Home Priangan Timur Berita Ciamis Wujudkan Zero Stunting, Sindangrasa Gandeng Fikes Unigal

Wujudkan Zero Stunting, Sindangrasa Gandeng Fikes Unigal

Sindangrasa Gandeng FIKES Unigal wujudkan Zero New stunting

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Pemerintah Kelurahan Sindangrasa bergerak cepat memperkuat upaya percepatan penurunan stunting dengan menggandeng Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) Universitas Galuh Ciamis.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui intervensi langsung kepada kelompok rentan di masyarakat, mulai dari balita stunting, ibu hamil dengan kekurangan energi kronis (KEK), hingga bayi berat lahir rendah (BBLR).

Program diawali dengan kegiatan kunjungan lapangan dan penyuluhan kesehatan di wilayah Posyandu RW 07 Kelurahan Sindangrasa, Rabu (6/5/2026), yang melibatkan puluhan mahasiswa profesi kebidanan Fikes Unigal.

Lurah Sindangrasa, Derry Yusman, mengatakan langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah kelurahan dalam mewujudkan target zero new stunting di wilayahnya.

Menurutnya, penanganan stunting tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk perguruan tinggi.

“Kolaborasi ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Kami ingin ada intervensi nyata yang langsung menyentuh keluarga sasaran, sehingga penanganan stunting bisa lebih efektif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menegaskan, langkah tersebut juga sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Ciamis dalam penguatan kesehatan ibu dan anak.

Secara regulasi, kebijakan itu tertuang dalam Peraturan Daerah Kabupaten Ciamis Nomor 2 Tahun 2021 tentang Kesehatan Ibu dan Anak, yang diperkuat melalui Peraturan Bupati Ciamis Nomor 38 Tahun 2020 tentang Percepatan Pencegahan Stunting Terintegrasi.

“Regulasi itu menjadi dasar bagi kami di tingkat kelurahan untuk terus bergerak menekan angka stunting melalui kolaborasi dan pendekatan langsung kepada masyarakat,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, sebanyak 65 mahasiswa kebidanan diterjunkan selama tiga hari kegiatan. Hari pertama difokuskan pada balita stunting, hari kedua menyasar ibu hamil KEK, dan hari ketiga penanganan bayi BBLR.

Mahasiswa dibagi menjadi dua kelompok, yakni tim penyuluhan di posyandu bersama kader kesehatan dan tim kunjungan rumah kepada keluarga sasaran.

Sedikitnya enam balita stunting menjadi sasaran awal intervensi melalui edukasi kesehatan, pendampingan keluarga, hingga pemantauan kondisi anak secara langsung.

Derry menyebut antusiasme masyarakat cukup tinggi. Baik kader posyandu maupun keluarga sasaran aktif mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

“Harapannya kegiatan ini tidak berhenti di sini. Kami ingin ada kesinambungan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ucapnya.

Baca Juga : Zakat ASN Ciamis Dipersoalkan Soal Nisab Sisorot

Sementara itu, Dekan Fikes Universitas Galuh, Dr. Tita Rohita, menyampaikan pihaknya menyambut baik kolaborasi tersebut sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.

“Kami siap mendukung upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Sindangrasa akan menjadi wilayah binaan kami agar pendampingan dapat berjalan berkelanjutan,” katanya.

Melalui sinergi tersebut, Pemerintah Kelurahan Sindangrasa optimistis target zero new stunting dapat tercapai sekaligus memperkuat kualitas kesehatan ibu dan anak di tingkat masyarakat. (NID)