lintaspriangan.com, BERITA OLAHRAGA. Wawancara Javier Aguirre menjadi salah satu sorotan besar jelang laga pembuka Piala Dunia 2026 nanti malam. Meksiko akan menghadapi Afrika Selatan pada Kamis, 11 Juni 2026, di Mexico City Stadium atau Estadio Azteca, Mexico City. Pertandingan dijadwalkan kick-off pukul 13.00 waktu Mexico City atau sekitar pukul 02.00 WIB, Jumat, 12 Juni 2026.
Meksiko akan membuka perjalanan Piala Dunia 2026 dengan status istimewa sebagai tuan rumah. Namun, di balik gegap gempita itu, ada catatan yang membuat laga nanti malam terasa lebih panas: Meksiko belum pernah menang dalam laga pembuka Piala Dunia.
Javier Aguirre Bicara Tekanan Meksiko
Dalam wawancara Javier Aguirre menjelang pertandingan, pelatih berusia 67 tahun itu tidak menutup mata terhadap besarnya tekanan yang sedang dipikul Meksiko. Bermain di rumah sendiri memang memberi energi besar. Namun, euforia tuan rumah juga bisa berubah menjadi beban bila tidak dikelola dengan kepala dingin.
Aguirre memahami betul suasana semacam itu. Ia bukan orang baru dalam sejarah sepak bola Meksiko. Pada Piala Dunia 1986, Aguirre pernah merasakan langsung atmosfer turnamen saat Meksiko menjadi tuan rumah. Kini, empat dekade kemudian, ia kembali berada di panggung besar, tetapi dengan peran berbeda: sebagai pelatih yang dituntut membawa Meksiko memulai turnamen dengan langkah benar.
Laga pembuka Piala Dunia nanti malam menjadi ujian mental pertama bagi skuad El Tri. Di atas kertas, Meksiko punya keuntungan besar. Mereka tampil di hadapan publik sendiri, mengenal atmosfer stadion, dan datang dengan dukungan penuh suporter.
Namun, Aguirre tampaknya tidak ingin pemainnya terjebak dalam rasa terlalu percaya diri. Ia menekankan pentingnya kontrol emosi. Sebab, pertandingan 90 menit tidak bisa dimenangkan hanya dengan semangat. Sepak bola kadang seperti antre BBM: siapa terlalu panik, justru bisa salah jalur.
Kutukan Laga Pembuka Piala Dunia Jadi Sorotan
Catatan sejarah membuat pertandingan Meksiko vs Afrika Selatan semakin menarik. Meksiko sudah beberapa kali tampil di laga pembuka Piala Dunia, tetapi kemenangan belum pernah mereka dapatkan.
Fakta itulah yang membuat kata “kutukan” terasa relevan dalam pembahasan menjelang laga nanti malam. Bukan dalam arti mistis, melainkan sebagai gambaran tekanan psikologis yang melekat pada perjalanan Meksiko di pertandingan pembuka turnamen terbesar sepak bola dunia.
Bagi Javier Aguirre, laga ini bukan sekadar pertandingan pertama Grup A. Ini adalah kesempatan untuk mengubah narasi lama. Jika Meksiko menang, mereka bukan hanya meraih tiga poin penting, tetapi juga memutus cerita buruk yang sudah bertahan begitu lama.
Afrika Selatan tentu tidak bisa dianggap sebagai pelengkap panggung tuan rumah. Tim berjuluk Bafana Bafana itu datang dengan motivasi besar. Mereka akan mencoba merusak pesta pembuka Meksiko dan memanfaatkan tekanan besar yang berada di pundak lawan.
Karena itu, pertandingan nanti malam berpotensi berjalan ketat. Meksiko akan didorong untuk menyerang sejak awal, tetapi mereka juga harus berhati-hati agar tidak kehilangan keseimbangan. Satu kesalahan kecil di laga pembuka bisa berubah menjadi headline besar keesokan pagi.
Wawancara Javier Aguirre memberi gambaran bahwa Meksiko tidak datang dengan kepala kosong. Mereka tahu sejarah buruk itu ada. Mereka juga tahu seluruh mata sedang mengarah kepada mereka.
Kini, jawabannya tinggal ditentukan di lapangan. Apakah Meksiko benar-benar siap mengakhiri kutukan Piala Dunia nanti malam, atau justru sejarah kembali menepuk bahu mereka dari belakang? (AS)






















