Sanksi AFC Persib, Bobotoh Jangan Cuma Marah! Siapa yang Bayar Dendanya?

lintaspriangan.com, BERITA OLAHRAGA. Persib Bandung harus menerima kenyataan pahit setelah Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menjatuhkan sanksi berat akibat pelanggaran disiplin dan keamanan yang terjadi dalam pertandingan di kompetisi Asia.

Sanksi tersebut bukan sekadar teguran. Persib diwajibkan membayar denda sebesar 200 ribu dolar AS atau sekitar Rp3,5 miliar serta menjalani dua pertandingan kandang kompetisi AFC berikutnya tanpa penonton. Persib juga berada dalam masa percobaan selama dua tahun. Jika pelanggaran serupa kembali terjadi, hukuman yang lebih berat bisa menanti.

Pertanyaannya kemudian sederhana: siapa yang dirugikan?

Jawabannya jelas, Persib.

Bukan oknum yang menyalakan flare, turun ke lapangan, melempar benda atau melakukan tindakan yang melanggar aturan. Klub yang harus menanggung konsekuensinya.

Sanksi AFC Bukan Perkara Sepele

AFC menjatuhkan hukuman setelah menemukan sejumlah pelanggaran dalam pertandingan Persib, termasuk persoalan keamanan dan perilaku suporter.

Dalam keputusan tersebut, Persib dikenai denda finansial sekaligus hukuman pertandingan tanpa penonton.

Artinya, dampaknya tidak berhenti pada angka denda.

Ketika Persib harus bermain tanpa dukungan langsung Bobotoh, atmosfer pertandingan ikut berubah. Klub juga kehilangan potensi pemasukan dan keuntungan lain yang seharusnya bisa diperoleh dari pertandingan kandang.

Lebih jauh lagi, reputasi Persib di level Asia ikut dipertaruhkan.

Cinta Persib Bukan Berarti Bebas Bertingkah

Di sinilah Bobotoh perlu melakukan introspeksi.

Mendukung Persib dengan nyanyian, koreografi, loyalitas dan energi positif tentu menjadi bagian penting dari sepak bola. Dukungan suporter bahkan menjadi salah satu kekuatan terbesar Maung Bandung.

Tetapi cinta kepada Persib tidak boleh berubah menjadi tindakan yang justru menghukum Persib.

Kalau benar-benar cinta Persib, jangan menyalakan flare sembarangan, jangan melempar benda ke lapangan, jangan melakukan invasi ke lapangan, jangan merusak fasilitas, dan jangan melakukan tindakan lain yang berpotensi membuat klub kembali berhadapan dengan Komdis PSSI maupun AFC.

Karena ketika aturan dilanggar, yang membayar mahal bukan hanya pelakunya.

Persib yang menanggung akibatnya.

Emang Bobotoh Mau Patungan Bayar Denda?

Ini pertanyaan yang mungkin terdengar sederhana, tetapi justru perlu dijawab dengan jujur.

Ketika Persib Bandung harus membayar denda miliaran rupiah akibat pelanggaran, apakah para pelaku akan patungan untuk mengganti uang tersebut?

Belum tentu.

Pada akhirnya, beban tersebut menjadi tanggung jawab klub.

Uang yang seharusnya bisa digunakan untuk pengembangan tim, fasilitas latihan, perekrutan pemain, pembinaan pemain muda atau kebutuhan operasional lainnya justru harus keluar untuk membayar konsekuensi dari pelanggaran.

Jadi jangan sampai ada anggapan bahwa denda AFC hanyalah angka di atas kertas.

Itu adalah uang nyata yang keluar dari klub.

Dan ketika pertandingan kandang harus digelar tanpa penonton, kerugiannya juga bukan sekadar soal suasana stadion yang sepi.

Bobotoh Harus Jadi Kekuatan, Bukan Beban Persib

Mayoritas Bobotoh tentu menginginkan Persib semakin besar dan berprestasi.

Karena itu, dukungan harus diarahkan menjadi kekuatan.

Buktikan bahwa Bobotoh bisa menjadi suporter yang fanatik sekaligus tertib. Bisa bernyanyi keras tanpa melakukan kekerasan. Bisa membuat koreografi luar biasa tanpa melanggar aturan. Bisa mendukung tim sampai peluit akhir tanpa merusak fasilitas maupun mengganggu keselamatan orang lain.

Jangan sampai aksi segelintir orang membuat seluruh Bobotoh mendapat cap negatif.

Apalagi Persib kini bermain di level Asia dan membawa nama Bandung serta Indonesia.

Setiap tindakan di stadion tidak lagi hanya dilihat oleh penonton di tribun. Ada perangkat pertandingan, lawan, AFC, media, dan publik sepak bola internasional yang ikut menyaksikan.

Kalau Cinta Persib, Jaga Persib

Sanksi AFC seharusnya menjadi pelajaran serius.

Persib sudah membayar mahal akibat pelanggaran yang terjadi. Kini jangan sampai sejarah yang sama terulang.

Untuk para suporter yang benar-benar mencintai Persib, dukunglah Maung Bandung dengan cara yang membuat klub bangga, bukan dengan tindakan yang membuat manajemen kembali membuka dompet untuk membayar denda.

Sebab sederhana saja: kalau Persib kembali didenda karena ulah suporter, yang rugi tetap Persib.

Dan kalau suatu hari klub kembali harus membayar denda miliaran rupiah, pertanyaannya tetap sama:

Emang Bobotoh mau patungan membayar dendanya?

Kalau jawabannya tidak, maka cara paling sederhana untuk membantu Persib adalah jangan melakukan tindakan yang membuat klub kembali dihukum.

Cinta Persib bukan hanya soal datang ke stadion, bernyanyi paling keras atau mengaku paling loyal. Cinta Persib juga berarti tahu kapan harus menahan diri, menghormati aturan dan menjaga nama baik Maung Bandung.

Karena Persib membutuhkan Bobotoh sebagai kekuatan ke-12, bukan sebagai alasan klub kembali menerima hukuman. (HS)

Wisuda OHAN

H. Aslim: Wisuda OHAN Bukan Sekadar Mencetak Hafidz, tapi Menyiapkan Masa...

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Ketua DPRD Kota Tasikmalaya H. Aslim menghadiri Wisuda OHAN (One Kelurahan One Hafidz) di Kota Tasikmalaya, Jumat (4/9/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Wali...

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

Pelantikan GEKRAFS Kota Tasikmalaya, H. Aslim: Ekonomi Kreatif Harus Naik Kelas

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Pelantikan GEKRAFS Kota Tasikmalaya bukan sekadar menambah satu...

H. Aslim: Wisuda OHAN Bukan Sekadar Mencetak Hafidz, tapi Menyiapkan Masa Depan

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Ketua DPRD Kota Tasikmalaya H. Aslim menghadiri...

Ohan Hafiz Tasikmalaya Wisuda 44 Peserta, 26 Tuntaskan Hafalan 30 Juz

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Sebanyak 44 peserta Ohan Hafiz Tasikmalaya Angkatan I...

Pendakian Gunung Garut Ditutup Sementara Selama Musim Kemarau

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Kebijakan penutupan sementara pendakian gunung Garut memasuki...

Pangandaran Air Show 2026 Dimulai Hari Ini, Pesta Rakyat Gratis Digelar Malam

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Pangandaran Air Show 2026 mulai digelar Jumat,...

JAWA BARAT

Kasus Kematian Wanita Cianjur, Pelaku ditangkap di Sukabumi

lintaspriangan.com, BERITA CIANJUR – Misteri kematian Imas Maska, perempuan...

PGRI Jabar Kawal Kasus Oknum Wartawan Sukabumi

lintaspriangan.com, BERITA SUKABUMI. Kasus dugaan intimidasi terhadap Kepala SDN...

Sopir Pikap Cium Bau Aneh, Kardus Berisi Mayat Perempuan di Bandung Terbongkar

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Misteri penemuan jasad perempuan berinisial SM...

Dua ASN Disnaker Cimahi Ditahan, Dugaan Korupsi Program Pelatihan Kerja

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Program pelatihan dan produktivitas tenaga...

SIM Keliling Bandung 2 September Buka di ITC Kebon Kalapa dan Tenth Avenue

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Layanan SIM Keliling Bandung tersedia di dua...

Wanita dalam Kardus di Bandung, Tersangka Ditangkap Kurang dari Enam Jam

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Perkembangan kasus wanita dalam kardus di Kota...

Tak Diberi Pulus, Pria Mengaku Wartawan Ngamuk di SD Sukabumi

lintaspriangan.com, BERITA SUKABUMI. Permintaan uang Rp100 ribu berujung keributan...

Misteri Kematian Perempuan di Mes Peternakan Ayam Cianjur

lintaspriangan.com, BERITA CIANJUR. Misteri kematian seorang perempuan yang ditemukan...

Olahraga

Popular Categories