lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Kecelakaan tunggal terjadi di kawasan Tanjakan Leuwikeris, jalur Karanglayung–Cineam, Kabupaten Tasikmalaya. Sebuah mobil Toyota Avanza silver dengan nomor polisi D 1258 JJ terbalik saat melintas di jalur menanjak dan berkelok yang dikenal membutuhkan konsentrasi tinggi dari setiap pengendara.
Peristiwa Avanza terbalik di Leuwikeris itu menjadi perhatian warga karena kendaraan tersebut membawa rombongan wisatawan asal Langkap Lancar, Pamarican, Kabupaten Pangandaran. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, sejumlah penumpang dilaporkan mengalami luka dan syok setelah mobil terbalik di sisi jalan.
Pengemudi Mengaku Pandangan Tiba-tiba Gelap
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, kecelakaan di Tanjakan Leuwikeris Tasikmalaya itu terjadi saat mobil melaju dari arah Karanglayung menuju Cineam. Kendaraan disebut semula berjalan normal ketika memasuki ruas jalan yang menanjak, curam, dan memiliki tikungan cukup tajam.
Namun, situasi berubah cepat ketika pengemudi tiba-tiba mengeluhkan pandangannya gelap. Pengemudi disebut sempat berteriak karena merasa seperti melihat udara hitam atau kabut gelap menutup pandangan di depan mata.
Dalam hitungan detik, mobil Avanza silver tersebut oleng ke sisi jalan. Kendaraan kemudian terbalik hingga membuat penumpang di dalamnya panik. Warga dan pengguna jalan yang berada tidak jauh dari lokasi langsung berhamburan memberikan pertolongan.
Beberapa warga membantu mengeluarkan korban dari dalam kendaraan yang posisinya sudah terbalik. Proses evakuasi berlangsung cukup menegangkan karena kondisi mobil mengalami kerusakan cukup parah pada bagian atap dan bodi.
Meski demikian, pertolongan warga membuat para korban bisa segera dievakuasi. Korban luka kemudian dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan. Sebagian penumpang juga mengalami syok akibat benturan dan kepanikan saat kendaraan terguling.
Pengemudi disebut mengaku tidak memiliki riwayat sakit serius. Ia menduga kondisi tubuh yang lelah, ditambah medan jalan yang menanjak dan berkelok, membuat konsentrasinya menurun hingga mengalami pandangan gelap sesaat.
Kondisi pengemudi blackout saat menanjak menjadi salah satu dugaan awal yang mengemuka dalam peristiwa ini. Meski begitu, penyebab pasti kecelakaan tetap memerlukan pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang.
Jalur Leuwikeris Butuh Kewaspadaan Ekstra
Laka tunggal di jalur Karanglayung Cineam ini kembali menjadi pengingat bagi pengendara yang melintasi kawasan Leuwikeris. Jalur tersebut dikenal memiliki tanjakan, turunan, dan tikungan yang menuntut kondisi kendaraan serta fisik pengemudi benar-benar prima.
Bagi warga sekitar, Tanjakan Leuwikeris bukan jalur yang bisa dianggap enteng. Pengendara yang tidak terbiasa melintas di kawasan itu kerap diminta lebih berhati-hati, terutama ketika membawa penumpang, melaju dalam rombongan, atau menempuh perjalanan setelah aktivitas melelahkan.
Warga juga mengingatkan agar pengemudi tidak memaksakan diri apabila mulai merasa pusing, lelah, mengantuk, atau pandangan terasa kabur. Dalam kondisi jalan menanjak dan berkelok, gangguan kecil pada konsentrasi bisa berubah menjadi risiko besar. Jalan raya memang bukan tempat adu gengsi dengan rasa capek; kalau tubuh minta istirahat, sebaiknya jangan diajak debat.
Peristiwa wisatawan Pangandaran kecelakaan di Tasikmalaya ini juga menjadi pelajaran bagi pengendara dari luar daerah yang hendak melintasi jalur Cineam dan sekitarnya. Selain memastikan kendaraan dalam kondisi baik, pengemudi juga perlu memahami karakter jalan yang akan dilalui.
Mobil Avanza silver yang terlibat kecelakaan dilaporkan mengalami kerusakan parah pada bagian atap dan sejumlah sisi bodi. Kendaraan kemudian dievakuasi dari lokasi agar tidak mengganggu arus lalu lintas di sekitar Tanjakan Leuwikeris.
Pihak kepolisian disebut telah melakukan pendataan atas kejadian tersebut. Pengendara lain diimbau tetap waspada saat melintasi jalur rawan, terutama di ruas tanjakan dan tikungan yang membutuhkan jarak pandang baik serta respons cepat dari pengemudi.
Kejadian Avanza terbalik di Leuwikeris ini menjadi pengingat bahwa keselamatan perjalanan tidak hanya ditentukan oleh kondisi kendaraan, tetapi juga kesiapan fisik pengemudi. Bila tubuh mulai memberi tanda lelah, berhenti sejenak bisa menjadi keputusan paling masuk akal sebelum perjalanan dilanjutkan. (IS/AS)
























