lintaspriangan.com,ย BERITA OLAHRAGA. Pawai juara Persib tercoreng oleh sederet insiden yang membuat euforia kemenangan Maung Bandung menyisakan catatan getir. Di balik gegap gempita Bobotoh merayakan gelar juara, Kota Bandung juga dihadapkan pada kabar kecelakaan, konsumsi minuman keras, kerusakan fasilitas publik, hingga korban jiwa.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyebut perayaan juara Persib tidak boleh hanya dibaca sebagai pesta kemenangan. Ada ruang koreksi yang harus dibuka setelah Pemkot Bandung menemukan sampah botol minuman keras dalam jumlah besar dan menerima laporan jatuhnya korban dalam rangkaian euforia tersebut. Detik melaporkan Farhan menyebut botol miras yang ditemukan selama dua malam bahkan mencapai satu mobil pikap.
Miras Jadi Noda di Tengah Lautan Biru
Kemenangan Persib Bandung tentu menjadi kebanggaan besar bagi publik Jawa Barat. Namun, pawai dan konvoi yang melibatkan massa besar juga meninggalkan persoalan ketertiban yang tidak bisa dianggap sepele.
CNN Indonesia turut melaporkan temuan sampah botol miras hingga satu mobil pikap dan menyebut dua orang tewas dalam rangkaian pesta juara Persib. Informasi senada juga muncul dari IDN Times Jabar, yang menulis dua warga Bandung meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas yang diduga dipicu konsumsi minuman keras saat euforia kemenangan Persib berlangsung.
Farhan kemudian menyatakan Pemkot Bandung akan menggencarkan razia miras ilegal bersama kepolisian. Langkah itu diambil karena dampak miras dalam momentum perayaan massa dinilai sudah membahayakan keselamatan publik. RMOL Jabar dan RRI juga memberitakan respons Pemkot Bandung yang menyiapkan razia miras besar-besaran setelah korban jiwa kembali dilaporkan.
Di titik ini, miras pawai Persib menjadi isu yang tidak lagi bisa dipandang sebagai pelanggaran kecil. Ia berubah menjadi simpul persoalan yang menyeret keselamatan jalan, ketertiban kota, dan marwah perayaan olahraga.
Korban Kecelakaan, Kerusakan Taman, dan Ruang Koreksi
Selain miras, rangkaian pawai juara Persib Bandung juga memunculkan angka kecelakaan yang cukup mencolok. JPNN Jabar melaporkan sebanyak 122 orang menjadi korban kecelakaan saat konvoi di Bandung. Dalam laporan itu, euforia Persib disebut tidak hanya meninggalkan rasa senang, tetapi juga berbagai insiden.
Data serupa sebelumnya juga dilaporkan DetikJabar. Wali Kota Bandung menyebut ada 122 korban kecelakaan lalu lintas selama perayaan Persib juara. Sebagian korban berasal dari Kota Bandung, sementara sebagian lainnya dari luar kota.
IDN Times Jabar menambahkan, pesta kemenangan Persib juga berdampak pada peningkatan volume sampah dan kerusakan di 35 titik taman kota. Artinya, beban perayaan tidak hanya berhenti di jalan raya, tetapi juga merembet ke fasilitas publik yang harus dipulihkan setelah massa membubarkan diri.
Karena itu, frasa pawai juara Persib tercoreng bukan dimaksudkan untuk mengurangi nilai kemenangan Maung Bandung. Persib tetap juara, Bobotoh tetap punya alasan untuk bangga, dan Bandung tetap punya sejarah besar bersama klub kebanggaannya.
Namun, kemenangan besar semestinya tidak kehilangan muruah karena miras, kecelakaan, dan perilaku yang merusak ruang publik. Euforia boleh membiru di jalanan, tetapi keselamatan warga tetap harus menjadi garis batas yang tidak boleh diterabas.
Pada akhirnya, pesta juara Persib memberi dua wajah sekaligus bagi Bandung. Satu wajah adalah kebanggaan. Wajah lainnya adalah peringatan bahwa kegembiraan massa perlu dikelola dengan disiplin, pengawasan, dan kesadaran bersama.
Persib telah menang di lapangan. Kini, tantangan berikutnya adalah memastikan pesta kemenangan tidak lagi meninggalkan kabar duka di jalanan. (M/AS)
Baca Berita Persib lainnya di Google News





















