lintaspriangan.com,ย BERITA OLAHRAGA.ย Terminal Cicaheum Bandung mulai memasuki babak baru yang terasa getir bagi sebagian warga. Terminal yang selama puluhan tahun menjadi salah satu pintu perjalanan warga Bandung itu mulai ditinggalkan bus AKAP dan AKDP setelah operasionalnya dialihkan ke Terminal Leuwipanjang.
Namun, perubahan besar itu rupanya belum sepenuhnya sampai ke telinga semua penumpang. Di tengah proses pengosongan terminal, masih ada warga yang datang ke Terminal Cicaheum Bandung untuk mencari bus seperti hari-hari biasa. Mereka datang membawa tas, harapan perjalanan, dan mungkin juga sedikit kebingungan ketika mendapati suasana terminal tak lagi seramai biasanya.
Pengalihan layanan bus antarkota antarprovinsi atau AKAP dan antarkota dalam provinsi atau AKDP dari Cicaheum ke Leuwipanjang dilakukan mulai pekan ini. Laporan IDN Times Jabar menyebut, puluhan bus yang selama ini beroperasi di Terminal Cicaheum mulai dipindahkan ke Terminal Leuwipanjang karena kawasan Cicaheum disiapkan menjadi depo Bus Rapid Transit atau BRT Bandung Raya.
Bus AKAP-AKDP Mulai Pindah ke Leuwipanjang
Kepala Terminal Cicaheum, Asep Supriyadi, menyebut proses pengosongan bus sudah dilakukan sejak Senin, 25 Mei 2026. Menurut dia, sesuai instruksi yang diterima, area terminal mulai dikosongkan per tanggal tersebut. Kendati demikian, masih ada penumpang yang datang langsung ke terminal karena belum mengetahui seluruh operasional bus sudah dipusatkan di Terminal Leuwipanjang.
Kondisi itu membuat sebagian bus masih terlihat masuk ke kawasan Cicaheum, tetapi bukan lagi sebagai pola layanan normal seperti sebelumnya. Bus tersebut hanya melintas atau menjemput penumpang yang telanjur datang, terutama penumpang yang selama ini terbiasa membeli tiket secara langsung di terminal.
Situasi ini menjadi tengara bahwa transisi besar transportasi Bandung tidak hanya menyangkut perpindahan armada. Ada kebiasaan lama masyarakat yang ikut bergeser. Bagi sebagian warga, Terminal Cicaheum Bandung bukan sekadar titik naik bus, melainkan ruang yang sudah melekat dalam ingatan perjalanan.
Pihak terminal bersama dinas terkait disebut terus memberikan imbauan kepada calon penumpang. Pengumuman dilakukan berkala agar masyarakat yang hendak bepergian menggunakan bus AKAP maupun AKDP langsung menuju Terminal Leuwipanjang Bandung, bukan lagi datang ke Cicaheum.
Terminal Cicaheum Jadi Depo BRT Bandung Raya
Pemindahan operasional bus dari Cicaheum ke Leuwipanjang merupakan bagian dari rencana besar pengembangan transportasi massal di kawasan Bandung Raya. Terminal Cicaheum diproyeksikan menjadi salah satu depo BRT Bandung Raya, sehingga layanan bus jarak jauh dan antardaerah dialihkan ke Terminal Tipe A Leuwipanjang.
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat, Dhani Gumelar, sebelumnya menjelaskan bahwa pengalihan bus AKAP dan AKDP dari Terminal Cicaheum ke Terminal Leuwipanjang sudah melalui kajian, sosialisasi, dan uji coba. Ia juga menyebut Leuwipanjang masih mampu menampung tambahan armada dan penumpang dari Cicaheum, termasuk penambahan 36 trayek.
Dalam skema baru itu, Cicaheum tidak sepenuhnya hilang dari peta transportasi Bandung. Terminal tersebut diarahkan menjalankan fungsi berbeda, yakni mendukung sistem angkutan massal berbasis jalan. Dengan kata lain, wajah lama Cicaheum sebagai terminal bus jarak jauh mulai ditutup, sementara wajah barunya sebagai simpul BRT Bandung Raya mulai disiapkan.
Di atas kertas, kebijakan ini tampak sebagai bagian dari modernisasi transportasi publik. Pemerintah ingin membangun sistem angkutan massal yang lebih terintegrasi di Cekungan Bandung. Namun di lapangan, perubahan ini tetap menyisakan pekerjaan rumah: sosialisasi, akses penumpang, nasib pedagang, hingga adaptasi warga Bandung timur yang selama ini lebih dekat ke Cicaheum.
Penumpang dan Pedagang Masih Menunggu Kejelasan
Dampak paling terasa dari perubahan ini berada di lapisan bawah. Penumpang yang biasa berangkat dari Cicaheum harus mengubah rute kebiasaan menuju Leuwipanjang. Bagi warga Bandung timur dan sekitarnya, perpindahan itu bisa berarti tambahan waktu, ongkos, dan kerepotan baru.
IDN Times Jabar juga mencatat masih ada warga dan pedagang yang berharap Terminal Cicaheum tetap digunakan untuk layanan bus jarak jauh. Sebagian menilai lokasi Cicaheum lebih strategis dan mudah dijangkau dibandingkan Leuwipanjang, terutama bagi warga yang tinggal di sisi timur Kota Bandung.
Di sisi lain, proyek BRT Bandung Raya memang sudah mulai bergerak. Pikiran Rakyat melaporkan sejumlah pekerjaan fisik proyek BRT Bandung Raya mulai berjalan, termasuk pembangunan depo, halte, dan penataan jalur. Namun sosialisasi kepada angkutan umum dan pedagang kaki lima masih dinilai perlu terus diperkuat.
Kini, Terminal Cicaheum Bandung berada di persimpangan sejarah kecilnya sendiri. Satu sisi, ia didorong masuk ke lanskap transportasi modern. Di sisi lain, ada denyut lama yang belum sepenuhnya siap ditinggalkan.
Bagi pemerintah, pemindahan ini mungkin bagian dari penataan. Bagi penumpang dan pedagang, ini bisa terasa seperti perpisahan yang datang terlalu cepat. Terminal boleh berubah fungsi, tetapi kenangan orang-orang yang pernah menunggu bus di Cicaheum jelas tidak bisa dipindahkan semudah memindahkan trayek. (AS/AS)
Baca Berita Bandung lainnya di Google News





















