lintaspriangan.com,ย BERITA TASIKMALAYA.ย Menjelang Idul Adha, warga Kota Tasikmalaya dibuat heboh oleh insiden tak biasa. Seekor Sapi Kurban Tasikmalaya jenis Limousin berbobot sekitar 720 kilogram tercebur ke dalam kolam saat hendak dipindahkan menuju lokasi penyembelihan.
Bobotnya yang luar biasa membuat suasana mendadak tegang. Warga yang berada di sekitar lokasi khawatir sapi tersebut tidak mampu bertahan lama di dalam kolam, apalagi kondisi air bercampur lumpur membuat proses penyelamatan tidak bisa dilakukan sembarangan.
Insiden sapi kurban tercebur kolam itu pun membuat petugas Damkar Kota Tasikmalaya turun tangan. Proses evakuasi tidak hanya membutuhkan tenaga, tetapi juga perhitungan matang agar hewan kurban tersebut tetap selamat dan petugas tidak ikut celaka.
Apalagi, sapi yang tercebur bukan sapi berukuran biasa. Hewan kurban jenis Limousin itu diperkirakan memiliki bobot sekitar 720 kilogram. Dengan ukuran sebesar itu, menariknya keluar dari kolam jelas bukan pekerjaan yang bisa diselesaikan hanya dengan modal nekat dan teriakan โsatu, dua, tigaโ.
Sapi Jenis Limousin Seberat 720 Kilogram
Peristiwa sapi kurban di Kota Tasikmalaya itu terjadi saat hewan kurban tersebut hendak dibawa menuju lokasi penyembelihan. Namun, jalur yang dilalui cukup sempit. Dalam proses pemindahan, sapi besar itu tergelincir hingga akhirnya tercebur ke dalam kolam.
Lokasi kejadian berada di Kampung Lengo, Jalan Bantar Sari 03/07, Kelurahan Bantarsari, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya. Peristiwa itu terjadi pada Selasa malam, 26 Mei 2026. Insiden ini sontak menyita perhatian warga sekitar karena proses penyelamatan tidak mudah dilakukan secara manual.
Sapi Limousin 720 kilogram tersebut sempat meronta di dalam kolam. Kondisi itu membuat warga semakin khawatir. Selain karena bobotnya sangat besar, posisi sapi di dalam air berlumpur juga berisiko membuat hewan tersebut kelelahan.
Dalam situasi seperti itu, warga kemudian meminta bantuan petugas Damkar. Laporan diterima Pos Damkar Kota Tasikmalaya sekitar pukul 17.45 WIB. Tak lama setelah menerima laporan, Regu 2 diberangkatkan menuju lokasi sekitar pukul 17.50 WIB.
Dengan response time sekitar 15 menit, tim tiba di lokasi sekitar pukul 18.00 WIB. Penanganan kemudian langsung dilakukan untuk memastikan penyelamatan sapi kurban di Bantarsari bisa berjalan aman.
Evakuasi Sapi Kurban Berlangsung Dramatis
Proses evakuasi sapi kurban di Bungursari dipimpin Eman Sulaeman bersama petugas Regu 2. Begitu tiba di lokasi, tim langsung melakukan asesmen lapangan untuk melihat posisi sapi, kondisi kolam, serta keamanan area sekitar.
Tantangan terbesar bukan hanya bobot sapi yang mencapai ratusan kilogram. Kondisi tanah di sekitar kolam ternyata gembur dan licin. Penambat yang tersedia juga tidak cukup kuat untuk menahan beban saat proses penarikan dilakukan.
Karena itu, petugas tidak bisa asal menarik. Sebagian tim masuk ke area kolam untuk menstabilkan posisi sapi agar tidak semakin panik dan tidak tenggelam. Sebagian lainnya menyiapkan tali khusus serta alat bantu angkat.
Komunikasi antarpersonel dijaga ketat agar gerakan penarikan berlangsung serempak. Warga yang berkumpul di sekitar lokasi juga diminta menjauh demi keselamatan bersama. Dalam proses seperti ini, satu gerakan keliru bisa membuat sapi semakin meronta atau justru membahayakan petugas.
Setelah berjibaku dengan lumpur, beban berat, dan medan yang tidak stabil, sapi kurban tersebut akhirnya berhasil ditarik ke daratan dalam kondisi selamat. Warga pun bernapas lega setelah ketegangan selama proses evakuasi berakhir.
Eman Sulaeman menegaskan, keberhasilan evakuasi itu tidak lepas dari kekompakan tim serta penanganan yang dilakukan sesuai Standar Operasional Prosedur. Damkar Kota Tasikmalaya juga mengingatkan warga agar lebih berhati-hati saat memindahkan hewan kurban, terutama melalui jalur sempit atau area yang berdekatan dengan kolam.
Peristiwa menjelang Idul Adha di Tasikmalaya ini menjadi pengingat bahwa pemindahan hewan kurban berukuran besar perlu dilakukan dengan persiapan matang. Sebab, ketika sapi sebesar 720 kilogram sudah salah langkah, yang repot bukan hanya pemiliknya, tetapi bisa satu kampung ikut deg-degan. (DH?AS)
Baca Berita Tasikmalaya lainnya di Google News





















