Tenaga Kerja Disabilitas Jabar Terhambat, HMI Desak Audit Perusahaan

lintaspriangan.com, BERITA NASIONAL. Persoalan tenaga kerja disabilitas Jabar kembali menyeruak ke ruang publik. Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam atau Badko HMI Jawa Barat menilai penyerapan penyandang disabilitas di sektor industri dan pemerintahan masih berjalan lambat, meski aturan mengenai hak kerja kelompok difabel sudah lama tersedia.

Kondisi itu dinilai menjadi ironi bagi Jawa Barat. Sebagai salah satu provinsi dengan kawasan industri besar di Indonesia, Jabar semestinya mampu membuka ruang kerja yang lebih inklusif.

Namun, Badko HMI Jabar melihat kesempatan kerja difabel masih terbatas, terutama di sektor formal yang memberi kepastian penghasilan, jenjang karier, dan perlindungan sosial.

Penyerapan Tenaga Kerja Disabilitas Masih Jauh dari HarapanKetua Bidang Ketenagakerjaan Badko HMI Jawa Barat, Muhamad Widyan Ilmi, mengungkapkan bahwa berdasarkan data sektoral Open Data Jawa Barat dan Kementerian Sosial tahun 2026, terdapat sekitar 56.351 penyandang disabilitas usia produktif yang masuk kategori prioritas atensi sosial di 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat.

Menurut Widyan, angka tersebut seharusnya menjadi alarm bagi pemerintah daerah, dunia usaha, dan pengelola kawasan industri. Sebab, penyerapan tenaga kerja disabilitas belum menunjukkan lompatan berarti.

Ia menilai, salah satu penghambat utama adalah praktik rekrutmen yang belum sepenuhnya ramah terhadap penyandang disabilitas.

Banyak perusahaan masih menerapkan syarat pendidikan formal yang tinggi, ditambah ketentuan sehat jasmani dan rohani yang kerap menjadi tembok administratif bagi pelamar difabel.

“Industri modern saat ini menerapkan standar kualifikasi pendidikan formal yang tinggi. Ditambah syarat sehat jasmani dan rohani yang sering menjadi hambatan, sehingga banyak pencari kerja difabel gugur sejak tahap administrasi,” ujar Widyan.

Widyan juga menyoroti masih banyak pekerja disabilitas Jawa Barat yang akhirnya menggantungkan hidup pada sektor informal. Mereka menjalankan usaha mikro, menjadi pekerja keluarga tanpa upah tetap, atau bekerja sebagai buruh harian lepas tanpa jaminan sosial memadai.

Padahal, hak kerja penyandang disabilitas bukan sekadar urusan belas kasihan. Isu ini menyangkut keadilan, kemandirian ekonomi, dan marwah kelompok difabel sebagai warga negara yang memiliki hak setara di dunia kerja

Dalam konteks daerah, persoalan ini juga penting bagi kabupaten dan kota di Jawa Barat, termasuk Ciamis, Tasikmalaya, Garut, Banjar, dan Pangandaran.

Akses kerja yang lebih terbuka bagi penyandang disabilitas dapat menjadi daya ungkit kesejahteraan keluarga sekaligus memperkuat inklusi sosial di tingkat lokal.

HMI Minta Kuota Pekerja Disabilitas Ditegakkan

Ketua Umum Badko HMI Jawa Barat, Siti Nur Hayati, mendesak Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Barat mengambil langkah lebih tegas. Menurutnya, perusahaan yang belum memenuhi kewajiban penerimaan pekerja disabilitas perlu diaudit dan dibina secara serius

Siti menegaskan, aturan mengenai kuota pekerja disabilitas tidak boleh berhenti sebagai teks regulasi. Pemerintah, BUMN, dan BUMD wajib menyediakan paling sedikit 2 persen formasi bagi penyandang disabilitas.

Sementara itu, perusahaan swasta wajib membuka paling sedikit 1 persen kesempatan kerja bagi kelompok difabel.Badko HMI Jabar mendorong pemerintah melakukan audit investigatif terhadap perusahaan skala besar dan menengah.

Langkah ini diperlukan untuk memastikan apakah kewajiban tersebut sudah benar-benar dijalankan atau hanya menjadi formalitas administratif.Jika ditemukan pelanggaran, HMI meminta sanksi administratif ditegakkan.

Menurut Siti, penegakan aturan menjadi penting agar hak tenaga kerja disabilitas tidak terus tertahan di meja kebijakan, sementara praktik di lapangan berjalan lambat.

Selain sektor swasta, HMI juga mendorong pemerintah daerah memperluas ruang bagi penyandang disabilitas dalam seleksi CPNS maupun PPPK.

Akses yang setara dalam rekrutmen aparatur negara dinilai dapat menjadi contoh bagi dunia usaha.Badko HMI Jabar juga berencana menggelar kunjungan perusahaan atau company visit.

Agenda itu dilakukan untuk memastikan keberadaan tenaga kerja disabilitas benar-benar terakomodasi di lingkungan kerja

Organisasi tersebut akan melakukan konsolidasi bersama HMI cabang se-Jawa Barat serta menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak.

Tujuannya, memperkuat advokasi hak kerja penyandang disabilitas dari level provinsi hingga daerah.HMI berharap langkah tersebut dapat mendorong terciptanya iklim ketenagakerjaan yang lebih inklusif di Jawa Barat.

Dengan begitu, tenaga kerja disabilitas Jabar tidak hanya dicatat dalam data sosial, tetapi benar-benar diberi ruang untuk bekerja, berkembang, dan hidup lebih mandiri. (NID)

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

Bazar TNI Digelar di Tasikmalaya, Warga Manfaatkan Harga Terjangkau

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Halaman Masjid Perumahan Bumi Resik Panglayungan,...

Festival Literasi Ciamis 2026, Herdiat Minta Warga Tak Berhenti Belajar

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Pesan Bupati Ciamis Herdiat Sunarya dalam...

10 Korban Selamat Kapal Virgo 8 Asal Garut Pulang, 10 Warga Masih Belum Ditemukan

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Operasi pencarian korban Kapal Virgo 8 berlanjut...

Piala PSSI Kota Tasikmalaya U-40 Dihentikan setelah Pemain Meninggal

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Turnamen Piala PSSI Kota Tasikmalaya Antarkecamatan U-40...

Wamenkes di Ciamis: Deteksi Dini Dapat Cegah Potensi Penularan TB

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Kunjungan Wamenkes di Ciamis menghasilkan beberapa...

JAWA BARAT

5 Peristiwa Jawa Barat: King Kobra, Temuan Kerangka di Kuningan hingga Duka Sepak Bola

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Sejumlah peristiwa Jawa Barat terjadi...

Demplot Ubi Jalar Kuningan Naikkan Panen dari 3,5 Ton Jadi 6,3 Ton per 100 Bata

lintaspriangan.com, BERITA KUNINGAN. Penerapan demplot ubi jalar di Desa Linggamekar,...

Lulusan SMK Jabar Didorong Terhubung Langsung ke Perusahaan

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendorong...

Sumur Bor Majalengka Layani 3.599 Warga di Empat Desa Saat Kemarau

lintaspriangan.com, BERITA MAJALENGKA. Empat sumur bor Majalengka kini melayani...

Kebakaran Lahan Purwakarta, Api di Sindangpanon Dipadamkan Polisi dan Warga

lintaspriangan.com, BERITA PURWAKARTA. Kebakaran lahan Purwakarta terjadi di kawasan Kampung...

KRL Bogor Tambah Empat Perjalanan Mulai 21 September, Kembali 392 Perjalanan per Hari

lintaspriangan.com, BERITA BOGOR. KRL Bogor kembali melayani 392 perjalanan per...

Gara-gara Pilkades, Ruang Bupati Bekasi Digembok Massa

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Suasana menjelang pelaksanaan Pilkades Kabupaten Bekasi...

PPPK Kementerian PU Tanam Ganja, Alasannya Bikin Geleng Kepala

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Sulit mendapatkan ganja membuat seorang pegawai...

Olahraga

Popular Categories