lintaspriangan.com,ย BERITA CIAMIS.ย Di tengah suasana haru pelepasan calon jemaah haji Kloter 31 Kabupaten Ciamis, ada satu sosok yang mencuri perhatian. Ia adalah Rusdi, Jemaah Haji Tertua Ciamis yang tahun ini berangkat ke Tanah Suci dalam usia 96 tahun.
Rusdi tercatat sebagai warga Dusun Mekarwangi, Kecamatan Sukamantri, Kabupaten Ciamis. Di usianya yang hampir menyentuh satu abad, ia tetap terlihat tegar saat mengikuti rangkaian pelepasan jemaah haji di Gedung K.H. Irfan Hielmy Islamic Center Ciamis, Kamis (14/5/2026).
Kehadirannya menjadi pemandangan yang menyentuh. Di antara ratusan calon jemaah haji Kabupaten Ciamis yang bersiap menuju embarkasi, Rusdi tampak menjadi simbol kesabaran panjang dalam menunggu panggilan ke Tanah Suci.
Bukan hanya karena usianya yang sudah 96 tahun. Rusdi juga disebut masih mampu berjalan tanpa menggunakan kursi roda. Fakta itu membuat sosoknya semakin menarik perhatian keluarga, petugas, dan jemaah lain yang berada di lokasi pelepasan.
Pada musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi, Rusdi tergabung dalam Jemaah Haji Ciamis Kloter 31. Kloter tersebut berisi 417 orang, terdiri atas 411 jemaah haji dan enam petugas pendamping.
Berangkat Haji di Usia Senja, Jadi Perhatian dalam Rombongan
Kisah Rusdi menjadi salah satu sisi human interest paling kuat dalam pemberangkatan haji tahun ini. Usianya yang sudah 96 tahun membuatnya masuk dalam perhatian khusus petugas, meski kondisi fisiknya disebut masih cukup baik.
Dalam laporan Ketua PPIH Kabupaten Ciamis, Saeful Uyun, Rusdi menjadi jemaah lanjut usia yang mendapat perhatian dalam rombongan. Namun, ia juga menyebut bahwa Rusdi masih mampu berjalan tanpa bantuan kursi roda.
Kondisi tersebut menjadi bukti bahwa semangat untuk menunaikan ibadah haji tidak mengenal usia. Di saat sebagian orang mungkin sudah banyak membatasi aktivitas pada usia lanjut, Rusdi justru bersiap menjalani perjalanan ibadah yang membutuhkan kekuatan fisik, mental, dan kesabaran.
Perjalanan haji memang bukan perjalanan ringan. Para jemaah harus menempuh rangkaian ibadah panjang, berpindah dari satu tempat ke tempat lain, serta berhadapan dengan cuaca panas di Arab Saudi. Bagi jemaah lansia, kondisi itu tentu membutuhkan perhatian lebih.
Karena itu, keberadaan jemaah haji lansia Ciamis seperti Rusdi menjadi pengingat penting bagi seluruh rombongan. Di satu sisi, ia menjadi teladan tentang keteguhan niat. Di sisi lain, ia juga membutuhkan perhatian bersama agar perjalanan ibadahnya tetap aman dan lancar.
Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, sebelumnya juga mengingatkan seluruh jemaah untuk menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah haji. Ia meminta para jemaah memperhatikan pola makan, memperbanyak minum air putih, serta tidak memaksakan diri ketika kondisi tubuh mulai lelah.
Pesan itu terasa semakin relevan bagi para jemaah lanjut usia. Apalagi, cuaca panas ekstrem di Arab Saudi menjadi tantangan yang perlu diantisipasi sejak awal.
Dari Sukamantri Menuju Tanah Suci, Doa Keluarga Mengiringi
Perjalanan Rusdi dari Sukamantri menuju Tanah Suci bukan sekadar perjalanan fisik. Bagi keluarga dan warga sekitar, keberangkatannya menjadi momen emosional yang sulit dilupakan.
Di usia 96 tahun, kesempatan menunaikan ibadah haji tentu menjadi anugerah besar. Tidak semua orang mendapat kesempatan tersebut. Bahkan, banyak calon jemaah harus menunggu bertahun-tahun sebelum akhirnya mendapat jadwal keberangkatan.
Karena itu, sosok Jemaah Haji Tertua Ciamis ini menjadi cerita tersendiri di balik pelepasan Kloter 31. Di tengah suasana keluarga yang melepas dengan tangis dan doa, Rusdi membawa cerita tentang kesabaran, harapan, dan keyakinan yang tidak padam dimakan usia.
Jemaah Haji Ciamis Kloter 31 dijadwalkan lebih dulu menuju Asrama Haji Indramayu. Setelah itu, rombongan akan diterbangkan melalui Bandara Kertajati Majalengka pada Jumat (15/5/2026) pukul 11.15 WIB.
Pemberangkatan melalui Bandara Kertajati menjadi pengalaman baru bagi jemaah asal Ciamis. Jalur ini dinilai lebih dekat dibandingkan embarkasi sebelumnya, sehingga diharapkan dapat membuat perjalanan lebih efisien dan tidak terlalu melelahkan.
Bagi Rusdi, perjalanan ini tentu menjadi babak penting dalam hidupnya. Dari Dusun Mekarwangi, Kecamatan Sukamantri, ia ikut dalam barisan ratusan jemaah yang berangkat membawa doa keluarga dan harapan besar untuk meraih haji mabrur.
Pemerintah Kabupaten Ciamis berharap seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar, tertib, dan khusyuk. Para petugas juga diharapkan terus mendampingi jemaah, terutama mereka yang membutuhkan perhatian khusus selama perjalanan.
Di balik angka 96 tahun yang melekat pada dirinya, Rusdi bukan hanya tercatat sebagai Jemaah Haji Tertua Ciamis. Ia juga menjadi pengingat bahwa panggilan ke Tanah Suci bisa datang pada waktu yang telah digariskan, bahkan ketika rambut telah memutih dan langkah hidup telah melewati perjalanan sangat panjang. (NID/AS)
Baca Berita Ciamis lainnya di Google News



