lintaspriangan.com, BERITA OLAHRAGA. Skor Inter vs Parma berakhir 2-0 dalam lanjutan Serie A pekan ke-35, dan hasil ini terasa lebih besar dari sekadar angka di papan. Inter Milan tampil dominan sejak awal hingga akhir saat menjamu Parma Calcio di Stadio Giuseppe Meazza, Senin (4/5/2026) dini hari WIB.
Kemenangan ini bukan hanya mempertegas posisi Inter di puncak klasemen Serie A 2026, tetapi juga memperlihatkan perbedaan level yang begitu jelas antara kedua tim. Dengan tambahan tiga poin, Inter kini semakin menjauh dan hampir tak tersentuh dalam perburuan gelar.
Sejak peluit pertama, Inter langsung mengambil kendali permainan. Tempo tidak terlalu cepat, namun tekanan mereka konstan dan terorganisir. Parma dipaksa bertahan dalam waktu lama, dan setiap upaya untuk keluar dari tekanan selalu kandas sebelum berkembang menjadi ancaman nyata.
Gol pembuka akhirnya lahir di momen krusial. Pada menit 45+1, Marcus Thuram memecah kebuntuan lewat penyelesaian tenang setelah menerima umpan matang dari Piotr Zielinski. Gol ini menjadi titik balik yang menegaskan dominasi Inter sepanjang babak pertama.
Memasuki babak kedua, Inter tidak mengendurkan tekanan. Justru sebaliknya, mereka semakin nyaman mengontrol ritme permainan. Parma yang mencoba bermain lebih terbuka malah kesulitan menjaga keseimbangan, membuat ruang demi ruang terbuka untuk tuan rumah.
Gol kedua Inter hadir pada menit ke-80 melalui Henrikh Mkhitaryan. Berawal dari kombinasi rapi di lini depan, bola akhirnya diselesaikan dengan akurat tanpa memberi peluang bagi kiper Parma untuk bereaksi. Skor 2-0 pun menjadi penutup yang terasa wajar melihat jalannya pertandingan.
Dalam hasil Inter vs Parma kali ini, statistik menunjukkan dominasi mutlak. Inter mencatatkan expected goals (xG) sebesar 2.08, berbanding jauh dengan Parma yang hanya 0.27. Total tembakan 12 berbanding 4, dengan lima di antaranya tepat sasaran—sementara Parma tidak mampu mencatatkan satu pun tembakan ke arah gawang.
Penguasaan bola juga berpihak pada Inter dengan 59 persen, namun yang lebih mencolok adalah jumlah sentuhan di kotak penalti lawan, yakni 36 berbanding 6. Angka ini menggambarkan betapa seringnya Inter menekan dan betapa jarangnya Parma benar-benar masuk ke area berbahaya.
Kemenangan ini semakin memperkuat narasi bahwa Inter bukan hanya menang, tetapi mendominasi. Konsistensi performa mereka sepanjang musim menjadi faktor utama mengapa mereka kini berada di ambang gelar juara. Dalam beberapa pekan ke depan, bukan lagi soal apakah mereka juara, melainkan kapan momen itu resmi terjadi.
Di sisi lain, Parma harus menerima kenyataan pahit dari laga ini. Minimnya kreativitas di lini depan serta kesulitan keluar dari tekanan membuat mereka nyaris tanpa peluang. Dalam pertandingan seperti ini, bertahan saja tidak cukup—dan Parma tidak mampu melakukan lebih dari itu.
Dengan hasil ini, skor Inter vs Parma 2-0 menjadi salah satu penegasan paling jelas musim ini: Inter Milan adalah tim paling siap, paling stabil, dan paling dekat dengan trofi Serie A 2026.
Dan jika performa seperti ini terus berlanjut, mungkin satu-satunya hal yang bisa menghentikan Inter sekarang… hanyalah kalender yang menunggu hari penyerahan piala.









