lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Universitas Islam Tasikmalaya resmi diluncurkan bertepatan dengan momentum Dies Natalis ke-52 Unitas Tasikmalaya. Perayaan tersebut menjadi penanda babak baru perjalanan kampus dalam memperkuat peran pendidikan tinggi Islam di Priangan Timur.
Momentum ini tidak hanya dimaknai sebagai seremoni ulang tahun kampus. Lebih dari itu, peluncuran Universitas Islam Tasikmalaya menjadi arah baru pengembangan lembaga pendidikan tinggi yang ingin memadukan ilmu pengetahuan, nilai keislaman, karakter akademik, dan daya saing global.
Dies Natalis ke-52 Jadi Tonggak Transformasi Kampus
Rektor Unitas Tasikmalaya, Dr Ade Zaenal Mutaqin, memimpin langsung rangkaian acara Dies Natalis ke-52 sekaligus peluncuran Universitas Islam Tasikmalaya. Kegiatan tersebut digelar pada Selasa malam, 9 Juni 2026, dan dihadiri sejumlah pejabat dari wilayah Priangan Timur serta pimpinan perguruan tinggi mitra.
Peluncuran Universitas Islam Tasikmalaya dalam momentum Dies Natalis ke-52 tidak dimaknai sebagai kelahiran kampus baru dari nol, melainkan sebagai kelanjutan sejarah panjang lembaga pendidikan Islam yang sebelumnya dikenal sebagai Institut Agama Islam Tasikmalaya atau IAIT. Dengan demikian, usia 52 tahun merujuk pada perjalanan historis kelembagaan kampus sejak masa awal pendiriannya, sementara nama Universitas Islam Tasikmalaya menjadi identitas baru dalam proses transformasi kelembagaan untuk memperluas mandat akademik, memperkuat tata kelola, dan menjawab kebutuhan pendidikan tinggi Islam yang lebih relevan dengan perkembangan zaman.
Kehadiran para tamu undangan menjadi bentuk dukungan terhadap langkah transformasi kampus tersebut. Menurut Dr Ade, Dies Natalis ke-52 bukan hanya peringatan tahunan, melainkan momentum refleksi atas perjalanan panjang Unitas dalam mencetak lulusan yang mengabdi kepada masyarakat.
“Selama 52 tahun Unitas telah menjadi rumah bagi ribuan mahasiswa yang kini tersebar di berbagai penjuru negeri. Kami bersyukur atas capaian itu dan hari ini kami melangkah lebih jauh dengan meluncurkan Universitas Islam Tasikmalaya sebagai bentuk komitmen menghadirkan pendidikan tinggi yang berkarakter religius, akademik, dan berdaya saing global,” ujar Dr Ade.
Ia menjelaskan, transformasi menjadi Universitas Islam Tasikmalaya merupakan jawaban atas kebutuhan masyarakat terhadap lembaga pendidikan tinggi yang tidak hanya mengejar keunggulan akademik, tetapi juga memperkuat nilai moral dan spiritual.
Kampus tersebut menyiapkan arah pengembangan kurikulum yang mengintegrasikan ilmu umum dengan kajian keislaman. Dengan konsep itu, lulusan Universitas Islam Tasikmalaya diharapkan tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga akhlak, kepedulian sosial, dan kemampuan menjawab tantangan zaman.
“Kami ingin melahirkan generasi yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri. Universitas Islam Tasikmalaya akan menjadi pusat kajian ilmu keislaman kontemporer, riset sosial, dan pengembangan kewirausahaan berbasis nilai Islam,” tambah Dr Ade.
Perkuat Tata Kelola dan Program Studi Unggulan
Rangkaian Dies Natalis ke-52 diisi dengan berbagai kegiatan. Mulai dari doa bersama, orasi ilmiah, peluncuran logo dan identitas baru Universitas Islam Tasikmalaya, hingga penandatanganan nota kesepahaman dengan sejumlah mitra strategis.
Pihak kampus juga mengundang insan media untuk ikut mendorong publikasi kegiatan tersebut. Harapannya, pesan transformasi Universitas Islam Tasikmalaya dapat tersampaikan lebih luas kepada masyarakat, khususnya di wilayah Priangan Timur.
Dr Ade menyampaikan apresiasi kepada seluruh civitas akademika, yayasan, alumni, mitra, dan masyarakat Tasikmalaya yang selama ini terus mendukung perkembangan Unitas. Ia menilai, capaian kampus selama lebih dari setengah abad merupakan hasil kerja panjang banyak pihak.
“Capaian hari ini adalah hasil kerja kolektif. Ke depan Universitas Islam Tasikmalaya akan terus berbenah, memperkuat tata kelola, membuka program studi unggulan, dan memperluas jaringan kerja sama demi menghadirkan pendidikan tinggi yang bermanfaat bagi umat dan bangsa,” pungkasnya.
Dengan peluncuran Universitas Islam Tasikmalaya, kampus ini memasuki fase baru dalam kontribusi pendidikan tinggi di daerah. Transformasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada perubahan nama dan identitas, tetapi benar-benar menjelma menjadi penguatan mutu akademik, riset, tata kelola, serta pengabdian kepada masyarakat. (DH)






















