lintaspriangan.com, BERITA OLAHRAGA. Larangan nobar Persib vs Persija diberlakukan di salah satu daerah di Jawa Barat menjelang pertandingan panas Super League Indonesia pekan ke-32 pada Minggu 10 Mei 2026. Kebijakan tersebut langsung menarik perhatian publik karena daerah itu ternyata memiliki basis pendukung Persija Jakarta atau Jakmania yang cukup besar.
Berbeda dengan sebagian besar wilayah di Jawa Barat yang identik dengan dominasi Bobotoh Persib Bandung, daerah ini justru dikenal memiliki komunitas Jakmania yang aktif dan terus berkembang. Situasi tersebut membuat aparat keamanan mengambil langkah antisipatif dengan melarang kegiatan nonton bareng atau nobar Persib di ruang publik.
Larangan itu tidak hanya berlaku untuk nobar Persib vs Persija, tetapi juga mencakup arak-arakan, konvoi kendaraan, hingga pengumpulan massa setelah pertandingan berlangsung. Aparat keamanan menilai kerumunan besar saat laga berlangsung berpotensi memicu gesekan antarsuporter.
Keputusan tersebut juga tidak lepas dari evaluasi sejumlah kejadian sebelumnya yang sempat menimbulkan ketegangan antarpendukung kedua tim. Dalam beberapa momentum pertandingan Persib Bandung melawan Persija Jakarta, wilayah tersebut beberapa kali menjadi sorotan karena munculnya gesekan antarsuporter di ruang publik.
Selain itu, sempat terjadi insiden saat kegiatan nobar Persija pada awal 2026 lalu yang memicu perhatian aparat keamanan. Peristiwa tersebut dinilai menjadi alarm bahwa rivalitas kedua kelompok suporter di daerah itu cukup tinggi dan rawan berkembang menjadi konflik terbuka apabila tidak diantisipasi sejak awal.
Rivalitas Persib Bandung dan Persija Jakarta memang dikenal sebagai salah satu rivalitas terbesar dalam sepak bola Indonesia. Ketika kedua tim bertemu, atmosfer pertandingan tidak hanya terasa di stadion, tetapi juga meluas ke berbagai daerah yang memiliki basis pendukung kedua kubu.
Di daerah ini, situasinya dinilai berbeda dibanding sebagian besar wilayah lain di Jawa Barat. Jika di banyak kota Bobotoh menjadi kelompok dominan, di wilayah tersebut keberadaan Jakmania justru cukup besar dan aktif. Bahkan komunitas pendukung Persija di sana disebut bukan lagi kelompok minoritas.
Karena itu, aparat keamanan memilih pendekatan preventif untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif. Sejumlah titik rawan mulai dipetakan guna mengantisipasi kemungkinan adanya konvoi maupun kerumunan massa usai pertandingan berlangsung.
Kelompok Jakmania setempat juga disebut menghormati kebijakan tersebut dan mengimbau anggotanya untuk tidak memaksakan kegiatan nobar. Langkah itu dilakukan demi menghindari potensi konflik yang dapat merugikan masyarakat luas.
Pertandingan Persija Jakarta melawan Persib Bandung sendiri akan digelar di Stadion Segiri pada Minggu 10 Mei 2026 pukul 15.30 WIB. Laga ini diprediksi kembali menyedot perhatian besar publik sepak bola nasional karena mempertemukan dua tim dengan rivalitas panjang.
Adapun daerah di Jawa Barat yang melarang nobar Persib tersebut ternyata adalah Kota Cirebon dan wilayah sekitarnya. Meski berada di provinsi yang identik dengan basis Bobotoh Persib Bandung, kawasan ini dikenal memiliki komunitas Jakmania yang cukup besar dan aktif. Kondisi itu membuat suasana rivalitas Persib dan Persija di wilayah tersebut terasa lebih sensitif dibanding beberapa daerah lain di Jawa Barat. (AS/AS)

