lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Suasana di hadapan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Ciamis mendadak berubah serius saat Bupati Ciamis Bupati Herdiat Sunarya melontarkan pernyataan menantang kepada organisasi mahasiswa tersebut.
Bupati Herdiat menilai organisasi mahasiswa tidak cukup hanya dikenal aktif dalam forum diskusi maupun kegiatan seremonial semata. Menurutnya, organisasi mahasiswa harus mampu menunjukkan kontribusi yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Ucapan Bupati Herdiat itu langsung memantik perhatian peserta. Terlebih, pernyataan tersebut disampaikan saat membahas posisi mahasiswa di tengah perubahan sosial dan tantangan pembangunan daerah yang semakin kompleks.
“PMII jangan hanya menjadi ruang diskusi. Organisasi ini harus hadir dengan gerakan nyata yang bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Bupati Herdiat.
Pernyataan itu disampaikan Bupati Herdiat saat menghadiri pelantikan pengurus PMII dan Korps PMII Putri (KOPRI) Kabupaten Ciamis masa khidmat 2025–2027 di Aula BKPSDM Ciamis, Kamis (7/5/2026).
Bupati Herdiat mengatakan, mahasiswa memiliki posisi penting sebagai agen perubahan sekaligus kontrol sosial dalam pembangunan daerah. Karena itu, PMII Ciamis dinilai harus mampu menunjukkan kontribusi yang berdampak, terutama bagi generasi muda.
Menurut Bupati Herdiat, tantangan pembangunan daerah tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah. Keterlibatan organisasi mahasiswa dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia serta membangun kesadaran sosial di tengah masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Herdiat turut mengapresiasi kepengurusan PMII sebelumnya yang dinilai tetap aktif menjalankan berbagai kegiatan organisasi dan sosial.
Bupati Herdiat berharap kepengurusan baru PMII Ciamis mampu menjaga soliditas organisasi sekaligus melahirkan kader yang memiliki kapasitas intelektual dan kepedulian sosial yang kuat.
“Perubahan besar selalu dimulai dari keberanian mengambil langkah kecil. PMII harus menjadi bagian dari solusi dan ikut menjawab tantangan masyarakat hari ini,” katanya.
Belakangan diketahui, tantangan yang disampaikan Bupati Herdiat bukan diarahkan pada hal negatif ataupun kritik terhadap organisasi mahasiswa tersebut. Pernyataan itu justru berkaitan dengan dorongan agar PMII Ciamis lebih aktif menghadirkan program konkret yang menyentuh masyarakat secara langsung.
Salah satu yang mendapat perhatian Bupati Herdiat yakni peluncuran program PMII Speaking Center English Ciamis yang digagas pengurus PMII Kabupaten Ciamis.
Program pelatihan bahasa Inggris itu disebut menjadi bagian dari gerakan “Ciamis Global” yang mulai dibangun PMII Ciamis sebagai upaya meningkatkan kualitas generasi muda, khususnya dalam kemampuan komunikasi dan penguasaan bahasa asing.
“Kemampuan komunikasi dan penguasaan bahasa asing hari ini menjadi kebutuhan penting. Anak muda harus punya kemampuan akademik sekaligus soft skill yang kuat,” ujar Bupati Herdiat.
Ketua PMII Kabupaten Ciamis terpilih, Husni Mubarok, mengatakan program tersebut lahir dari keinginan organisasi agar lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, PMII Ciamis ingin hadir tidak hanya dalam ruang organisasi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi generasi muda di daerah.
Husni menyebut, puluhan peserta dari berbagai sekolah di Kabupaten Ciamis telah mengikuti pelatihan bahasa Inggris yang digelar secara bertahap.
Melihat tingginya antusiasme peserta, PMII Ciamis kini mulai menyiapkan pengembangan program hingga tingkat kecamatan melalui konsep “English in Village”.
“Kami ingin program ini hadir sampai ke kecamatan-kecamatan. Harapannya bisa menjadi ruang belajar baru bagi generasi muda di desa,” kata Husni. (AS)

