lintaspriangan.com, BERITA OLAHRAGA. Barcelona semakin sulit disentuh pesaingnya setelah mempermalukan Real Madrid dengan skor 2-0 dalam lanjutan pekan ke-35. Hasil panas El Clasico itu membuat klasemen Liga Spanyol berubah drastis dan membuka jurang lebar antara dua raksasa tersebut menjelang akhir musim.
Bermain pada Senin, 11 Mei 2026 dini hari WIB, Barcelona langsung menekan sejak menit awal dan membuat Real Madrid terlihat kesulitan mengembangkan permainan. Publik tuan rumah bersorak saat Marcus Rashford membuka keunggulan pada menit kesembilan melalui serangan cepat yang gagal diantisipasi lini belakang Los Blancos.
Barcelona semakin berada di atas angin setelah Ferran Torres menggandakan keunggulan pada menit ke-18 usai menerima umpan Dani Olmo. Dua gol cepat itu langsung mengubah arah pertandingan dan membuat Real Madrid bermain dalam tekanan sepanjang babak pertama.
Hasil Barcelona vs Madrid tersebut menjadi pukulan telak bagi tim tamu karena mereka gagal memberikan respons berarti hingga pertandingan berakhir. Bahkan, statistik laga memperlihatkan dominasi Barcelona dalam berbagai aspek permainan.
Barcelona mencatatkan penguasaan bola mencapai 57 persen dengan akurasi operan mencapai 92 persen. Tim Catalan juga menghasilkan tujuh tembakan tepat sasaran dari total 10 percobaan. Sementara itu, Real Madrid hanya mampu melepaskan satu tembakan mengarah ke gawang sepanjang laga.
Performa itu membuat Barcelona makin kokoh di puncak. Dalam papan atas Liga Spanyol terbaru, Blaugrana kini mengoleksi 91 poin dari 35 pertandingan, sedangkan Real Madrid tertahan pada angka 77 poin.
Selisih 14 poin tersebut membuat peluang Barcelona meraih gelar semakin terbuka lebar. Situasi itu juga memicu sorotan besar terhadap performa Madrid yang kembali gagal tampil maksimal dalam laga penting musim ini.
Selain kalah dalam skor akhir Barcelona vs Madrid, tim asuhan Carlo Ancelotti juga terlihat frustrasi sepanjang pertandingan. Empat kartu kuning diterima pemain Madrid, termasuk Jude Bellingham dan Trent Alexander-Arnold.
Camavinga bahkan sudah mendapat kartu kuning pada menit ke-40 saat Barcelona terus mendominasi permainan. Ketegangan semakin terlihat ketika Madrid mulai kesulitan menjaga ritme permainan dan kehilangan kontrol lini tengah.
Di sisi lain, Rashford tampil menjadi figur penting kemenangan Barcelona. Selain mencetak gol pembuka, penyerang asal Inggris itu juga menyumbang assist untuk gol Ferran Torres. Kombinasi keduanya membuat pertahanan Madrid beberapa kali kacau pada babak pertama.
Statistik expected goals atau xG juga menunjukkan keunggulan Barcelona dengan angka 0,99 berbanding 0,79 milik Madrid. Meski tidak terlalu jauh, efektivitas penyelesaian akhir Barcelona menjadi pembeda utama dalam pertandingan besar tersebut.
Kini perhatian publik sepak bola Eropa tertuju pada persaingan akhir musim. Dengan tiga pertandingan tersisa, Barcelona unggul 14 poin dan berada dalam posisi sangat nyaman menuju trofi.
Situasi terbaru ini membuat klasemen Liga Spanyol menjadi sorotan besar pecinta sepak bola dunia. Banyak pendukung Madrid mulai khawatir karena tim mereka tidak hanya tertinggal poin, tetapi juga kalah dominan dalam permainan saat menghadapi rival abadi.
Jika mampu menjaga konsistensi dalam beberapa laga tersisa, Barcelona berpeluang mengunci gelar lebih cepat. Sementara itu, Real Madrid harus segera bangkit agar tidak mengakhiri musim dengan tekanan besar dari publik sendiri.
Perubahan besar pada klasemen Liga Spanyol selepas El Clasico ini pun menjadi bukti bahwa Barcelona sedang berada dalam momentum terbaiknya musim ini. (AA/AA)

