lintaspriangan.com, BERITA KARAWANG. Perhelatan budaya Kirab Tatar Sunda Karawang berlangsung meriah dan penuh khidmat. Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam suksesnya kegiatan budaya tersebut.
Ucapan terima kasih itu disampaikan usai rangkaian Kirab Milangkala Tatar Sunda bertajuk Subang Larang Nebarkeun Kaheman yang digelar di Kabupaten Karawang.
Bupati Karawang Apresiasi Semua Unsur Pengamanan
Aep menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang ikut menyukseskan acara ,Kirab Tatar Sunda Karawang mulai dari TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, tenaga kesehatan, hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama terselenggaranya kirab budaya dengan aman dan tertib.
Rangkaian acara disebut berjalan lancar, meriah, sekaligus tetap menjaga nuansa sakral yang menjadi ciri khas kegiatan budaya Sunda.

Makuta Binokasih Bukan Sekadar Simbol
Dalam pernyataannya, Aep menyoroti makna mendalam dari Makuta Binokasih, yang menjadi salah satu ikon penting dalam Kirab Tatar Sunda Karawang tersebut.
Menurutnya, mahkota tersebut bukan hanya simbol kewibawaan atau keindahan semata, melainkan juga mencerminkan nilai kepemimpinan yang penuh kasih, dekat dengan rakyat, dan hadir di tengah masyarakat.
Pesan itu dinilai relevan dengan semangat pelayanan publik yang harus dijalankan oleh seorang pemimpin daerah.
Komitmen Tuntaskan Persoalan Karawang
Bupati Karawang menegaskan dirinya bersama Wakil Bupati tetap berkomitmen untuk bekerja menuntaskan berbagai persoalan yang dihadapi daerah.
Ia menekankan bahwa kepemimpinan bukan sekadar simbol, melainkan tanggung jawab nyata untuk menghadirkan solusi bagi masyarakat.
Semangat tersebut, kata dia, sejalan dengan pesan budaya yang dibawa dalam Kirab Budaya Karawang.
Ucapan Terima Kasih untuk Gubernur Jawa Barat
Dalam kesempatan itu, Aep juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, atas dukungan terhadap terselenggaranya kegiatan Kirab Tatar Sunda Karawang tersebut.
Dukungan pemerintah provinsi dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga dan menghidupkan kembali warisan budaya Sunda di tengah masyarakat modern.
Budaya dan Kepemimpinan Bertemu di Karawang
Momentum Milangkala Tatar Sunda bukan sekadar seremoni budaya, tetapi juga menjadi ruang refleksi tentang nilai kepemimpinan, kebersamaan, dan pelayanan kepada masyarakat.
Kehadiran simbol budaya seperti Makuta Binokasih memperkuat pesan bahwa seorang pemimpin harus memiliki kewibawaan yang berpadu dengan empati.
Melalui Kirab Tatar Sunda Karawang, Karawang tak hanya merayakan budaya leluhur, tetapi juga menegaskan komitmen menjaga identitas Sunda di tengah perkembangan zaman. (hs)

