lintaspriangan.com,ย BERITA BANDUNG.ย Kebakaran Pasar Ciroyom Bandung menghanguskan sedikitnya 9 kios pada Rabu (27/05/2026) dini hari. Api yang muncul saat aktivitas pasar masih sepi itu membuat sejumlah bangunan kios ludes terbakar.
Peristiwa kebakaran Pasar Ciroyom tersebut menjadi perhatian warga karena kobaran api disebut cepat membesar. Material bangunan kios yang sebagian menggunakan kayu membuat api lebih mudah merambat dari satu titik ke bangunan lain di kawasan pasar tradisional itu.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran di Kota Bandung tersebut. Saat api mulai membesar, kios-kios yang terbakar dilaporkan dalam kondisi kosong sehingga tidak ada pedagang atau pembeli yang terjebak di lokasi.
Api Cepat Merambat, Kios di Pasar Ciroyom Terbakar
Informasi yang dihimpun dari sejumlah laporan media menyebutkan, kios di Pasar Ciroyom terbakar pada waktu menjelang dini hari. Sebelumnya, laporan kebakaran disebut diterima petugas sekitar Selasa malam, 26 Mei 2026, menjelang pergantian hari.
Kebakaran itu kemudian ditangani sebagai peristiwa Rabu dini hari karena proses pemadaman dan dampak kejadian berlangsung setelah memasuki 27 Mei 2026. Dalam penulisan kronologi, penyebutan โSelasa malam menjelang Rabu dini hariโ menjadi pilihan paling presisi agar tidak menimbulkan kabut informasi waktu kejadian.
Api dilaporkan membakar sedikitnya 9 kios. Sebagian laporan menyebut kios yang terbakar merupakan bangunan semi permanen dengan material mudah terbakar. Kondisi bangunan yang berdempetan membuat petugas harus bergerak cepat agar api tidak menjalar lebih luas ke area pasar lainnya.
Kawasan Pasar Ciroyom Bandung selama ini dikenal sebagai salah satu titik aktivitas perdagangan rakyat yang cukup sibuk. Karena itu, kebakaran di area pasar bukan hanya meninggalkan kerugian material, tetapi juga memukul denyut ekonomi kecil para pedagang yang menggantungkan hidup dari lapak harian.
9 Kios Ludes Terbakar, Penyebab Masih Diselidiki
Dalam kejadian ini, sedikitnya 9 kios ludes terbakar. Belum ada laporan resmi mengenai total kerugian yang dialami para pemilik kios. Namun, melihat kondisi bangunan yang hangus, kerugian material diperkirakan tidak kecil.
Penyebab pasti kebakaran Pasar Ciroyom masih perlu menunggu hasil pemeriksaan pihak berwenang. Sejumlah laporan awal menyebut adanya dugaan korsleting listrik, tetapi keterangan itu belum bisa disebut sebagai kesimpulan final sebelum ada hasil penyelidikan resmi.
Dugaan sementara seperti korsleting listrik memang kerap muncul dalam peristiwa kebakaran pasar atau kawasan padat bangunan. Namun, dalam pemberitaan, penyebab api tetap harus ditulis hati-hati agar tidak mendahului hasil pemeriksaan petugas.
Kejadian ini sekaligus menjadi pengingat penting bagi pengelola pasar, pedagang, dan pemerintah daerah untuk memperkuat mitigasi kebakaran di kawasan perdagangan tradisional. Instalasi listrik, jarak antarbangunan, akses kendaraan pemadam, serta ketersediaan alat pemadam api ringan menjadi simpul penting yang tidak boleh diabaikan.
Di banyak pasar tradisional, api kecil bisa berubah menjadi bencana besar hanya dalam hitungan menit. Apalagi bila bangunan saling menempel, material kios mudah terbakar, dan akses pemadaman terbatas. Dalam situasi seperti itu, waktu respons petugas menjadi sangat menentukan.
Hingga Rabu pagi, peristiwa kebakaran Pasar Ciroyom masih menjadi sorotan. Selain karena terjadi di salah satu kawasan pasar penting di Bandung, insiden ini juga berlangsung pada momentum Hari Raya Iduladha, ketika sebagian aktivitas warga sedang terkonsentrasi pada ibadah, keluarga, dan kegiatan sosial.
Kini, perhatian publik tertuju pada dua hal: penyebab pasti kebakaran dan nasib para pedagang pemilik kios yang terdampak. Sebab setelah api padam, pekerjaan berikutnya justru dimulai: menghitung kerugian, memastikan keamanan lokasi, dan mencari jalan agar para pedagang bisa kembali berjualan. (M/AS)
Baca Berita Bandung lainnya di Google News





















