lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Sebanyak 83 kepala keluarga terdampak bencana alam di Kabupaten Ciamis menerima bantuan dari Pemerintah Kabupaten Ciamis bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Ciamis melalui program Ciamis Peduli, Rabu (13/5/2026).
Bantuan tersebut diberikan kepada warga yang terdampak berbagai bencana, mulai dari tanah longsor, banjir, hingga angin puting beliung yang terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Ciamis.
Penyaluran bantuan dilakukan secara langsung oleh Bupati Ciamis Herdiat Sunarya dalam kegiatan penyerahan bantuan kebencanaan yang digelar di Aula TP PKK Kabupaten Ciamis.
Program Ciamis Peduli ini menjadi bentuk respons pemerintah daerah bersama Baznas dalam membantu masyarakat yang tengah menghadapi dampak bencana, sekaligus meringankan beban ekonomi warga terdampak.
Warga dari Empat Kecamatan Jadi Penerima Manfaat
Para penerima bantuan berasal dari empat kecamatan yang sebelumnya mengalami bencana alam, yakni Purwadadi, Cisaga, Tambaksari, dan Cihaurbeuti.
Berdasarkan data yang disampaikan, bantuan diberikan dengan skema berbeda sesuai tingkat kerusakan yang dialami warga.
Sebanyak 53 kepala keluarga dengan kategori kerusakan ringan menerima bantuan masing-masing sebesar Rp1 juta.
Sementara 23 kepala keluarga yang rumah atau asetnya mengalami kerusakan sedang menerima bantuan Rp2,5 juta per keluarga.
Adapun tujuh kepala keluarga dengan kategori kerusakan berat memperoleh bantuan masing-masing Rp5 juta.
Total nilai bantuan yang disalurkan dalam program Ciamis Peduli ini mencapai Rp145,5 juta.
Bupati Tekankan Pemerintah Harus Tetap Hadir
Dalam sambutannya, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menyampaikan rasa prihatin atas musibah yang dialami masyarakat.
Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban warga sekaligus menjadi bentuk dukungan moral agar masyarakat tetap kuat menghadapi masa pemulihan.
Menurut Herdiat, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk tetap hadir di tengah masyarakat, terutama ketika warga sedang menghadapi situasi sulit akibat bencana.
Ia mengakui kondisi fiskal daerah saat ini tidak dalam situasi ideal, namun hal tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan kebutuhan masyarakat terdampak.
Pemerintah daerah, kata dia, tetap berupaya menjalankan fungsi pelayanan sosial secara maksimal di tengah berbagai keterbatasan.
Pemkab Minta Maaf atas Keterlambatan Penyaluran
Dalam kesempatan itu, Herdiat juga menyampaikan permohonan maaf karena bantuan program Ciamis Peduli ini baru dapat disalurkan setelah beberapa waktu sejak bencana terjadi.
Menurutnya, keterlambatan tersebut terjadi karena pemerintah daerah lebih dulu fokus pada penanganan langsung di lokasi bencana untuk memastikan kondisi masyarakat tetap aman.
Meski bantuan material baru disalurkan belakangan, ia menegaskan jajaran pemerintah tetap bergerak memantau perkembangan di lapangan.
Gotong Royong Jadi Kekuatan Warga Ciamis
Selain penyaluran bantuan, Bupati juga menyoroti kuatnya budaya gotong royong masyarakat Ciamis dalam menghadapi situasi bencana.
Menurutnya, solidaritas sosial yang masih terjaga menjadi modal penting dalam proses pemulihan pascabencana.
Sementara itu, Ketua Baznas Ciamis, H. Lili Miftah, menyebut bantuan ini merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap warga yang sedang membutuhkan dukungan.
Kolaborasi antara pemerintah daerah dan Baznas diharapkan dapat terus diperkuat untuk mempercepat respons sosial ketika terjadi bencana serupa di masa mendatang.
Penyerahan bantuan kemudian ditutup dengan simbolisasi penyerahan kepada penerima manfaat. (NID/HS)






















