lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. GOR Sukapura Dadaha, Kota Tasikmalaya, dipenuhi ratusan peserta dalam ajang Boxing Van Java, kejuaraan tinju amatir yang digelar selama tiga hari, Sabtu (25/4/2026).
Sebanyak 358 petarung naik ring dalam event tersebut. Rinciannya, 110 atlet dan 248 peserta non-atlet.
Tak hanya dari Tasikmalaya, peserta juga datang dari sejumlah daerah lain seperti Medan dan Bali.
Ketua panitia, Wawan Wardiana atau yang akrab disapa Wawan Osis, menegaskan bahwa ajang ini tidak semata-mata bertujuan mencari atlet, melainkan menjadi wadah positif bagi generasi muda.
“Utamanya bukan mencari atlet, tapi mengurangi kenakalan remaja,” ujar Wawan di sela pertandingan.
Menurutnya, Boxing Van Java menjadi ruang penyaluran energi anak muda secara terarah.
Ia menilai, kompetisi resmi dengan aturan yang jelas jauh lebih bermanfaat dibandingkan konflik jalanan.
“Lebih baik bertarung di sini, resmi, ada wasit dan aturan. Daripada berkelahi di jalan yang tidak ada manfaatnya,” katanya.
Kejuaraan ini terbuka untuk umum, dengan dua kategori utama, yakni atlet sebagai bagian dari pembinaan prestasi, serta non-atlet untuk pembinaan diri. Keduanya mendapat kesempatan yang sama untuk tampil di atas ring.
“Alhamdulillah antusiasme sangat tinggi. Total 358 peserta, terdiri dari 110 atlet dan 248 non-atlet,” tambahnya.
Baca Juga : Fossma Tagih Transparansi APBD 2026 Sodorkan 5 Tuntutan ke Pemkot Tasikmalaya
Selama tiga hari pelaksanaan, GOR Dadaha berubah menjadi arena adu mental dan fisik. Sorak suporter, semangat kompetisi, dan determinasi para petarung muda mewarnai jalannya pertandingan.
Ajang Boxing Van Java menjadi bukti bahwa energi anak muda dapat diarahkan ke kegiatan positif dan kompetitif, sebagai alternatif dari perilaku negatif di lingkungan sosial. (DH)
