lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Hari Koperasi Nasional bukan sekadar tanggal merah dalam ingatan sejarah Tasikmalaya. Dari kota inilah keputusan penting gerakan koperasi Indonesia lahir, sebelum 12 Juli kemudian diperingati setiap tahun sebagai Hari Koperasi.
Hampir delapan dekade berselang, jejak sejarah itu hendak dihidupkan kembali. Pemerintah Kota Tasikmalaya bersama Kementerian Koperasi mempersiapkan revitalisasi kawasan Kongres Koperasi Pertama agar tidak hanya berdiri sebagai penanda masa lalu, tetapi kembali menjadi ruang yang hidup dan berguna bagi masyarakat.
Dari Kongres 1947 ke Revitalisasi 2026
Tasikmalaya memiliki tempat khusus dalam perjalanan koperasi Indonesia. Kongres Koperasi Pertama digelar di kota ini pada Juli 1947, ketika usia kemerdekaan Republik Indonesia bahkan belum genap dua tahun.
Kongres tersebut melahirkan sejumlah keputusan penting. Salah satunya adalah pembentukan Sentral Organisasi Koperasi Rakyat Indonesia atau SOKRI. Kongres juga menetapkan gotong royong sebagai asas koperasi dan memutuskan 12 Juli sebagai Hari Koperasi.
Namun, perjalanan waktu membuat kawasan bersejarah itu lebih sering dikenang melalui tugu dan bangunan lama. Nama Tasikmalaya tetap tercatat dalam buku sejarah, tetapi denyut aktivitas di kawasan kelahiran Hari Koperasi Nasional belum sepenuhnya terasa.
Upaya menghidupkan kembali kawasan tersebut mulai mendapat perhatian serius. Pada 1 Juni 2026, Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi meninjau langsung kawasan Tugu Koperasi bersama Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra.
Peninjauan itu menjadi bagian dari persiapan rangkaian peringatan Hari Koperasi sekaligus pembahasan masa depan kawasan bersejarah tersebut. Pemerintah Kota Tasikmalaya juga menyampaikan harapan agar kawasan Tugu Koperasi mendapat penguatan dari sisi pelestarian budaya.
Langkah tersebut berlanjut melalui pertemuan Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan dengan Kementerian Koperasi di Jakarta pada 8 Juli 2026.
Dalam pertemuan itu, Pemkot membawa konsep bertajuk “Menghidupkan Sejarah, Membangun Ekosistem Koperasi Masa Depan.” Peletakan batu pertama revitalisasi kawasan Kongres Koperasi Pertama direncanakan berlangsung pada 26 Juli 2026.
Bukan Sekadar Memoles Bangunan Lama
Revitalisasi tersebut tidak diarahkan hanya untuk mempercantik tugu, mengecat dinding, atau mengganti bagian bangunan yang telah dimakan usia.
Kawasan bersejarah itu dirancang menjadi pusat edukasi sejarah koperasi, aktivitas ekonomi masyarakat, ruang promosi UMKM, serta tempat berkumpulnya koperasi, komunitas, generasi muda, dan pelaku usaha.
Dengan konsep tersebut, sejarah tidak hanya dipajang untuk difoto. Sejarah diharapkan bekerja kembali, melahirkan kegiatan ekonomi, mempertemukan gagasan, serta membuka ruang kolaborasi baru.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono menilai revitalisasi tersebut menjadi bagian dari usaha mengembalikan koperasi sebagai kekuatan ekonomi rakyat. Kawasan itu diharapkan dapat mempertemukan nilai sejarah dengan inovasi dan kebutuhan masyarakat masa kini.
Inilah tantangan terbesar setelah seremoni selesai. Hari Koperasi Nasional tidak cukup hanya dirayakan dengan panggung, spanduk, dan pidato. Nilai gotong royong harus terlihat dalam koperasi yang sehat, usaha anggota yang tumbuh, serta manfaat ekonomi yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Tasikmalaya telah memberi Indonesia satu tanggal penting dalam sejarah koperasi. Kini, Tasikmalaya mendapat kesempatan untuk membuktikan bahwa sejarah itu belum selesai.
Tugu boleh tetap berdiri sebagai pengingat. Namun, koperasi harus bergerak sebagai jalan menuju masa depan.
Ikuti Lintas Priangan melalui Google untuk mendapatkan berita terbaru dari Tasikmalaya dan Priangan Timur. Bergabung juga dengan Channel WhatsApp Lintas Priangan. (NS/AS)
Kuis Piala Dunia 2026
Tebak dua tim finalis dan skor akhir. Tiga tebakan akurat dan tercepat berhak mendapatkan hadiah uang tunai. Total hadiah jutaan rupiah.
