kecil itu.

Bukan karena kita tidak mau, tapi karena kesempatan itu sudah tidak ada.

Suara yang dulu biasa kita dengar, tiba-tiba hilang.
Kehadiran yang dulu terasa biasa, tiba-tiba terasa sangat jauh.
Dan di situ, kita baru mengerti, yang kita rindukan bukan hal besar.

Bukan hadiah. Bukan sesuatu yang mewah. Tapi hal-hal sederhana, yang dulu kita anggap biasa.


Kita mungkin tidak selalu bisa memberi banyak. Tidak selalu punya waktu panjang.

Tapi kita selalu punya kesempatan untuk hadir. Untuk benar-benar ada. Untuk menunjukkan bahwa kita ada untuk dia.

Hal kecil seperti itu, sering kali menjadi yang paling berarti.


Tulisan ini saya buat karena satu hal:
kita sering kali sadar, ketika semuanya sudah terlambat.

Ketika ingin menelepon, tapi tidak ada lagi yang menjawab.
Ketika ingin pulang, tapi tidak ada lagi yang menunggu.
Di titik itu, kita tiba-tiba merasa kekurangan kata-kata.


Maka, selama masih ada kesempatan, selama orang-orang yang kita sayangi masih ada, jangan menunda. Tidak perlu menunggu momen besar. Tidak perlu menunggu kehilangan untuk memahami.

Karena pada akhirnya, yang paling menyakitkan bukan perpisahan itu sendiri, melainkan apa yang tidak sempat kita lakukan sebelumnya.


Jikalau kau cinta, tunjukkan!

Sekuat yang kamu bisa. Selagi masih ada waktu.

Jangan sampai, hingga waktu perpisahan tiba, yang tersisa hanya air mata. (AS)

Berita lainnya:

Ngecas HP di Tempat Umum Bisa Jadi Celah Pencurian Data

lintaspriangan.com. Mengisi daya ponsel di tempat umum seperti bandara, mal, atau kafe memang terasa praktis, apalagi saat baterai hampir...

Usai Wisuda, Mahasiswi Ini Berteriak-Teriak di Belakang Penjara

lintaspriangan.com,ย INSPIRATIF.ย  Tidak semua perayaan kelulusan diakhiri dengan pelukan. Sebagian harus cukup dengan harapanโ€”dan suara yang dilemparkan sejauh mungkin, berharap...

Menjadi Kepala Daerah yang Berdampak, Bukan Sekadar Baik

lintaspriangan.com,ย INSPIRATIF.ย Pagi itu ruang rapat di kantor pemerintah daerah tampak sangat tertib. Air mineral tersusun lurus seperti barisan pasukan upacara.Kue...
  • iklan display lintas priangan - akun zoom premium

Terbaru

Pasar Murah di Kota Banjar Diserbu Warga, Sembako Dijual Lebih Murah

lintaspriangan.com,ย BERITA KOTA BANJAR.ย  Pasar murah di Kota Banjar diserbu...

Nyaris Memanas, Salah Paham di PT Alba Banjar Berakhir Damai

lintaspriangan.com,ย BERITA KOTA BANJAR. Persoalan internal yang sempat memicu ketegangan...

Imbauan Polres untuk Bobotoh Ciamis Jelang Persib Lawan Persijap

lintaspriangan.com,ย BERITA CIAMIS.ย Bobotoh Ciamis mendapat imbauan khusus dari Polres Ciamis...

FLS3N Jenjang SD Garut Diikuti 371 Siswa, Disdik Jaring Talenta Seni

lintaspriangan.com,ย BERITA GARUT.ย  FLS3N Jenjang SD Garut 2026 resmi dibuka...

Lomba Ekspose 10 Program PKK Ciamis, Bupati Herdiat: PKK Itu Membantu OPD

lintaspriangan.com,ย BERITA CIAMIS. Lomba Ekspose 10 Program PKK Ciamis menjadi...

1.532 Hewan Kurban di Tasikmalaya Diperiksa, Pemkot Pastikan Bebas PMK dan LSD

lintaspriangan.com,ย BERITA TASIKMALAYA. Pemerintah Kota Tasikmalaya memperketat pemeriksaan hewan kurban...

Bupati Dorong Listrik Hijau Garut untuk Kebutuhan Nasional

lintaspriangan.com,ย BERITA GARUT.ย Listrik hijau Garut kembali mengemuka sebagai salah satu...

13 Motor Knalpot Brong di Tasikmalaya Disita, Polisi Antisipasi Euforia Persib

lintaspriangan.com,ย BERITA TASIKMALAYA.ย Polresta Tasikmalaya kembali menertibkan kendaraan berknalpot tidak standar...

Usai Didesak Warga, DPRD Soroti Kendali Emosi Diky Candra

lintaspriangan.com,ย BERITA TASIKMALAYA.ย Usai didesak warga, DPRD Kota Tasikmalaya akhirnya buka...

Gempa Pangandaran Tadi Pagi, Guncangannya Sampai Tasikmalaya

lintaspriangan.com,ย BERITA PANGANDARAN. Gempa Pangandaran berkekuatan magnitudo 4,6 mengguncang wilayah...

Priangan Timur

Pasar Murah di Kota Banjar Diserbu Warga, Sembako Dijual Lebih Murah

lintaspriangan.com,ย BERITA KOTA BANJAR.ย  Pasar murah di Kota Banjar diserbu...

Nyaris Memanas, Salah Paham di PT Alba Banjar Berakhir Damai

lintaspriangan.com,ย BERITA KOTA BANJAR. Persoalan internal yang sempat memicu ketegangan...

Imbauan Polres untuk Bobotoh Ciamis Jelang Persib Lawan Persijap

lintaspriangan.com,ย BERITA CIAMIS.ย Bobotoh Ciamis mendapat imbauan khusus dari Polres Ciamis...

FLS3N Jenjang SD Garut Diikuti 371 Siswa, Disdik Jaring Talenta Seni

lintaspriangan.com,ย BERITA GARUT.ย  FLS3N Jenjang SD Garut 2026 resmi dibuka...

Lomba Ekspose 10 Program PKK Ciamis, Bupati Herdiat: PKK Itu Membantu OPD

lintaspriangan.com,ย BERITA CIAMIS. Lomba Ekspose 10 Program PKK Ciamis menjadi...

1.532 Hewan Kurban di Tasikmalaya Diperiksa, Pemkot Pastikan Bebas PMK dan LSD

lintaspriangan.com,ย BERITA TASIKMALAYA. Pemerintah Kota Tasikmalaya memperketat pemeriksaan hewan kurban...

Bupati Dorong Listrik Hijau Garut untuk Kebutuhan Nasional

lintaspriangan.com,ย BERITA GARUT.ย Listrik hijau Garut kembali mengemuka sebagai salah satu...

13 Motor Knalpot Brong di Tasikmalaya Disita, Polisi Antisipasi Euforia Persib

lintaspriangan.com,ย BERITA TASIKMALAYA.ย Polresta Tasikmalaya kembali menertibkan kendaraan berknalpot tidak standar...

Perspektif

Popular Categories