lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Semangat kaderisasi dan penguatan organisasi mewarnai pelantikan enam lembaga di bawah naungan GP Ansor Kota Tasikmalaya. Pelantikan yang dipimpin langsung Aj. Bubung Nizar itu berlangsung khidmat sekaligus penuh semangat militansi kader.
Di hadapan ratusan kader Ansor dan Banser, Aj. Bubung menegaskan bahwa pelantikan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan langkah strategis memperkuat peran Nahdlatul Ulama di tengah tantangan zaman.
“Ini bukan sekadar pelantikan. Ini ikrar perjuangan. Enam lembaga ini adalah pasukan terdepan NU di garis depan. Menjaga akidah, membela negara, dan melayani umat,” tegasnya.
Enam lembaga yang dilantik bergerak di berbagai bidang strategis, mulai dari pengkaderan, dakwah, ekonomi, hukum, media, hingga kebencanaan.
Seluruhnya diproyeksikan menjadi motor gerakan Ansor dalam menjawab dinamika sosial, digital, hingga penguatan ekonomi umat.
Menurut Aj. Bubung, GP Ansor tidak boleh hanya hadir dalam kegiatan seremonial keagamaan, tetapi harus mampu masuk ke seluruh ruang kehidupan masyarakat.“Ansor harus hadir di semua lini.
Dari masjid sampai media sosial, dari desa sampai pusat ekonomi masyarakat,” ujarnya.Prosesi pelantikan berlangsung penuh simbol organisasi.
Para ketua lembaga maju satu per satu menerima surat keputusan dan panji organisasi sebelum mengucapkan baiat di hadapan peserta yang hadir.
Momentum itu menjadi penanda dimulainya tanggung jawab baru bagi para kader muda Ansor di Kota Tasikmalaya.
Sementara itu, perwakilan PW Ansor Jawa Barat, Husna Nustofa, menilai pembentukan enam lembaga tersebut menjadi energi baru bagi gerakan Ansor di daerah.
“Dengan hadirnya enam lembaga ini, gerakan Ansor di Kota Tasikmalaya akan semakin terstruktur dan kuat. Kami siap berkolaborasi dengan pemerintah, pesantren, dan seluruh elemen masyarakat demi kemaslahatan umat,” katanya.
Baca Juga : Polres Garut Kawal Pelepasan Jemaah Haji Kloter 22
Menutup sambutannya, Aj. Bubung mengingatkan seluruh pengurus agar menjadikan organisasi sebagai ruang pengabdian, bukan sekadar tempat mencari popularitas.
“Lembaga ini bukan tempat cari nama. Ini ladang khidmah. Ansor harus bergerak cepat, tepat, dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” tandasnya.
Pelantikan tersebut sekaligus menjadi penanda arah baru GP Ansor Kota Tasikmalaya yang ingin tampil lebih adaptif menghadapi era digital, penguatan ekonomi umat, hingga isu-isu kebangsaan.(DH)

