lintaspriangan.com, BERITA CIANJUR. Menjelang Idul Adha 2026, Dinas Peternakan, Kesehatan Hewan dan Perikanan (DPKHP) Kabupaten Cianjur memastikan ribuan hewan kurban yang telah diperiksa berada dalam kondisi sehat dan bebas dari indikasi penyakit menular.
Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan sejak awal April hingga awal Mei 2026, sebanyak 3.566 ekor hewan kurban telah menjalani pengecekan kesehatan oleh tim petugas di berbagai titik peternakan maupun lokasi penjualan hewan kurban di wilayah Kabupaten Cianjur.
Jumlah tersebut terdiri atas 1.614 ekor sapi, 1.832 ekor domba, 100 ekor kambing, serta 20 ekor kerbau. Pemeriksaan dilakukan sebagai langkah antisipatif untuk memastikan hewan yang akan diperdagangkan maupun disembelih saat Idul Adha benar-benar memenuhi standar kesehatan.
Pemeriksaan Dilakukan Sejak Hewan Masuk ke Cianjur
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner DPKHP Kabupaten Cianjur, Ade Dadang Kusmayadi, menjelaskan pengawasan dilakukan secara bertahap sejak hewan kurban mulai masuk dari luar daerah.
Tim DPKHP bersama petugas Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) langsung melakukan pemeriksaan di lokasi peternakan maupun kandang penampungan untuk mendeteksi potensi gangguan kesehatan pada hewan.
Langkah ini dinilai penting, terutama untuk mencegah penyebaran penyakit hewan menular seperti penyakit mulut dan kuku (PMK) yang sebelumnya sempat menjadi perhatian di sejumlah daerah.
Dari hasil pemeriksaan sementara, DPKHP menyebut belum menemukan adanya kasus hewan kurban yang terindikasi terjangkit penyakit menular.
“Pengawasan dilakukan sejak hewan datang ke peternak atau pedagang. Sampai saat ini belum ditemukan gejala penyakit menular pada hewan yang telah diperiksa,” demikian informasi yang disampaikan berdasarkan hasil monitoring petugas.
Pengawasan Hewan Kurban di Cianjur Masih Berlanjut
Meski ribuan hewan kurban di Cianjur telah diperiksa, DPKHP menegaskan proses pengawasan belum selesai. Pemeriksaan akan terus dilakukan hingga menjelang Idul Adha agar seluruh hewan yang beredar di pasaran dapat dipastikan aman.
Pasalnya, distribusi hewan kurban masih terus berlangsung dan jumlah hewan yang masuk ke wilayah Cianjur diperkirakan masih akan bertambah.
Karena itu, tim pengawas akan menyisir berbagai bandar maupun peternak di sejumlah kecamatan untuk memastikan pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh.
Selain pemeriksaan fisik, para pedagang juga diimbau untuk memastikan hewan ternaknya telah mendapatkan vaksinasi PMK sebagai langkah pencegahan tambahan.
Masyarakat Diimbau Lebih Teliti Memilih Hewan Kurban
Selain pengawasan dari pemerintah, masyarakat juga diminta lebih cermat saat memilih hewan kurban. Pembeli sebaiknya memastikan kondisi fisik hewan dalam keadaan sehat, aktif, tidak menunjukkan tanda-tanda sakit, serta berasal dari penjual terpercaya.
Langkah pengawasan intensif ini menjadi bagian dari upaya menjaga rasa aman masyarakat dalam menyambut Idul Adha, sekaligus memastikan proses ibadah kurban berjalan lancar tanpa kekhawatiran terkait kesehatan hewan.
Dengan pengawasan yang terus diperketat, pemerintah daerah berharap potensi penyebaran penyakit pada hewan kurban dapat ditekan sejak dini, sehingga distribusi hewan ternak di Cianjur tetap aman hingga hari pelaksanaan kurban. (hs)

