lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Proses pemilihan rektor baru Unsil periode 2026–2030 akhirnya mengerucut kepada satu nama: Prof. Dr. Eng. Ir. Aripin, IPU., ASEAN Eng. Ia terpilih melalui mekanisme musyawarah mufakat dalam sidang senat tertutup Universitas Siliwangi, Senin, 11 Mei 2026. Sejumlah laporan media lokal menyebut, voting sempat disiapkan, tetapi tidak digunakan karena forum senat akhirnya menyepakati nama Prof. Aripin secara bulat.
Perjalanan menuju kursi rektor itu tidak datang tiba-tiba. Dalam tahap penyaringan sebelumnya, Prof. Aripin sudah unggul jauh. Ia meraih 20 suara, sementara dua calon lain, Dr. Ade Rustiana dan Dr. Asep Suryana Abdurrahmat, masing-masing memperoleh empat suara. Proses itu menjadi salah satu babak penting dalam dinamika internal kampus negeri terbesar di Tasikmalaya tersebut.
Sebelum penetapan tersebut, Senat Universitas Siliwangi juga menggelar sidang terbuka penyampaian visi, misi, dan program kerja bakal calon rektor periode 2026–2030 pada Selasa, 24 Februari 2026. Agenda itu berlangsung di Auditorium Ruang Rapat Lantai 3 Gedung Rektorat Kampus 2 Universitas Siliwangi, dan dihadiri unsur pimpinan serta sivitas akademika.
Lalu, siapa sebenarnya Prof. Aripin, sosok yang kini menjadi pusat perhatian publik kampus dan masyarakat Tasikmalaya?
Prof. Dr. Eng. Ir. Aripin, IPU., ASEAN Eng. merupakan akademisi Universitas Siliwangi yang selama ini dikenal sebagai dosen Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik. Dalam profil resmi Fakultas Teknik Unsil, ia tercatat sebagai Dekan Fakultas Teknik Universitas Siliwangi periode 2022–2026.
Data resmi Fakultas Teknik Unsil mencatat Prof. Aripin memiliki NIDN 0016086704. Ia juga tercatat memiliki jabatan fungsional Guru Besar dengan Kum 1050, pangkat Pembina Utama/IV-E, serta pendidikan terakhir S3 yang diselesaikan pada 2001.
Dengan latar belakang tersebut, rektor baru Unsil ini bukan hanya datang dari jalur birokrasi kampus. Ia juga membawa rekam jejak akademik sebagai guru besar teknik. Di lingkungan Fakultas Teknik, namanya sudah lama melekat dengan pengembangan pendidikan teknik, riset, dan penguatan kelembagaan fakultas.
Pada laman resmi Universitas Siliwangi, Prof. Aripin juga tercatat sebagai Dekan Fakultas Teknik dengan alamat institusi di Gedung Rektorat Unsil, Jalan Siliwangi Nomor 24, Kahuripan, Tasikmalaya. Sementara pada laman dosen Fakultas Teknik, namanya tercantum sebagai Dekan Fakultas Teknik Universitas Siliwangi.
Jejak akademiknya juga menarik. Fakultas Teknik Unsil mencatat salah satu penelitian guru besar atas nama Aripin terkait potensi penghematan energi pada produksi gas oksigen baterai Al-O2 untuk mobil listrik menggunakan teknologi adsorpsi bertingkat biosilika xerogel-zeolit. Tema ini menunjukkan kedekatan risetnya dengan isu energi, material, dan teknologi masa depan.
Selain gelar akademik panjang, dua titel di belakang namanya juga cukup mencuri perhatian: IPU dan ASEAN Eng. IPU merupakan singkatan dari Insinyur Profesional Utama. Gelar ini menunjukkan pengakuan profesional dalam bidang keinsinyuran, bukan sekadar gelar tempelan yang panjangnya bisa bikin kartu nama minta napas.
Sementara ASEAN Eng. merujuk kepada pengakuan insinyur pada tingkat ASEAN. Dengan titel tersebut, Prof. Aripin tidak hanya memiliki legitimasi akademik sebagai guru besar, tetapi juga pengakuan profesi keinsinyuran lintas kawasan. Bagi kampus teknik seperti Unsil, kombinasi akademisi, birokrat kampus, dan insinyur profesional menjadi modal penting dalam membaca arah perguruan tinggi ke depan.
Dari sisi kelembagaan, Prof. Aripin juga bukan figur yang berdiri di pinggir panggung. Ia berada di pusat struktur Fakultas Teknik, pernah memimpin fakultas, dan ikut dalam dinamika akademik kampus. Artinya, ia memahami denyut internal Unsil, dari ruang kelas, laboratorium, fakultas, hingga ruang pengambilan keputusan.
Publik tentu akan menunggu bagaimana Prof. Aripin menerjemahkan pengalaman akademik, riset, dan kepemimpinan fakultas ke dalam kebijakan universitas. Tantangannya tidak kecil: akreditasi, mutu program studi, riset, daya saing lulusan, tata kelola kampus, hingga hubungan Unsil dengan kebutuhan pembangunan Tasikmalaya dan Priangan Timur.
Bagi masyarakat Tasikmalaya, pergantian rektor Unsil bukan sekadar urusan internal kampus. Unsil adalah salah satu simpul penting pendidikan tinggi di Priangan Timur. Siapa pun yang memimpin kampus ini akan ikut memengaruhi arah sumber daya manusia, riset daerah, kolaborasi pemerintah, dan masa depan ribuan mahasiswa.
Kini, sorotan tertuju kepada Prof. Aripin. Dari Fakultas Teknik, ia melangkah ke panggung lebih besar. Dari ruang akademik, ia masuk ke ruang strategis universitas. Dan dari proses musyawarah mufakat, namanya muncul sebagai figur yang dipercaya membawa Unsil memasuki periode 2026–2030. (AS/AS)






















