litaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Ratusan Warga binaan Lapas Kelas IIB Tasikmalaya sukses ciptakan bambu menjadi hiasan yang menarik menjadikan sebuah cenderamata kreasi kelas Premiun yang bernilai tinggi, kegiatan itu dilakukan di ruang khusus pembuatan, Sabtu(9/5/2026).
Salah seorang warga binaan berinisial EH(54) warga Mangkubumi mengaku pengerjaan kerajinan tangan dilakukan setiap hari dan kalau sedang sibuk ada tamu kegiatan pembuatan dihentikan dulu.
“Yah itu kalau kehidupan di dalam jeruji besi, terkadang kegiatan kita terganggu dengan banyaknya tamu, seperti contoh pembuatan kapal perahu yang seharusnya selesai tiga hari ini baru selesai dua minggu, “ujar EH
Menurutnya, kerajinan tangan ini yang paling sulit mencari image seperti apa, karena harus sesuai yang kita harapkan.
“Seperti membuat hewan biawak yang terbuat dari akar pohon kelapa, kemudian rumah sunda, minang jadi estetik nilai terjual tinggi, “katanya.
EH menambahkan tak semua warga binaan bisa ikut dalam kreasi seni pembuatan kerajinan tangan, karena wajib melewati skrining ketat dan skill yang bisa lolos seleksi.
Sementara itu, Kasubsi Kegiatan Kerja Arief Setiyo Budiarto menyebut setiap warga binaan yang masuk ke lapas kelas IIB Tasikmalaya, kita lakukan pembinaan supaya mereka bisa menciptakan karya nyata selama berada di dalam lapas.
“Yah kita cek dulu kemampuannya. Kalau memang punya bakat dan tekun, langsung kita bina dan mengikuti pelatihan,” ujar Arief.
Dikatakan Arief, setiap warga binaan yang masuk ke Lapas Kelas IIB Tasikmalaya sejatinya memiliki potensi dan bakat yang berbeda-beda.
Karena itu, pembinaan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada aspek keamanan dan kedisiplinan, tetapi juga diarahkan untuk menggali kemampuan serta keterampilan yang dimiliki masing-masing warga binaan.
Ia menilai, banyak warga binaan yang sebenarnya memiliki kemampuan di bidang seni, keterampilan, hingga kreativitas usaha, namun sebelumnya belum mendapatkan ruang untuk berkembang.
Melalui berbagai program pembinaan di dalam lapas, potensi tersebut perlahan mulai muncul dan berkembang menjadi kemampuan yang produktif.“Setiap warga binaan punya bakat dan kelebihan masing-masing. Tinggal bagaimana kita mengarahkan dan memberikan wadah agar kemampuan itu bisa berkembang menjadi sesuatu yang positif,” ujar .
Baca Juga : DPRD Ciamis Desak KDM Atasi Krisis Air Ciamis Selatan Jangan Sekedar Pencitraan
Menurutnya, pembinaan keterampilan menjadi bagian penting dalam proses pembentukan mental dan kesiapan warga binaan saat kembali ke masyarakat. Dengan memiliki kemampuan dan rasa percaya diri, warga binaan diharapkan mampu membuka peluang hidup yang lebih baik setelah selesai menjalani masa pidana.
Ia menambahkan, pendekatan pembinaan yang humanis juga menjadi salah satu upaya untuk membangun semangat perubahan di lingkungan lapas. Karena itu, pihaknya terus mendorong berbagai kegiatan positif yang dapat mengasah kreativitas dan membentuk karakter warga binaan menjadi mandiri (DH)

