lintaspriangan.com, BERITA BOGOR – Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda yang digelar di Kota Bogor tak hanya menjadi panggung pelestarian seni tradisi, tetapi juga momentum penguatan komitmen pemerintah daerah dalam merawat identitas budaya Sunda.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan, perhelatan budaya tersebut akan ditindaklanjuti dengan langkah konkret berupa penataan infrastruktur budaya dan revitalisasi kawasan bersejarah di Kota Bogor.
Pernyataan itu disampaikan Dedi saat menghadiri Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda bertema Nitis Wanci Batu Tulis, Kamis (14/5/2026), yang berlangsung meriah dengan melibatkan ribuan peserta dan penonton.
Arak-arakan budaya dimulai dari kawasan Museum Pajajaran di Jalan Batutulis dan berakhir di kawasan Lawang Suryakencana, melintasi sejumlah ruas yang dipadati warga.
Museum Pajajaran Masuk Agenda Revitalisasi
Dalam kesempatan tersebut, Dedi mengungkapkan salah satu agenda prioritas Pemerintah Provinsi Jawa Barat adalah memperkuat fasilitas seni dan kebudayaan sebagai bagian dari pelestarian warisan leluhur.
Salah satu proyek yang disiapkan yakni pembenahan Museum Pajajaran, dengan alokasi anggaran yang disebut mencapai sekitar Rp9 miliar.
Tak hanya itu, kawasan sepanjang jalur kirab juga masuk dalam rencana penataan infrastruktur, mulai dari perbaikan jalan, trotoar, penerangan, hingga ruang terbuka hijau.
Kawasan tersebut nantinya dirancang menjadi area budaya baru yang merepresentasikan identitas Sunda.
Program ini diharapkan mampu memperkuat wajah Kota Bogor sebagai salah satu pusat sejarah dan kebudayaan di Jawa Barat.
Kirab Budaya Jadi Momentum Kebangkitan Identitas Sunda
Menurut Dedi, pelestarian budaya tidak cukup berhenti pada seremoni tahunan, tetapi harus diwujudkan dalam bentuk pembangunan ruang publik yang mendukung aktivitas seni, edukasi sejarah, dan penguatan karakter masyarakat.
Kehadiran Mahkota Binokasih Sanghyang Pake, simbol penting dalam sejarah Tatar Sunda, menjadi salah satu daya tarik utama dalam kirab budaya tersebut.
Benda pusaka bersejarah itu sebelumnya berada di Kerajaan Sumedang Larang sebelum dibawa dalam rangkaian kirab ke Kota Bogor. Ribuan masyarakat tampak memadati sepanjang rute untuk menyaksikan parade budaya yang menampilkan ragam seni tradisional dari berbagai daerah.
Wali Kota Bogor Sambut Positif
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyambut baik komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam penguatan sektor budaya. Ia menilai kegiatan tersebut memiliki makna lebih luas dibanding sekadar agenda hiburan atau seremoni.
Menurutnya, kirab budaya menjadi ruang refleksi atas nilai-nilai luhur peninggalan leluhur yang perlu terus dikenalkan kepada generasi muda.
Dedie juga menyatakan kesiapan pemerintah kota untuk menindaklanjuti rencana penataan kawasan budaya sesuai mekanisme perencanaan dan tata kelola pemerintahan yang berlaku.
Peserta dari Berbagai Daerah
Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda tahun ini menghadirkan partisipasi luas dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat.
Tak hanya itu, komunitas budaya dari wilayah lain seperti DKI Jakarta, Jawa Tengah, hingga Banten juga ikut ambil bagian dalam perhelatan tersebut.
Kehadiran kampung adat dan kelompok seni tradisional menambah semarak acara yang menjadi simbol kuat kebangkitan budaya Sunda di ruang publik.
Perhelatan ini menegaskan bahwa budaya Sunda di Jawa Barat tetap memiliki daya hidup yang kuat di tengah modernisasi.(HS/HS)



