lintaspriangan.com,ย BERITA OLAHRAGA. Kabar besar datang dari tubuh Maung Bandung. Bojan Hodak tinggalkan kursi pelatih Persib setelah membawa klub kebanggaan Bobotoh itu mencatat sejarah hattrick juara Liga Indonesia.
Keputusan tersebut bukan lagi rumor yang berembus di tengah euforia juara. Persib secara resmi mengumumkan bahwa Bojan Hodak tidak lagi menjabat sebagai Head Coach Persib untuk musim 2026/2027. Posisi itu kini dipercayakan kepada Igor Tolic.
Pergantian ini menjadi salah satu kabar paling mengejutkan bagi Bobotoh. Pasalnya, Bojan baru saja menutup musim dengan catatan emas. Di bawah komandonya, Persib meraih tiga gelar Liga Indonesia secara beruntun pada musim 2023/2024, 2024/2025, dan 2025/2026. Catatan itu membuat era Bojan berjejak sebagai salah satu fase paling bersejarah dalam perjalanan modern Persib.
Namun, perpisahan Bojan dari kursi pelatih kepala bukan berarti ia sepenuhnya lepas dari Persib. Dalam pernyataan resminya, Persib menyebut Bojan tetap berada dalam ekosistem Shareholders Group sebagai Technical Advisor. Artinya, sosok asal Kroasia itu masih memiliki peran dalam struktur teknis jangka panjang klub.
Igor Tolic Naik Jadi Pelatih Persib
Persib menunjuk Igor Tolic sebagai pelatih kepala baru untuk menghadapi musim 2026/2027. Penunjukan ini disebut bukan keputusan mendadak, melainkan bagian dari proses kesinambungan yang telah dipertimbangkan secara matang.
Igor bukan wajah asing di ruang ganti Persib. Ia sudah bergabung dalam struktur kepelatihan sejak 2024 dan terlibat langsung dalam pengembangan tim, metodologi latihan, dinamika pemain, hingga perjalanan Persib meraih prestasi penting dalam beberapa musim terakhir.
Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menyebut keputusan tersebut diambil dengan fokus pada kesinambungan dan stabilitas jangka panjang klub. Persib ingin fondasi kuat yang sudah dibangun dalam beberapa musim terakhir tetap berkembang, bukan berhenti hanya karena perubahan kursi pelatih.
Di titik ini, Igor Tolic datang bukan sebagai orang luar yang harus meraba-raba kultur Maung Bandung dari nol. Ia dinilai memahami karakter pemain, kultur klub, dan filosofi kerja yang sudah berjalan dalam era Bojan Hodak. Ini menjadi modal penting, sebab menggantikan pelatih setelah hattrick juara jelas bukan pekerjaan ringan. Kursi pelatih Persib sedang panas, tapi bukan karena cuaca Bandung mulai labil.
Warisan Besar Bojan Hodak
Bojan Hodak meninggalkan warisan yang tidak kecil. Ia bukan hanya mempersembahkan trofi, tetapi juga membangun mentalitas juara, standar profesionalisme, disiplin, dan kultur kompetitif di tubuh Persib. Manajemen klub bahkan menyebut kontribusi Bojan akan selalu menjadi bagian penting dalam sejarah Persib.
iNews juga melaporkan, keputusan pergantian pelatih ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Persib untuk menjaga kesinambungan prestasi, stabilitas tim, dan penguatan organisasi di level tertinggi sepak bola Indonesia. Dalam laporan tersebut, Bojan disebut sukses membawa Maung Bandung meraih tiga gelar Liga Indonesia secara beruntun.
Sementara itu, keterangan Umuh Muchtar menambah sisi manusiawi dari keputusan ini. Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat itu menyebut Bojan mengundurkan diri secara baik-baik karena ingin fokus terhadap kesehatannya. Umuh juga memastikan Bojan masih memiliki peran lain di Persib.
Dengan demikian, narasi yang paling tepat bukan Bojan benar-benar putus dari Persib. Yang terjadi adalah perubahan peran: dari pelatih kepala di tepi lapangan menjadi penasihat teknis dalam struktur jangka panjang klub.
Bagi Bobotoh, kabar ini tetap terasa seperti babak yang mendadak ditutup. Euforia hattrick juara belum sepenuhnya reda, tetapi Persib sudah membuka halaman baru. Bojan Hodak meninggalkan kursi pelatih dengan kepala tegak, sementara Igor Tolic mewarisi pekerjaan besar: menjaga Maung Bandung tetap berada di jalur kemenangan. (AS/AS)
Baca Berita Persib lainnya di Google News





















