lintaspriangan.com, BERITA OLAHRAGA. Duel Napoli vs Bologna menghadirkan drama besar pada lanjutan Serie A Italia babak 36. Bermain di Stadio Diego Armando Maradona, Naples, Selasa (12/5/2026) dini hari WIB, Napoli harus menelan kekalahan menyakitkan dengan skor 2-3 setelah gawang mereka bobol pada masa injury time.
Laga ini berjalan dengan alur yang cukup mengejutkan. Napoli sebenarnya tampil lebih agresif dalam sejumlah aspek permainan. Mereka lebih banyak menguasai bola, lebih sering menciptakan tembakan, dan lebih intens menekan pertahanan Bologna. Namun, sepak bola lagi-lagi membuktikan satu hal sederhana: dominasi tidak selalu membawa kemenangan.
Bologna justru membuka keunggulan lebih dulu saat laga baru berjalan 10 menit. Federico Bernardeschi mencatatkan namanya di papan skor setelah memaksimalkan umpan Juan Miranda. Gol cepat itu membuat publik tuan rumah tersentak karena Napoli belum benar-benar menemukan ritme terbaiknya.
Situasi semakin berat bagi Napoli ketika Bologna mendapat hadiah penalti pada menit ke-34. Riccardo Orsolini yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan tenang. Skor berubah menjadi 0-2 untuk Bologna. Pada titik itu, laga terasa seperti mimpi buruk yang datang terlalu cepat bagi tuan rumah.
Napoli baru mampu memperkecil ketertinggalan menjelang turun minum. Giovanni Di Lorenzo mencetak gol pada menit 45+2 dan membuat babak pertama berakhir dengan skor 1-2. Gol tersebut menjadi napas tambahan bagi Napoli untuk masuk ruang ganti dengan harapan yang belum sepenuhnya padam.
Memasuki babak kedua, Napoli langsung menekan. Hasilnya cepat terlihat pada menit ke-48. Alisson Santos mencetak gol penyama kedudukan setelah menerima umpan Rasmus Hojlund. Skor menjadi 2-2, dan momentum pertandingan seperti berpindah sepenuhnya kepada tuan rumah.
Setelah gol itu, Napoli terus berusaha membalikkan keadaan. Data pertandingan menunjukkan mereka mencatat 52 persen penguasaan bola, 14 total tembakan, 5 tembakan tepat sasaran, 2 peluang besar, serta 7 tendangan sudut. Dari angka-angka itu, Napoli terlihat lebih aktif menyerang dan lebih sering membawa bola masuk area berbahaya.
Namun, Bologna tidak datang hanya untuk bertahan. Tim tamu bermain lebih efektif, lebih disiplin, dan lebih dingin saat mendapat peluang. Mereka mencatat xG 1,31, lebih tinggi dibanding Napoli yang hanya 0,75. Artinya, peluang Bologna memang lebih berkualitas meski jumlah serangan mereka tidak sebanyak Napoli.
Pada bagian pertahanan, Bologna juga tampil sangat kokoh. Mereka memenangkan 41 duel, jauh lebih banyak dibanding Napoli yang hanya 26. Bologna juga melakukan 24 sapuan, sementara Napoli hanya 8. Angka itu menggambarkan betapa kerasnya Bologna bekerja menahan gelombang serangan tuan rumah.
Drama terbesar akhirnya datang pada menit 90+1. Jonathan Rowe muncul sebagai pembeda setelah mencetak gol ketiga Bologna. Gol tersebut membuat skor akhir Napoli vs Bologna berubah menjadi 2-3. Stadion Diego Armando Maradona seolah terdiam, karena Napoli yang sudah bangkit dari ketertinggalan dua gol justru kembali terluka pada detik-detik penentuan.
Dengan hasil akhir Napoli vs Bologna ini, Napoli tetap berada di posisi kedua klasemen Serie A dengan 70 poin dari 36 pertandingan. Namun, kekalahan tersebut jelas menjadi pukulan besar, terutama karena terjadi di kandang sendiri dan datang lewat gol telat yang sangat menyakitkan.
Sementara itu, Bologna naik dengan moral besar. Kemenangan ini membuat mereka mengoleksi 52 poin dan berada di posisi kedelapan klasemen. Bagi Bologna, kemenangan atas Napoli bukan sekadar tambahan tiga poin, tetapi juga bukti bahwa efektivitas bisa mengalahkan dominasi.
Laga ini menjadi salah satu pertandingan paling dramatis pada pekan ini. Napoli boleh unggul dalam banyak statistik, tetapi Bologna menang pada bagian yang paling penting: papan skor. Gol menit 90+1 itu bukan hanya menentukan hasil, melainkan juga mengubah cerita pertandingan dari kebangkitan Napoli menjadi malam penuh luka bagi tuan rumah. (AS/AS)

