lintaspriangan.com,ย BERITA TASIKMALAYA. Aksi pencuri sepeda listrik di Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, berubah menjadi kepanikan dini hari. Dua warga terluka akibat sabetan golok saat berusaha menggagalkan aksi pelaku di Kampung Cinusa Hilir, Desa Nusawangi, Kecamatan Cisayong.
Peristiwa itu terjadi pada Senin, 25 Mei 2026, sekitar pukul 02.00 WIB. Pelaku berinisial AS, 63 tahun, warga setempat, akhirnya diamankan setelah aksinya dipergoki penghuni rumah dan mengundang perhatian warga sekitar.
Suara dari Dapur Berujung Teriakan Maling
Kasus pencurian sepeda listrik di Cisayong itu bermula saat pemilik rumah, Imas Masitoh, bersama empat orang lainnya masih terjaga. Mereka berada di dalam rumah dan sedang bermain game online.
Suasana malam yang semula biasa mendadak berubah tegang. Dari arah dapur, terdengar suara mencurigakan seperti benda yang sedang disentuh atau dibuka perlahan.
Salah satu penghuni rumah, Azhar Nurohman Saputra, kemudian mengecek sumber suara tersebut. Saat mendekati dapur, ia melihat seseorang memakai kain penutup wajah berada di dekat jendela.
Orang itu diduga sedang mengintip ke dalam rumah. Ia juga terlihat berusaha membuka kunci pintu dapur. Gelagat tersebut membuat penghuni rumah langsung curiga.
โAwalnya terdengar suara kletek-kletek dari arah dapur. Setelah dicek, ada orang memakai penutup wajah mengintip dari jendela dan berusaha membuka kunci pintu,โ ujar keterangan yang dihimpun, Jumat, 29 Mei 2026.
Para penghuni rumah kemudian bersiap. Ketegangan memuncak setelah pelaku berhasil membuka pintu dapur. Mereka spontan berteriak maling.
Teriakan itu membuat pelaku panik. Ia berusaha kabur dari rumah tersebut. Namun, upaya melarikan diri itu tidak berjalan mudah karena penghuni rumah mencoba menahannya.
Wildan Jaenu Toyib menarik bagian punggung pelaku dari belakang. Saat itulah situasi berubah semakin berbahaya. Pelaku berbalik dan mengayunkan sebilah golok secara acak.
Ayunan senjata tajam itu mengenai kepala dan punggung kiri atas Wildan. Dalam hitungan detik, aksi pencurian berubah menjadi peristiwa warga disabet golok di Cisayong.
Azhar yang melihat kejadian tersebut ikut berusaha merebut golok dari tangan pelaku. Namun, dalam pergumulan itu, ia juga mengalami luka.
Sabetan golok mengenai punggung jari tangan kanan dan jari manis tangan kirinya. Dua warga luka akibat sabetan golok saat berusaha menghentikan pelaku yang mencoba kabur.
Pelaku Dikenal Warga, Polisi Sita Golok 63 Sentimeter
Teriakan dari dalam rumah membuat warga sekitar berdatangan. Mereka kemudian membantu mengamankan pelaku yang masih berada di lokasi.
Sebelum benar-benar diamankan, pelaku membuka kain penutup wajahnya. Saat itulah korban dan sejumlah saksi baru menyadari bahwa pelaku merupakan warga yang mereka kenal.
Pelaku disebut masih berasal dari wilayah setempat. Fakta itu membuat kasus kriminal di Cisayong Tasikmalaya ini semakin mengundang perhatian warga sekitar. Sebab, pelaku bukan orang asing yang datang dari luar daerah.
Setelah diamankan warga, pelaku kemudian diserahkan kepada polisi. Pelaku diamankan Polres Tasikmalaya Kota bersama sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut.
Polisi menyita satu bilah golok dengan panjang sekitar 63 sentimeter. Selain itu, polisi juga mengamankan kain penutup wajah, tas ransel, kaos singlet hitam, dan celana panjang hitam.
Barang bukti lain yang turut diamankan adalah hasil visum luka atas nama Wildan dan Azhar. Visum tersebut menjadi bagian penting untuk memperkuat penanganan perkara.
Sejumlah saksi juga telah dimintai keterangan. Mereka di antaranya Indra Tauhid Saputra, Yusuf Wildani, dan Tendi Febriansyah.
Atas perbuatannya, AS dijerat Pasal 17 jo Pasal 447 ayat 1 huruf e dan f serta Pasal 466 ayat 2 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.
Dalam perkara dugaan percobaan pencurian dengan pemberatan, pelaku terancam hukuman hingga tujuh tahun penjara atau denda Rp500 juta. Ia juga terancam pidana lima tahun penjara atau denda Rp50 juta terkait dugaan penganiayaan yang menyebabkan luka berat.
Kasus pencuri sepeda listrik di Cisayong ini menjadi perhatian karena terjadi di kawasan permukiman warga pada dini hari. Selain menggagalkan pencurian, warga juga harus menghadapi risiko serius setelah pelaku diduga membawa dan menggunakan senjata tajam. (DH/AS)
Baca Berita Tasikmalaya lainnya di Google News





















