lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Kebakaran pabrik kayu di Ciamis terjadi pada Kamis dini hari, 14 Mei 2026. Peristiwa tersebut menghanguskan bangunan pabrik kayu milik Nurhidayat, warga Dusun Bulaksitu, Desa Banjaranyar, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis.
Berdasarkan laporan dari Nurkholis, petugas Damkar Ciamis, api pertama kali diketahui sekitar pukul 01.00 WIB. Saat itu, Nursin yang sedang menjaga pabrik mendengar suara dari arah bangunan. Setelah dicek, salah satu bagian pabrik sudah dalam kondisi terbakar.
Melihat api mulai membesar, laporan kemudian diteruskan kepada petugas Pos WMK Banjarsari. Dari informasi tambahan yang diterima, anggota Tagana bernama Nurkholis juga turut melaporkan kejadian tersebut kepada petugas.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa ini. Namun, kerugian akibat kebakaran tersebut ditaksir mencapai Rp2 miliar. Besarnya kerugian diperkirakan karena objek yang terbakar merupakan pabrik kayu dengan material bangunan dan bahan produksi yang mudah dilalap api.
Api Membesar Dini Hari, Damkar Banjarsari Kerahkan Dua Armada
Laporan kebakaran diterima Pos WMK Banjarsari pada pukul 01.18 WIB. Petugas langsung bergerak menuju lokasi kejadian di Dusun Sidamulya, RT 009 RW 006, Desa Cigayam, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis.
Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 01.41 WIB. Dengan demikian, respons time penanganan kebakaran tercatat sekitar 23 menit sejak laporan diterima. Dua unit armada dikerahkan dalam penanganan tersebut, yakni kendaraan bernomor polisi Z 8163 T dan Z 8159 T.
Sebanyak lima petugas turun langsung ke lokasi untuk melakukan pemadaman dan pendinginan. Mereka adalah Icep Saepul Azhar, Uju Suparman, Bayu Gilang Permana, Bintang Nur Alam, dan Rahmat Pujiyanto. Sementara itu, petugas yang siaga di pos antara lain Dikri Nur Dena Tama, Rizki Maulana Suzeta, dan Nurholis.
Dalam laporan awal, objek terbakar disebut sebagai pabrik kayu dengan luas keseluruhan sekitar 50 x 50 meter. Adapun luas area yang terbakar diperkirakan mencapai 50 x 40 meter. Skala kebakaran tersebut membuat proses penanganan tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat.
Petugas melakukan pemadaman, pendinginan, observasi, pendataan, hingga edukasi di lokasi kejadian. Proses penanganan baru dinyatakan selesai sekitar pukul 07.38 WIB. Artinya, dari waktu keberangkatan petugas hingga selesai penanganan, proses pemadaman dan pendinginan berlangsung lebih dari enam jam.
Peristiwa kebakaran pabrik kayu di Ciamis ini juga melibatkan sejumlah unsur lain. Selain Pos Damkar WMK Banjarsari, unsur yang berada di lokasi antara lain Polsek Banjarsari, PLN, perangkat desa setempat, perangkat Kecamatan Banjaranyar, BAZNAS, Tagana, RCS, dan masyarakat sekitar.
Korsleting Listrik Diduga Jadi Penyebab, Tidak Ada Korban Jiwa
Dari laporan sementara, penyebab kebakaran diduga berasal dari korsleting listrik. Dugaan tersebut masih menjadi keterangan awal dalam laporan penanganan kebakaran. Petugas di lapangan tetap melakukan pendataan dan observasi setelah api berhasil dipadamkan.
Lokasi kebakaran berada di wilayah Desa Cigayam, Kecamatan Banjaranyar. Sementara pemilik bangunan, Nurhidayat, diketahui berusia 49 tahun dan bekerja sebagai wiraswasta. Ia tercatat beralamat di Dusun Bulaksitu, RT 001 RW 006, Desa Banjaranyar, Kecamatan Banjaranyar.
Adapun pelapor awal, Nursin, juga beralamat di Dusun Bulaksitu, Desa Banjaranyar. Dalam kronologi yang disampaikan, Nursin sedang berada di area pabrik saat mendengar suara mencurigakan dari bangunan. Setelah diperiksa, api sudah terlihat membakar salah satu bangunan pabrik.
Peristiwa ini menjadi perhatian warga karena api membakar area pabrik kayu yang memiliki risiko penyebaran cepat. Material kayu, sisa produksi, dan struktur bangunan yang mudah terbakar membuat proses pemadaman membutuhkan kehati-hatian ekstra. Dalam situasi seperti ini, petugas bukan hanya memadamkan api, tetapi juga memastikan tidak ada titik panas tersisa yang dapat memicu api kembali menyala.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, nilai kerugian yang ditaksir mencapai Rp2 miliar membuat kejadian ini tergolong besar. Angka tersebut menjadi gambaran beratnya dampak yang dialami pemilik bangunan akibat kebakaran tersebut.
Peristiwa kebakaran pabrik kayu di Ciamis ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan instalasi listrik secara berkala, terutama pada bangunan usaha yang menyimpan banyak material mudah terbakar. Dalam urusan listrik, percikan kecil kadang bisa berubah jadi masalah besar; api memang tidak pernah minta izin sebelum membuat orang panik. (AI/AS)



