Fikri PUI: “Pemkot Harus Berpihak pada Sukwan Pengangkut Sampah Kota Tasikmalaya”

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Ketua Pemuda PUI Kota Tasikmalaya, Fikri Dikriansyah, meminta Pemerintah Kota Tasikmalaya untuk lebih menunjukkan keberpihakan terhadap para sukwan pengangkut sampah yang selama ini membantu menjaga kebersihan kota.

Menurut Fikri, keberadaan para sukwan pengangkut sampah sudah terlalu lama berada dalam ketidakjelasan, padahal mereka setiap hari menjalankan pekerjaan yang sangat penting bagi masyarakat.

“Pemkot harus lebih empati dan berpihak kepada para sukwan pengangkut sampah Kota Tasikmalaya. Mereka ini bekerja setiap hari menjaga kota tetap bersih,” ujar Fikri, Rabu (7/5/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul polemik para sukwan pengangkut sampah yang sempat melakukan aksi mogok kerja beberapa waktu lalu.

Aksi itu dipicu keluhan para sukwan yang disebut tidak pernah menerima penghasilan resmi dari pemerintah daerah karena dianggap tidak memiliki dasar hukum dan status kepegawaian yang jelas.

Namun aksi mogok tersebut tidak berlangsung lama.

Sejumlah sukwan memilih kembali bekerja karena khawatir sampah akan semakin menumpuk di sejumlah titik di Kota Tasikmalaya.

Menurut Fikri, keputusan para sukwan untuk kembali bekerja di tengah kondisi mereka yang tidak jelas justru menunjukkan besarnya kepedulian mereka terhadap kota.

“Mereka ini luar biasa. Dalam kondisi seperti itu masih memikirkan masyarakat dan kondisi kota. Harusnya ini jadi perhatian serius pemerintah,” katanya.

Fikri menilai persoalan para sukwan pengangkut sampah tidak seharusnya terus berhenti pada alasan administratif semata.

Menurutnya, kalau memang pemerintah memiliki niat untuk mencari solusi, sebenarnya selalu ada jalan yang bisa ditempuh tanpa harus melanggar aturan.

“Kalau memang tidak bisa lewat skema tertentu, ya cari jalan lain. Bentuk wadah misalnya, mau yayasan, paguyuban, koperasi atau bentuk lain yang legal. Lalu pemerintah bantu lewat mekanisme yang memungkinkan,” ujarnya.

Ia mencontohkan, pemerintah daerah sebenarnya bisa mendorong para sukwan masuk ke dalam satu wadah resmi agar nantinya memiliki dasar administratif yang lebih jelas.

“Kalau memang sama sekali tidak ada jalan lain, dorong mereka masuk dalam satu wadah. Setelah itu cari mekanisme yang sah, misalnya bantuan rutin atau bentuk fasilitasi lain yang legal,” kata Fikri.

Menurutnya, pemerintah Kota Tasikmalaya seharusnya tidak membiarkan kondisi para sukwan berlangsung tanpa kepastian selama bertahun-tahun.

Apalagi, kata dia, para pengangkut sampah tersebut selama ini menjadi bagian penting dalam operasional kebersihan Kota Tasikmalaya.

“Selama ada niat, pasti ada jalan. Jangan sampai alasannya terus soal aturan, tapi tidak pernah benar-benar ada upaya mencari solusi,” tegasnya.

Fikri juga menyinggung adanya aturan dalam Perpres Nomor 46 Tahun 2025 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang membuka ruang pelibatan kelompok masyarakat dalam mekanisme swakelola.

Dalam aturan tersebut dijelaskan bahwa Swakelola merupakan cara memperoleh barang/jasa yang dikerjakan sendiri oleh pemerintah, organisasi kemasyarakatan, atau kelompok masyarakat.

Bahkan dalam ketentuan Swakelola Tipe IV disebutkan bahwa pelaksanaannya dapat dilakukan berdasarkan kontrak antara PPK dengan pimpinan kelompok masyarakat.

Menurut Fikri, regulasi seperti itu seharusnya menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk mulai mencari formulasi yang lebih manusiawi bagi para sukwan pengangkut sampah.

Ia juga menilai pemerintah daerah sebenarnya memiliki pengalaman dalam membuat berbagai skema pengadaan jasa tenaga operasional di lingkungan pemerintahan.

Karena itu, ia berharap persoalan para sukwan pengangkut sampah tidak lagi dibiarkan menggantung tanpa arah penyelesaian yang jelas.

“Kalau kondisi seperti ini terus dibiarkan bertahun-tahun, ini namanya pendzaliman. Mereka bekerja untuk kota, tapi hidup mereka tidak pernah benar-benar dipikirkan,” ujarnya.

Fikri berharap pemerintah daerah segera membuka ruang dialog dan mencari solusi konkret agar para sukwan pengangkut sampah mendapatkan kepastian yang lebih layak dan manusiawi.

“Sampah ini urusan penting kota. Dan orang-orang yang mengurusnya juga harus diperlakukan dengan layak,” pungkasnya. (AS)


Berita sebelumnya:
Sukwan Pengangkut Sampah Kota Tasikmalaya: Memang Tak Bisa Digaji, tapi…
Sekitar 50% Pengangkut Sampah di Kota Tasikmalaya Ternyata Tak Pernah Dapat Upah!

Aturan Belanja Pegawai 30 Persen dan Infrastruktur 40 Persen Resmi Ditunda

lintaspriangan.com, BERITA NASIONAL. Pemerintah daerah mendapat ruang bernapas dalam mengatur belanja APBD. Kewajiban membatasi belanja pegawai maksimal 30 persen dan mengalokasikan belanja infrastruktur pelayanan...

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

33.878 Warga Terdampak Kekeringan, PerumDAM Tirta Galuh Jaga Pelayanan Air Bersih

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Air baru benar-benar terasa berharganya ketika...

Tasikmalaya: 450 Warga Sukarame Terima Bantuan Air Bersih

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Bagi sebagian orang, air bersih mungkin...

23 Pemuda Diamankan saat Konsumsi Miras di Kota Tasikmalaya

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Sebanyak 23 pemuda dan pemudi diamankan...

Lintas Priangan Buka Pelatihan Gratis Mata Rakyat, Aplikasi Pemantau Belanja Pemkot Tasikmalaya

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Lintas Priangan membuka pelatihan gratis penggunaan...

Jurnalis Tasikmalaya Berduka, Hendra Herdiana Kontributor Metro TV Tutup Usia

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Kabar duka datang dari dunia jurnalis...

JAWA BARAT

Revitalisasi Pasar Ciroyom Siapkan 1.045 Ruang Dagang, Pedagang Minta Kepastian Harga

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Perumda Pasar Juara Kota Bandung menyiapkan...

Kebakaran TPA Cikundul Belum Padam, 400 Personel Dikerahkan

lintaspriangan.com, BERITA SUKABUMI. Kebakaran TPA Cikundul Sukabumi belum sepenuhnya...

Layanan RSUD Kabupaten Bekasi Kembali Normal Usai Kebakaran Panel Listrik

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Pelayanan RSUD Kabupaten Bekasi kembali berjalan...

Kasus Lapas Cibinong Masuk DPR, 13 Rumah Dinas Belum Tercatat sebagai Aset Negara

lintaspriangan.com, BERITA NASIONAL.– Kasus Lapas Cibinong memasuki babak baru...

63 Atlet Tenis Meja Jawa Barat Berlaga di Kejurnas 2026

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Sebanyak 63 atlet tenis meja...

Miras hingga Simulator Golf Lenyap, 5 Pejabat Lapas Cibinong Dicopot

lintaspriangan.com, BERITA BOGOR. Ada yang berubah di Lapas Kelas...

IPB University Buka 117 Lowongan Pegawai Kontrak, Ada 50 Formasi Dosen

lintaspriangan.com, BERITA BOGOR. Peluang kerja di lingkungan perguruan tinggi...

Gapura Pecinan Cirebon Diresmikan, Winaon Dikembangkan Jadi Destinasi Wisata

lintaspriangan.com, BERITA CIREBON. Gapura Pecinan Cirebon di kawasan Jalan...

Olahraga

Popular Categories