lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Pabrik mie lidi di Tasikmalaya ludes terbakar pada Selasa malam, 12 Mei 2026. Peristiwa itu terjadi di Kampung Kalieung RT 005/RW 002, Desa Linggawangi, Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya.
Kebakaran tersebut menghanguskan ruang produksi yang digunakan untuk proses pengolahan dan pengeringan mie lidi. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian material akibat kejadian itu ditaksir mencapai Rp200 juta.
Danru 1 Damkar Kabupaten Tasikmalaya, Yayu, menyebut pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 23.08 WIB. Setelah laporan masuk, tim langsung bergerak dari Mako Damkar di Jalan Otista sekitar pukul 23.14 WIB.
Petugas tiba di lokasi kebakaran sekitar pukul 23.56 WIB. Setelah dilakukan penanganan, api berhasil dijinakkan sekitar pukul 00.18 WIB.
Berdasarkan keterangan saksi, api pertama kali terlihat sekitar pukul 23.05 WIB. Saat itu, sejumlah pekerja masih melakukan aktivitas produksi mie lidi di ruang pengovenan.
Korlap RPB Ikbal menyebut, ada empat pekerja yang menyaksikan awal mula kebakaran tersebut. Mereka berada di area produksi ketika api mulai muncul dan kemudian membesar.
Ruang pengovenan yang terbakar diperkirakan berukuran 4×8 meter persegi. Area tersebut menjadi bagian penting dalam proses produksi karena digunakan untuk mengeringkan mie lidi sebelum masuk tahap berikutnya.
Dugaan sementara, api menyambar mie lidi yang sedang dikeringkan di atas oven. Kondisi bahan yang mudah terbakar membuat api cepat membesar dan merembet ke seluruh ruangan.
Peristiwa pabrik mie lidi di Tasikmalaya itu membuat sejumlah peralatan produksi ikut hangus. Kerusakan meliputi satu unit mesin pengolahan, satu unit oven, satu unit seleran, serta bahan baku mie lidi.
Total kerugian sementara akibat pabrik mie lidi terbakar tersebut ditaksir mencapai Rp200 juta. Angka itu masih berupa perkiraan awal berdasarkan barang dan fasilitas produksi yang terdampak.
Kebakaran di Leuwisari itu sempat menyita perhatian warga sekitar karena terjadi pada malam hari. Selain waktu kejadian yang cukup larut, api juga muncul saat aktivitas produksi masih berlangsung.
Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Para pekerja yang berada di lokasi dilaporkan berhasil menyelamatkan diri sebelum api membesar.
Setelah api berhasil dipadamkan, petugas Damkar Kabupaten Tasikmalaya melakukan proses pendinginan. Langkah itu dilakukan untuk memastikan tidak ada sisa bara yang berpotensi kembali menyala.
Selain petugas damkar, aparat kepolisian dari Polsek Leuwisari juga datang ke lokasi. Polisi kemudian memasang garis polisi untuk mengamankan area dan mendukung proses pemeriksaan lebih lanjut.
Kebakaran Desa Linggawangi tersebut kini masih dalam penanganan pihak berwenang. Penyebab pasti kebakaran masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan di lokasi kejadian.
Peristiwa pabrik mie lidi di Tasikmalaya ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dalam aktivitas produksi yang menggunakan alat pemanas. Terlebih, bahan produksi yang mudah terbakar dapat membuat api menyebar sangat cepat bila tidak segera dikendalikan. (DH/AS)



