lintaspriangan.com,ย BERITA TASIKMALAYA.ย Satlantas Tasikmalaya dan buruh memperkuat sinergi melalui kegiatan bakti sosial yang digelar hari ini, Selasa (09/06/2026). Dalam kegiatan tersebut, jajaran Satlantas Polres Tasikmalaya Kota menyerahkan secara simbolis satu unit kursi roda kepada perwakilan DPC KSPSI dan Federasi SPSI Kabupaten Tasikmalaya.
Aksi sosial ini dilaksanakan dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 yang jatuh pada 1 Juli 2026 mendatang. Selain menjadi bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat yang membutuhkan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang kebersamaan antara kepolisian dan elemen buruh di Tasikmalaya.
Bakti Sosial Jelang Hari Bhayangkara ke-80
Penyerahan kursi roda dilakukan jajaran Satlantas Polres Tasikmalaya Kota bersama perwakilan DPC KSPSI dan Federasi SPSI Kabupaten Tasikmalaya. Mereka tampak berfoto bersama dengan membawa spanduk bertuliskan โBakti Sosial Satlantas Polres Tasikmalaya Kota dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80โ.
Kanit Regiden Satlantas Polres Tasikmalaya Kota, IPTU Angga, mengatakan kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat. Bantuan kursi roda itu diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi penerima.
โBertepatan dengan Hari Bhayangkara ke-80, kami mewakili Kapolres Tasikmalaya Kota menyerahkan satu unit kursi roda kepada KSPSI Tasikmalaya. Semoga bantuan ini bermanfaat bagi penerima,โ ujar IPTU Angga.
Menurutnya, kegiatan sosial tersebut tidak hanya dimaknai sebagai agenda seremonial menjelang puncak Hari Bhayangkara pada 1 Juli 2026. Lebih dari itu, bakti sosial menjadi sarana untuk memperkuat hubungan Polri dengan masyarakat, termasuk dengan organisasi pekerja.
IPTU Angga juga menyampaikan apresiasi kepada KSPSI/SPSI Kabupaten Tasikmalaya yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap kerja sama yang sudah terbangun dapat terus dijaga dalam suasana yang positif, humanis, dan saling mendukung.
Kursi Roda Jadi Simbol Kepedulian
Melalui kegiatan ini, Satlantas Polres Tasikmalaya Kota menegaskan bahwa kehadiran Polri tidak hanya berkaitan dengan pelayanan lalu lintas, penegakan hukum, dan pelayanan administrasi kendaraan. Polri juga berupaya hadir dalam kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Bantuan satu unit kursi roda tersebut menjadi simbol kepedulian yang sederhana, tetapi memiliki arti penting bagi penerima. Bagi warga yang memiliki keterbatasan mobilitas, kursi roda bukan sekadar alat bantu. Di dalamnya ada harapan untuk bergerak lebih mudah, beraktivitas lebih mandiri, dan menjalani hari dengan lebih ringan.
Kegiatan ini juga memperlihatkan bahwa hubungan antara kepolisian dan elemen buruh dapat dibangun melalui pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Sinergi tersebut penting untuk menjaga suasana sosial yang kondusif di Tasikmalaya.
Dengan komunikasi yang baik, berbagai persoalan dapat dibicarakan secara lebih terbuka dan konstruktif. Hubungan kelembagaan pun tidak hanya berhenti pada pertemuan formal, tetapi juga tumbuh melalui kerja sama sosial yang memberi manfaat nyata.
Satlantas Polres Tasikmalaya Kota berharap kegiatan bakti sosial dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 ini dapat menjadi dorongan untuk terus memperkuat semangat pengabdian kepada masyarakat.
Momentum Hari Bhayangkara ke-80 pun tidak hanya diperingati melalui upacara atau kegiatan seremonial. Di Tasikmalaya, peringatan itu juga diisi dengan aksi nyata yang menyentuh kebutuhan warga.
Bantuan yang diberikan memang satu unit kursi roda. Namun, pesan yang dibawa jauh lebih besar: Polri ingin hadir, peduli, dan terus bergerak bersama masyarakat. Kursi rodanya satu, maknanya bisa jalan jauh. (ID/AS)
Berita Tasikmalaya Populer Minggu Ini:
- Sandiaga Uno dan KJRI New York Buka Jalan Investasi Global untuk Tasikmalaya
- HMI Tasikmalaya Geruduk Bale Kota, Gugat Pemborosan Anggaran Pemkot
- Tabrakan di Cikalang Tasikmalaya, Adu Banteng Innova vs Pikap
- Denny Romdony Desak PPDB SMAN 1 Tasikmalaya Dibuka Transparan Pasca Status Sekolah MAUNG
- Gardu Listrik Meledak di Tasikmalaya, Warga Dengar Dentuman Keras
- Haruskah Ibunya Menyaksikan? Refleksi Kasus Dugaan Penganiayaan ART di Tasikmalaya
- Geng Motor di Tasikmalaya Diduga Serang Warga Mangkubumi di Cibanjaran

