lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Dugaan aksi geng motor di Tasikmalaya kembali membuat warga resah. Seorang warga Cigantang, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, berinisial ZA, menjadi korban penyerangan orang tak dikenal di kawasan Jalan Cibanjaran, Sabtu, 6 Juni 2026, sekitar pukul 03.30 WIB.
Peristiwa itu terjadi di ruas Jalan Cibanjaran, tidak jauh dari kawasan Indomaret dan Lazzato Cibanjaran. Waktu kejadian yang berlangsung menjelang subuh membuat situasi di sekitar lokasi belum terlalu ramai. Namun, kabar penyerangan tersebut cepat menyebar dan menjadi perhatian warga sekitar.
Korban Ditolong Warga dan Hendak Dievakuasi ke RSUD
Informasi awal yang dihimpun redaksi menyebutkan, korban mengalami luka pada bagian tangan kanan. Korban kemudian ditolong warga yang berada di sekitar lokasi sebelum akhirnya disiapkan untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Heri, 40 tahun, seorang pengemudi ojek online yang melintas di kawasan tersebut, mengaku tidak menyaksikan langsung detik-detik penyerangan. Ia tiba di lokasi beberapa saat setelah kejadian berlangsung.
“Saya lewat itu kejadiannya sudah selesai. Korban sudah ditolong warga. Kelihatannya mau segera dibawa ke rumah sakit,” kata Heri kepada redaksi.
Menurut Heri, saat ia melintas, warga sudah berkumpul di sekitar lokasi kejadian. Ia melihat suasana di tepi jalan cukup ramai karena warga berupaya membantu korban.
“Saya lihat warga sudah pada nolongin. Kondisinya ramai, tapi pelakunya sudah tidak ada di lokasi,” ujarnya.
Korban disebut akan dievakuasi ke RSUD untuk mendapatkan perawatan. Belum ada keterangan resmi mengenai kondisi medis korban secara rinci. Namun, informasi awal menyebutkan korban mengalami luka cukup serius pada bagian jari tangan kanan.
Diduga Diserang Rombongan Bermotor
Dugaan geng motor di Tasikmalaya itu menguat setelah muncul keterangan awal bahwa pelaku diduga datang secara berkelompok menggunakan sepeda motor. Meski demikian, jumlah pelaku, jenis kendaraan yang digunakan, serta motif penyerangan masih belum dapat dipastikan secara resmi.
Informasi yang beredar di lapangan menyebutkan, korban saat itu berada di kawasan Cibanjaran sebelum kemudian diduga menjadi sasaran serangan rombongan bermotor. Korban disebut sempat berusaha menghindari ancaman, namun situasi berlangsung cepat.
Dalam kondisi terdesak, korban diduga berusaha melindungi diri saat serangan menggunakan benda tajam mengarah kepadanya. Akibatnya, tangan kanan korban mengalami luka dan harus segera mendapatkan pertolongan.
Selain korban utama, informasi lapangan juga menyebut ada rekan korban yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian. Namun, kronologi lengkap mengenai awal mula peristiwa, arah kedatangan pelaku, hingga bagaimana rombongan itu meninggalkan lokasi masih menunggu kepastian dari pihak berwenang.
Kejadian ini menambah kekhawatiran warga terhadap aksi rombongan bermotor di Tasikmalaya, terutama pada jam-jam rawan menjelang dini hari hingga subuh. Kawasan jalan yang relatif sepi kerap menjadi titik rentan jika tidak diimbangi patroli dan kewaspadaan bersama.
Meski begitu, redaksi belum dapat memastikan apakah para pelaku benar-benar berasal dari kelompok geng motor tertentu. Istilah geng motor dalam kasus ini masih mengacu pada dugaan awal dan keterangan yang berkembang di lapangan.
Hingga berita ini disusun, redaksi masih berupaya menghimpun keterangan resmi dari aparat kepolisian terkait dugaan penyerangan tersebut. Konfirmasi diperlukan untuk memastikan kronologi lengkap, kondisi korban, jumlah terduga pelaku, motif, serta perkembangan penyelidikan.
Kasus dugaan geng motor di Tasikmalaya ini menjadi perhatian karena menyangkut keselamatan warga di ruang publik. Warga diimbau tetap waspada saat melintas pada jam rawan, terutama di ruas jalan yang minim aktivitas dan penerangan. (AI/AS)
























