lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Rencana Pemerintah Kabupaten merevitalisasi Mess Pemerintah Daerah menjadi penginapan umum mulai memunculkan perdebatan baru.
Di tengah pembahasan konsep bisnis dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), muncul dorongan agar wajah baru mess pemerintah itu tetap mempertahankan identitas budaya lokal.
Revitalisasi aset daerah yang berada di bawah pengelolaan Badan Pendapatan Daerah itu disebut sebagai langkah pemerintah untuk mengoptimalkan aset tanpa menambah beban masyarakat melalui kebijakan fiskal baru.
Namun, wacana perubahan konsep sekaligus nama mess memantik perhatian sejumlah kalangan. Salah satu usulan datang dari Forum Mahasiswa dan Pemuda Galuh Tabayyun (Formagat).
Sekjen Formagat Fauzi Ridwan SH,.MH. menilai modernisasi fasilitas seharusnya tidak menghilangkan karakter khas daerah.
Menurut dia, identitas lokal justru dapat menjadi kekuatan utama dalam pengembangan aset daerah, terutama ketika diarahkan menjadi penginapan yang terbuka untuk masyarakat umum.
“Revitalisasi itu langkah positif, apalagi jika orientasinya meningkatkan PAD tanpa membebani masyarakat. Tapi identitas daerah jangan sampai hilang,” kata Fauzi, Kamis (7/5/2026).
Ia mengusulkan nama “Galendo” sebagai identitas baru mess pemerintah daerah.
Bagi Fauzi, galendo bukan sekadar kuliner khas, melainkan simbol budaya yang selama ini melekat dengan citra Tatar Galuh.“Ketika orang mendengar Galendo, orang langsung ingat Ciamis. Itu punya kekuatan branding yang kuat,” ujarnya.
Penggunaan nama berbasis identitas lokal justru dapat memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif daerah. Di tengah persaingan industri penginapan, kata Fauzi, kekhasan budaya menjadi nilai tambah yang tidak dimiliki semua daerah.Ia juga menilai pendekatan bisnis dalam pengelolaan aset pemerintah merupakan langkah realistis di tengah tantangan fiskal daerah.
Namun orientasi ekonomi, menurut dia, tetap perlu berjalan beriringan dengan pelestarian budaya.“Jangan hanya menjadi penginapan biasa. Kalau konsep lokalnya kuat, tempat itu bisa menjadi etalase budaya Ciamis,” katanya.
Baca Juga : Penuh Haru 22 Jamaah Kota Banjar Dilepas Wakil WalikotaBelakangan, rencana perubahan wajah Mess Pemda memang ramai diperbincangkan masyarakat. Selain diproyeksikan menjadi sumber PAD baru, penginapan tersebut diharapkan mampu menghadirkan citra baru daerah tanpa melepaskan akar budaya Galuh yang selama ini menjadi identitas Kabupaten Ciamis. (NID)

