lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons meningkatnya keresahan masyarakat akibat maraknya aksi begal dan kejahatan jalanan di wilayah Bandung Raya. Salah satu langkah yang diusulkannya adalah menempatkan personel kepolisian bersenjata di titik-titik yang dinilai rawan tindak kriminal.
Usulan tersebut disampaikan setelah Dedi mengaku berkoordinasi langsung dengan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Pipit Rismanto untuk memperkuat pengamanan, tidak hanya di Bandung Raya tetapi juga di berbagai wilayah Jawa Barat.
Desakan memperkuat pengamanan muncul setelah dalam beberapa pekan terakhir terjadi sejumlah aksi begal dan kejahatan jalanan yang meresahkan warga di Bandung Raya maupun sejumlah wilayah lain di Jawa Barat.
Beberapa peristiwa bahkan viral di media sosial karena korbannya mengalami luka-luka dan kehilangan kendaraan bermotor. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran masyarakat, terutama saat beraktivitas pada malam hingga dini hari, sehingga pemerintah dan kepolisian didorong mengambil langkah yang lebih tegas untuk menekan angka kriminalitas
KDM: Warga Harus Kembali Merasa Aman
KDM mengatakan banyak aspirasi masyarakat yang masuk terkait meningkatnya aksi pembegalan dan kejahatan jalanan.
Ia menilai kondisi tersebut memerlukan langkah teknis dan taktis agar masyarakat kembali merasa aman saat beraktivitas.
“Saya sudah berkoordinasi dengan Kapolda Jabar untuk secara teknis dan taktis melakukan pengamanan di seluruh wilayah Bandung Raya dan seluruh wilayah Jawa Barat, dengan menempatkan aparat di titik-titik strategis bersenjata. Ini usulan saya dan merupakan bagian untuk menciptakan rasa nyaman dan rasa aman bagi warga masyarakat,” kata Beliau.
Tak Hanya Polisi, Warga Diajak Aktif Ronda
Selain memperkuat kehadiran aparat, Kang Dedi Mulyadi juga menegaskan keamanan lingkungan tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada kepolisian.
Ia mengajak masyarakat kembali mengaktifkan sistem keamanan lingkungan melalui ronda dan patroli di tingkat RT maupun RW, terutama di kawasan yang rawan kejahatan.
Menurutnya, keterlibatan warga menjadi bagian penting untuk mencegah pembegalan, perampokan, maupun tindak kriminal lainnya.
Geng Motor dan Tawuran Juga Jadi Perhatian
Dedi menegaskan perhatian pemerintah tidak hanya tertuju pada aksi begal.
Ia juga meminta aparat dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai gangguan keamanan lain, seperti aktivitas geng motor hingga tawuran yang melibatkan remaja maupun orang dewasa.
Di akhir pernyataannya, Gubernur Dedi Mulyadi menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kondisi keamanan yang menimbulkan keresahan dan memastikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama kepolisian akan terus berupaya meningkatkan perlindungan bagi warga. (HS)
