5 Bulan Tak Didengar Wali Kota, Pedagang Pasar Cikurubuk Akan Lakukan Ini

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Pedagang Pasar Cikurubuk mulai kehilangan kesabaran. Surat resmi yang dikirimkan kepada Wali Kota Tasikmalaya sejak 13 Februari 2026 disebut tak kunjung mendapat jawaban hingga Senin (27/07/2026).

Keheningan selama lebih dari lima bulan itu kini berujung pada keputusan baru. Pedagang Pasar Cikurubuk berencana menggelar rapat terbuka di depan Balai Kota Tasikmalaya pada Jumat, 7 Agustus 2026.

Sekretaris Himpunan Pedagang Pasar Tasikmalaya (HIPPATAS), H. Jajang Ara, S.E., mengatakan, tidak pernah ada respons dari Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, terhadap surat yang telah disampaikan organisasi pedagang tersebut.

- Advertisement -

Menurut Jajang, komunikasi dari jajaran di bawah wali kota juga tidak pernah datang. Tidak ada staf maupun kepala dinas terkait yang menghubungi HIPPATAS untuk membicarakan pokok-pokok usulan dalam surat tersebut.

Sikap itu memantik kekecewaan mendalam di kalangan pedagang. Mereka merasa telah memilih jalur yang santun, administratif, dan terbuka, tetapi ikhtiar tersebut seolah berhenti di meja penerima surat.

Surat Berjalan, Jawaban Tak Datang

Dalam pemberitaan Lintas Priangan pada 13 Februari 2026, HIPPATAS mengirimkan surat usulan kebijakan kepada sembilan instansi di Kota Tasikmalaya.

Surat itu tidak sekadar berisi keluhan. HIPPATAS menyertakan sejumlah usulan konkret, mulai dari pembenahan infrastruktur, penataan zona dan jam operasional pedagang, penegakan aturan perdagangan grosir dan eceran, hingga peninjauan kebijakan retribusi pasar.

Saat itu, aspirasi untuk menggelar aksi massa sebenarnya telah muncul. Namun, pengurus HIPPATAS bersama tokoh masyarakat memilih meredamnya. Jalur dialog dipandang lebih bermartabat dan memberi kesempatan kepada pemerintah untuk merespons secara kelembagaan.

Lima bulan berlalu, kesempatan tersebut dinilai tidak dimanfaatkan. HIPPATAS menyatakan belum menerima jawaban ataupun ajakan duduk bersama dari Wali Kota Tasikmalaya dan perangkat daerah terkait.

Padahal, Pasar Cikurubuk bukan pasar kecil yang bisa dipandang sambil lalu. Pasar induk terbesar di Priangan Timur itu menjadi tempat ribuan pedagang menggantungkan penghidupan sekaligus salah satu simpul utama distribusi kebutuhan pokok masyarakat.

Infrastruktur Rusak, Penghasilan Pedagang Tertekan

Kekecewaan pedagang semakin mengental karena kondisi Pasar Cikurubuk terus memburuk. Jalan berlubang, genangan air, drainase yang tidak berfungsi optimal, serta kawasan yang becek ketika hujan masih menjadi pemandangan sehari-hari.

Kondisi tersebut bukan hanya dikeluhkan HIPPATAS. Pada 17 Juni 2026, detikJabar melaporkan jalan di kawasan Pasar Cikurubuk mengalami kerusakan parah. Drainase yang buruk membuat aktivitas pedagang dan pengunjung semakin terganggu saat hujan turun.

Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kota Tasikmalaya juga mengakui terdapat penambahan lubang di sejumlah titik. Penanganan jalan lingkar luar pasar sejauh ini masih berupa pemeliharaan dan penambalan, sedangkan perbaikan menyeluruh diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp15,4 miliar. Jalan di dalam kawasan pasar berada dalam kewenangan Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan.

Kerusakan infrastruktur itu berkelindan dengan semakin sepinya aktivitas jual beli. Pada Januari 2026, HIPPATAS memperkirakan jumlah pengunjung Pasar Cikurubuk telah menurun sekitar 60–70 persen. Angka tersebut merupakan estimasi organisasi pedagang, bukan data resmi pemerintah.

Bagi pedagang, jalan rusak dan lingkungan yang becek bukan semata urusan kenyamanan. Kondisi tersebut dapat membuat pembeli enggan datang, distribusi barang tersendat, dan pendapatan pedagang semakin tergerus di tengah persaingan dengan pasar modern serta perdagangan daring.

Rapat Terbuka di Depan Balai Kota

H. Jajang Ara menjelaskan, rapat terbuka pada 7 Agustus 2026 direncanakan berlangsung di depan Balai Kota Tasikmalaya. Pemilihan lokasi itu menjadi penegasan bahwa pedagang membutuhkan jawaban langsung dari pemerintah kota.

Agenda tersebut masih berupa rapat terbuka, bukan aksi massa. Namun, keputusan membawanya ke depan pusat pemerintahan menunjukkan bahwa ruang kesabaran pedagang mulai menyempit.

Pedagang Pasar Cikurubuk ingin aspirasi mereka didengar, dibicarakan, dan ditindaklanjuti melalui kebijakan yang terukur. Mereka tidak hanya meminta jalan ditambal, tetapi menghendaki penataan pasar secara menyeluruh agar pusat ekonomi rakyat itu tidak terus menua dalam kubangan persoalan.

Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi dari Wali Kota Tasikmalaya maupun perangkat daerah terkait mengenai pernyataan HIPPATAS dan rencana rapat terbuka tersebut. Ruang tanggapan tetap terbuka agar masyarakat memperoleh penjelasan yang utuh. (AS)

Abiba Guard
Produk Digital

Abiba Guard

Abiba Guard adalah plugin keamanan WordPress yang menggabungkan pembatasan percobaan login, kendali mode darurat Cloudflare, perlindungan konten premium,…

Rp198.999Beli Sekarang
Abiba Booster
Produk Digital

Abiba Booster

Abiba Booster adalah plugin optimasi WordPress yang membantu mengelola cache halaman, mengonversi gambar JPG dan PNG ke WebP,…

Rp199.000Beli Sekarang
WAStore
Produk Digital

WAStore

WASTore – Bikin Toko Online Profesional, Terima Pesanan Langsung via WhatsApp! Punya produk tapi belum punya toko online…

Rp240.000Beli Sekarang

PRIANGAN TIMUR

Bawa Nama Internasional, Job Fair Tasikmalaya Justru Dikeluhkan Molor, Wali Kota Disorot

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Job Fair Tasikmalaya 2026 membawa embel-embel...

Urusan Sampah Warga Urug Sampai ke KDM, Di Mana Peran Camat dan Wali Kota Tasikmalaya?

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Persoalan sampah yang dikeluhkan warga Kelurahan...

Hujan Hambat Pembukaan Jalan 2,6 Km Penghubung Dua Desa di Pangandaran

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Pekerjaan pembukaan jalan penghubung Desa Bangunjaya...

Kerusakan Jalan di Kadongdong Garut Perlu Penanganan, Pengguna Jalur Banjarwangi–Singajaya Diminta Waspada

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Kerusakan badan jalan di Kampung Batas,...

5.873 Orang Daftar Job Fair Tasikmalaya, Berapa yang Berhasil Mendapat Pekerjaan?

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Sebanyak 5.873 pencari kerja tercatat mendaftar...

JAWA BARAT

Pemulihan Pascabencana Kuningan, Delapan Rumah Rusak Berat dan Dua Keluarga Mengungsi

lintaspriangan.com, BERITA KUNINGAN. Pemulihan pascabencana Kuningan menjadi perhatian setelah...

Tanggul Sungai Cikalintu Jebol, BPBD Soroti Belum Adanya Saluran Pengalihan Air di Hulu

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Tanggul Sungai Cikalintu di Kelurahan Cipaganti,...

Pohon Tumbang di Bandung Timpa Kendaraan di Jalan Mohammad Toha

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. BANDUNG – Pohon tumbang di Bandung...

Penghargaan Digital Sumedang Jadi Momentum Uji Keamanan e-Voting Pilkades di 92 Desa

lintaspriangan.com, BERITA SUMEDANG. Kabupaten Sumedang menerima penghargaan transformasi digital...

Monyet Liar Masuk Permukiman Desa Bunder Purwakarta, Warga Khawatirkan Keselamatan Anak

lintaspriangan.com, BERITA PURWAKARTA. Kawanan monyet liar dilaporkan masuk ke...

Central Medical Unit Ujungberung Ditargetkan Beroperasi pada 2028, Ini Fasilitas yang Direncanakan

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Pemerintah Kota Bandung bersama Kementerian Kesehatan...

KITA SEHAT, Kemitraan Indonesia–Australia untuk Perkuat Sistem Kesehatan Jawa Barat

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendorong Program...

Futsal Porprov Jabar: Kota Bandung Hajar Kabupaten Tasikmalaya 7–3

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Kota Bandung mengalahkan Kabupaten Tasikmalaya dengan...

Olahraga

Kategori Populer