lintaspriangan.com, BERITA OLAHRAGA. Duel panas Parma vs AS Roma pada pekan ke-36 Serie A Italia, Minggu 10 Mei 2026 malam waktu setempat, berakhir dramatis. Bermain di Stadion Ennio Tardini, AS Roma sukses membawa pulang kemenangan tipis 3-2 setelah laga penuh tensi tinggi, kartu merah, dan gol penentu pada menit 90+11.
Laga Parma vs AS Roma sejak awal memang sudah berlangsung keras. Tim tamu tampil dominan dalam penguasaan bola dan langsung menekan pertahanan Parma lewat kombinasi serangan cepat Paulo Dybala dan Artem Dovbyk.
Roma membuka keunggulan pada menit ke-22 melalui Malen D. Gol tersebut lahir setelah memanfaatkan umpan matang dari Dybala yang membuat lini belakang Parma kehilangan konsentrasi. Keunggulan 1-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Parma mencoba meningkatkan tempo permainan. Namun tekanan AS Roma justru semakin menggila. Statistik menunjukkan Roma menguasai bola hingga 66 persen dengan total 15 tembakan dan tujuh mengarah tepat sasaran.
Tak hanya unggul penguasaan bola, tim ibu kota Italia itu juga mencatat expected goals atau xG mencapai 2,58. Angka tersebut jauh di atas Parma yang hanya memiliki xG 0,71. Data itu memperlihatkan betapa agresifnya serangan Roma sepanjang pertandingan.
Meski terus ditekan, Parma mampu bangkit pada menit ke-87 lewat gol Keita M. Publik tuan rumah langsung bergemuruh karena skor berubah menjadi 2-1 dan membuka peluang comeback dramatis.
Namun drama sebenarnya baru terjadi menjelang laga usai. Pada menit 90+4, Rensch D sukses mencetak gol penyeimbang untuk AS Roma. Gol itu membuat tensi pertandingan semakin memanas karena kedua tim sama-sama ngotot mencari kemenangan.
Petaka bagi Parma datang pada injury time. Britschgi S menerima kartu merah pada menit 90+9 setelah pelanggaran keras yang memicu protes pemain Roma. Situasi itu menjadi titik balik penting dalam hasil Parma vs AS Roma kali ini.
Unggul jumlah pemain membuat Roma langsung meningkatkan tekanan. Hasilnya, wasit menunjuk titik putih pada menit 90+11 setelah terjadi pelanggaran di area terlarang. Artem Dovbyk yang maju sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya dengan sempurna.
Gol penalti Dovbyk memastikan skor Parma vs AS Roma berakhir 3-2 untuk kemenangan tim tamu. Stadion Ennio Tardini mendadak sunyi setelah Parma yang sempat berharap mencuri poin justru kehilangan laga di detik-detik terakhir.
Kemenangan ini sangat penting bagi Roma dalam persaingan papan atas klasemen Serie A terbaru. Tambahan tiga poin membuat AS Roma kini mengoleksi 67 poin dari 36 pertandingan dan menempel ketat AC Milan yang berada satu tingkat di atasnya.
Persaingan menuju zona Eropa pun semakin panas. Roma kini memiliki poin sama dengan Milan, meski masih kalah selisih gol. Situasi tersebut membuat dua laga sisa musim ini bakal menjadi penentu nasib kedua tim.
Di sisi lain, Parma gagal menjauh dari papan tengah setelah kembali kehilangan poin penting di kandang sendiri. Kekalahan dramatis itu terasa semakin menyakitkan karena mereka sebenarnya sempat memanfaatkan momentum kebangkitan menjelang akhir laga.
Pertandingan ini juga menjadi bukti mental kuat Roma musim ini. Meski sempat kehilangan momentum setelah Parma mencetak gol balasan, pasukan ibu kota tetap tenang dan mampu menghukum kesalahan lawan hingga menit terakhir.
Drama kartu merah Parma, gol injury time, hingga penalti penentu membuat laga ini layak disebut salah satu pertandingan paling panas Serie A musim ini.






















