lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Ribuan warga memadati sepanjang jalur lomba QRIS Unsil Tasikmalaya, Minggu (10/5/2026) pagi. Di tengah meriahnya event lari nasional tersebut, aksi seorang peserta yang berlari mengenakan jas lengkap dan dasi sukses mencuri perhatian hingga bikin warga ngakak.
Pantauan di sejumlah titik lintasan sejak pukul 05.30 WIB, masyarakat tampak antusias menyambut para peserta yang mengikuti QRIS Unsil Tasik Half Marathon 2026. Tepuk tangan, teriakan penyemangat, hingga alunan musik tradisional terdengar mengiringi para pelari yang melintasi kawasan perkotaan sampai jalur pinggiran sawah di Jalan Mashudi, Kota Tasikmalaya.
Namun di antara ribuan peserta, sosok pelari berkostum formal menjadi pusat perhatian. Peserta kategori 21 kilometer itu tampil mengenakan jas hitam lengkap dengan dasi dan sepatu pantofel. Penampilannya yang tak biasa langsung mengundang gelak tawa warga yang menyaksikan dari pinggir jalan.
“Lucu pisan, baru kali ini lihat ada yang marathon pakai jas. Tapi salut juga masih kuat lari,” ujar Diki, salah seorang warga yang menonton di sekitar lintasan.
Aksi unik tersebut membuat banyak warga spontan mengabadikan momen menggunakan telepon genggam. Beberapa penonton bahkan terdengar meneriakkan dukungan sambil tertawa ketika pelari tersebut melintas di depan mereka.
Meski tampil nyentrik, pelari itu tetap terlihat serius menyelesaikan lomba. Sesekali ia melambaikan tangan ke arah warga sambil tetap menjaga ritme lari. Saat ditemui di sela perlombaan, pria tersebut mengaku sengaja mengenakan jas agar suasana event semakin meriah dan menghibur.
“Lari itu harus hepi. Jas ini simbol kalau kita bisa tetap profesional, tapi tetap enjoy olahraga,” ujarnya sambil tersenyum dan mengatur napas.
Kemeriahan QRIS Unsil Tasikmalaya tahun ini memang terasa berbeda. Selain dipadati peserta dari berbagai daerah, antusiasme warga juga terlihat sangat tinggi. Banyak masyarakat rela berdiri sejak pagi demi menyaksikan langsung event lari yang menjadi perhatian publik Tasikmalaya tersebut.
Di beberapa titik lintasan, warga tampak ikut membantu para pelari. Sejumlah ibu-ibu terlihat membagikan air mineral secara sukarela, sementara bapak-bapak meneriakkan semangat ketika peserta mulai kelelahan memasuki kilometer akhir.
Suasana hangat itu memperkuat kesan bahwa event lari di Tasikmalaya bukan sekadar perlombaan olahraga, tetapi juga menjadi ruang hiburan dan kebersamaan masyarakat. Kehadiran peserta dengan kostum unik seperti pelari berjas pun menambah warna tersendiri dalam gelaran sport tourism Tasikmalaya tersebut.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya, Laura Rulida E.S.P., mengapresiasi tingginya partisipasi warga dalam menyambut para peserta lomba.
“Ini bukti sport tourism hidup. Warga dan pelari menyatu. Aktivitas ekonomi juga bergerak,” katanya.
QRIS Unsil Tasikmalaya sendiri menjadi salah satu event olahraga yang menyedot perhatian publik Jawa Barat pada akhir pekan ini. Selain menghadirkan ribuan pelari nasional, suasana lintasan yang ramai dan penuh hiburan membuat pengalaman marathon terasa lebih dekat dengan masyarakat.
Tak sedikit warga mengaku terhibur dengan aksi pelari pakai jas tersebut. Bagi mereka, momen itu menjadi bagian paling berkesan dari gelaran QRIS Unsil Tasikmalaya tahun ini. (DH/AS)

