lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Suasana acara resmi Pemerintah Kota Tasikmalaya mendadak berubah tegang saat terjadi momen yang dinilai tidak biasa antara Wali Kota Tasikmalaya dengan sejumlah wartawan, Sabtu (9/5/2026). Insiden itu terjadi dalam agenda penyerahan SK pensiun dan kenaikan pangkat ASN yang berlangsung di Aula BKPSDM Kota Tasikmalaya.
Peristiwa tersebut langsung menjadi perhatian para tamu undangan dan awak media yang hadir sejak awal kegiatan. Pasalnya, agenda kedinasan seperti penyerahan SK pensiun dan kenaikan pangkat biasanya berlangsung terbuka untuk peliputan media tanpa adanya pembatasan yang mencolok.
Momen Wali Kota Tasikmalaya semprot wartawan itu disebut terjadi ketika rombongan pejabat hendak memasuki area kegiatan melalui tangga menuju aula acara. Sejumlah jurnalis yang bertugas melakukan peliputan ikut bergerak naik untuk mengambil gambar, video, dan dokumentasi suasana kegiatan.
Namun, di tengah situasi tersebut, beberapa wartawan mendengar ucapan yang dilontarkan Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan. Salah seorang wartawan menuturkan, ucapan itu membuat suasana yang sebelumnya biasa saja mendadak berubah tegang dan canggung.
“Beliau bilang, ‘kenapa pada ikut naik?’,” ujar seorang wartawan sambil memperagakan situasi yang terjadi saat itu. Menurutnya, ucapan tersebut dilontarkan ketika awak media mengikuti arah rombongan menuju lokasi acara resmi Pemkot Tasikmalaya.
Sejumlah wartawan Tasikmalaya mengaku cukup terkejut dengan respons tersebut. Mereka menyebut peliputan media dalam kegiatan pemerintahan merupakan hal yang lumrah karena agenda tersebut berkaitan langsung dengan aktivitas kedinasan dan pelayanan publik.
“Biasanya kalau ada wali kota atau kegiatan penyerahan SK seperti ini, media bisa meliput dengan normal. Jadi tadi suasananya cukup bikin bingung,” kata salah satu wartawan yang meminta namanya tidak dipublikasikan.
Agenda yang digelar di Aula BKPSDM Kota Tasikmalaya itu berkaitan dengan Penyerahan Keputusan Wali Kota tentang Pemberhentian dan Pemberian Pensiun PNS TMT 1 Mei 2026. Selain itu, dilakukan pula penyerahan keputusan kenaikan pangkat ASN periode 1 Mei 2026.
Dalam kegiatan tersebut tampak hadir sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya. Para ASN penerima keputusan pensiun dan kenaikan pangkat juga terlihat mengikuti jalannya acara hingga selesai.
Kehadiran media sejak awal kegiatan sebenarnya untuk mendokumentasikan agenda seremonial tersebut sekaligus memperoleh informasi resmi terkait penyerahan SK pensiun dan kenaikan pangkat ASN. Dokumentasi kegiatan pemerintahan seperti itu juga kerap menjadi bagian dari informasi publik yang disampaikan kepada masyarakat.
Peristiwa ini semakin menarik perhatian karena insiden Wali Kota Tasikmalaya semprot wartawan terjadi hanya beberapa hari sebelum keberangkatan haji. Momen tersebut pun cepat menyebar di kalangan wartawan lokal yang berada di lokasi kegiatan.
Hingga acara selesai, belum ada penjelasan resmi dari pihak Pemerintah Kota Tasikmalaya terkait alasan munculnya teguran tersebut. Belum diketahui pula apakah terdapat aturan atau pembatasan tertentu terhadap peliputan media dalam agenda resmi tersebut.
Meski demikian, sejumlah wartawan tetap melanjutkan tugas jurnalistiknya hingga kegiatan berakhir. Mereka masih mengambil dokumentasi kegiatan dan mengikuti jalannya acara sampai selesai.
Peristiwa Wali Kota Tasikmalaya semprot wartawan itu pun menjadi perbincangan di kalangan awak media lokal karena dianggap sebagai momen yang tidak biasa dalam agenda resmi pemerintahan. (DH)

