lintaspriangan.com,ย BERITA BANDUNG.ย Dugaan Pembunuhan di Ujungberung menggegerkan warga Kota Bandung. Seorang pria muda berinisial A, berusia 21 tahun, ditemukan tewas di trotoar kawasan Alun-alun Ujungberung, Kota Bandung, Minggu (24/5/2026) sekitar pukul 03.00 WIB.
Korban ditemukan dalam kondisi tak bernyawa dengan luka tusuk di bagian dada sebelah kiri. Polisi menduga pria muda tersebut menjadi korban tindak pidana pembunuhan. Kasus ini kini ditangani Polsek Ujungberung, sementara penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap pelaku, motif, dan rangkaian peristiwa sebelum korban ditemukan tewas.
Korban Ditemukan di Trotoar Alun-alun Ujungberung
Peristiwa ini bermula ketika warga menemukan jasad korban di trotoar kawasan Alun-alun Ujungberung. Lokasi tersebut merupakan salah satu titik keramaian di wilayah Bandung timur, sehingga penemuan mayat pria muda pada dini hari langsung memantik perhatian warga sekitar.
Kapolsek Ujungberung, Kompol Heri Suryadi, membenarkan adanya temuan mayat laki-laki yang diduga menjadi korban pembunuhan. Dari hasil pemeriksaan awal, korban mengalami luka tusuk di bagian dada sebelah kiri.
โTelah ditemukan mayat laki-laki diduga korban tindak pidana pembunuhan yang mana korban mengalami luka tusuk di bagian dada sebelah kiri,โ kata Heri, sebagaimana dikutip detikJabar.
Korban diketahui berinisial A dan berusia 21 tahun. Dalam laporan detikJabar, korban disebut sebagai warga Cisurupan, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung. Sementara sejumlah media lokal lain menulis domisili korban dengan keterangan berbeda. Karena itu, identitas rinci korban masih perlu menunggu keterangan resmi lanjutan dari kepolisian agar tidak terjadi kekeliruan informasi.
Jasad korban pertama kali ditemukan oleh dua warga sekitar, yakni Iman Wariman, 18 tahun, dan Asep, 40 tahun. Keduanya disebut merupakan pedagang di Pasar Ujungberung. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada aparat kepolisian.
Polisi langsung mendatangi tempat kejadian perkara. Selain melakukan pemeriksaan awal di lokasi, petugas juga mulai menelusuri rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar TKP. Keterangan saksi turut dikumpulkan untuk membuka kabut informasi yang masih menyelimuti kasus ini.
Hingga Senin (25/5/2026), polisi belum mengumumkan siapa pelaku dugaan pembunuhan di Ujungberung tersebut. Motif penusukan juga belum disampaikan secara resmi. Dengan begitu, informasi yang paling aman ditulis saat ini adalah bahwa korban diduga tewas akibat tindak pidana pembunuhan, bukan kesimpulan final mengenai pelaku maupun latar belakang kejadian.
Polisi Telusuri CCTV, Belum Kaitkan dengan Euforia Persib
Kasus ini mencuat di tengah suasana Kota Bandung yang masih dipenuhi euforia kemenangan Persib Bandung. Namun, polisi menegaskan belum mengaitkan kematian korban dengan perayaan Persib maupun aktivitas Bobotoh.
Kapolsek Ujungberung menyebut korban tidak mengenakan atribut Bobotoh saat ditemukan di lokasi kejadian. Pernyataan ini menjadi penting karena sejumlah informasi liar sempat mengaitkan peristiwa tersebut dengan suasana perayaan Persib juara.
Dalam konteks jurnalistik, fakta ini harus ditempatkan secara hati-hati. Perayaan Persib boleh disebut sebagai latar waktu karena terjadi pada periode yang sama. Namun, tidak boleh langsung dijadikan penyebab atau konteks utama sebelum ada keterangan resmi dari kepolisian. Singkatnya, jangan sampai berita ingin mengejar klik, tetapi malah terpeleset jadi tuduhan. Klik boleh kencang, rem hukum tetap harus pakem.
Polisi menyatakan penyelidikan masih berjalan. Langkah yang sudah dilakukan antara lain mendatangi TKP, mencari rekaman CCTV di sekitar lokasi, meminta keterangan saksi, dan melakukan penyelidikan terhadap pelaku.
Sejumlah laporan media lokal juga menyebut polisi menemukan dua bilah pisau di sekitar tempat kejadian. IDN Times menulis polisi telah memeriksa dua bilah pisau dari TKP untuk kepentingan penyelidikan. Namun, status benda tersebut masih perlu menunggu penjelasan resmi lebih lanjut, apakah benar berkaitan langsung dengan luka tusuk yang dialami korban atau hanya bagian dari temuan di sekitar lokasi.
Dugaan pembunuhan di Ujungberung ini kini menjadi perhatian publik Bandung. Selain karena korban masih berusia muda, lokasi penemuan jasad berada di ruang publik yang mudah diakses warga. Peristiwa tersebut juga menambah daftar panjang kasus kekerasan jalanan yang menimbulkan keresahan di wilayah perkotaan.
Bagi warga Bandung, terutama di kawasan Ujungberung, Cibiru, Cinambo, Arcamanik, dan Bandung timur, kasus ini menjadi pengingat penting soal keamanan lingkungan pada jam rawan. Aktivitas dini hari, titik keramaian, serta ruang publik yang minim pengawasan bisa menjadi celah munculnya tindak kekerasan.
Sampai berita ini disusun, polisi masih mendalami siapa pelaku dugaan pembunuhan tersebut. Publik diminta tidak menyebarkan spekulasi yang belum terkonfirmasi, termasuk informasi yang mengaitkan korban dengan kelompok suporter tertentu.
Kasus dugaan pembunuhan di Ujungberung ini masih menyisakan banyak pertanyaan. Siapa pelaku penusukan? Apa motifnya? Apakah korban sempat terlibat cekcok sebelum ditemukan tewas? Dan apakah rekaman CCTV di sekitar Alun-alun Ujungberung berhasil merekam detik-detik penting sebelum korban meregang nyawa?
Semua jawaban itu kini berada di tangan penyidik. Yang jelas, seorang pria muda telah kehilangan nyawa di trotoar Alun-alun Ujungberung, dan publik Bandung menunggu polisi membuka terang peristiwa yang masih gelap tersebut. (M/AS)
Baca Berita Jawa Barat lainnya di Google News





















