lintaspriangan.com, BERITA NASIONAL. Kepolisian mengerahkan 300 personel Brigade Mobil (Brimob) Polda Sumatera Barat untuk menangani banjir Padang yang merendam sejumlah permukiman sejak Sabtu (10/10/2026). Berdasarkan laporan Polri pada Minggu (11/10/2026), petugas telah mengevakuasi sekitar 330 warga dari dua lokasi terdampak, yakni Perumahan Lumin Park dan kawasan Guo Kuranji.
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 672 warga mengungsi akibat banjir yang melanda tiga kecamatan di Kota Padang. Data tersebut berasal dari laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Sumatera Barat pada Minggu pukul 03.34 WIB, ketika genangan masih merendam sejumlah permukiman.
Sebanyak 300 Personel Brimob Ditempatkan di Tiga Lokasi
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, menjelaskan bahwa personel Brimob dikerahkan untuk membantu penyelamatan warga yang terjebak banjir.
Sebanyak 300 personel tersebut berada di bawah komando Dansatbrimob Polda Sumatera Barat, Kombes Pol Lukman Syafri Dandel Malik.
Personel dibagi menjadi tiga tim yang ditempatkan di Perumahan Lumin Park, Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah; Dadok Tunggul Hitam; serta kawasan Guo, Kecamatan Kuranji.
Di Perumahan Lumin Park, petugas dilaporkan telah mengevakuasi sekitar 300 warga. Sementara itu, 30 warga lainnya dievakuasi dari kawasan Guo Kuranji.
Untuk mendukung proses evakuasi banjir Padang, petugas menggunakan perahu karet, mesin tempel, pelampung, helm SAR, tali penyelamatan, dan peralatan pendukung lainnya.
Polri juga mengoperasikan truk pengangkut personel, bus, dan kendaraan khusus SAR untuk menjangkau wilayah terdampak.
Posko SAR didirikan di kawasan Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, sebagai salah satu pusat kegiatan penyelamatan.
Trunoyudo menyatakan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama, terutama bagi warga yang membutuhkan bantuan untuk keluar dari kawasan terendam menuju tempat lebih aman.
Hingga Minggu (11/10/2026), personel Brimob dilaporkan masih bersiaga dan melanjutkan penanganan di sejumlah lokasi.
BNPB Catat 672 Pengungsi dan 120 Rumah Terdampak
Berdasarkan data sementara BNPB, banjir Padang melanda Kecamatan Kuranji, Koto Tangah, dan Nanggalo.
Enam kelurahan terdampak meliputi Kuranji, Koto Panjang Ikua Koto, Batipuh Panjang, Lubuk Minturun, Tabiang Banda Gadang, dan Gurun Laweh.
BNPB mencatat sekitar 225 kepala keluarga atau 498 jiwa terdampak berdasarkan pendataan yang tersedia. Selain itu, sebanyak 672 warga dilaporkan mengungsi di Kelurahan Kuranji.
Para pengungsi tersebar di tiga lokasi. Sebanyak 367 warga berada di tenda pengungsian Lapau Munggu dan rumah penduduk, 250 warga di Mushalla Ar Ridwan Kampung Tangah, serta 55 warga di Warung Jembatan Guo.
Jumlah pengungsi tersebut merupakan data sementara yang masih dapat berubah mengikuti pemutakhiran petugas.
Dari sisi kerusakan, BNPB mencatat satu rumah rusak berat dan empat rumah rusak sedang. Sekitar 120 rumah lainnya dilaporkan terdampak banjir.
Banjir juga memutus akses jalan di sekitar lokasi PDAM daerah Guo, Kecamatan Kuranji, sehingga menghambat mobilitas menuju wilayah terdampak.
Petugas gabungan dari BPBD, Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, dan relawan terus melakukan pendataan serta penanganan darurat.
Bantuan kebutuhan dasar mulai disalurkan, termasuk makanan siap santap, selimut, makanan anak, perlengkapan keluarga, dan kasur.
BNPB juga merekomendasikan penanganan tanggul yang jebol di daerah aliran sungai Lapau Munggu, Kelurahan Kuranji, untuk mengurangi risiko banjir berikutnya.
Masyarakat yang tinggal di kawasan rawan banjir diimbau tetap waspada, mengikuti arahan petugas, serta mengungsi apabila kondisi di sekitar tempat tinggal mengancam keselamatan. (NS/AS)
