lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Program skrining TBC Garut akan diperluas ke 620 titik melalui Cek Kesehatan Gratis (CKG). Rencana itu disampaikan dalam pertemuan lintas sektor penanggulangan tuberkulosis di Pendopo Kabupaten Garut pada Selasa, 22 September 2026, dan dipublikasikan Pemerintah Kabupaten Garut pada Rabu, 23 September 2026.
Sebelum perluasan tersebut, Pemkab Garut mencatat 94.633 orang telah menjalani skrining melalui Active Case Finding yang terintegrasi dengan CKG di 573 lokasi. Dari pemeriksaan itu, pemerintah daerah melaporkan menemukan 4.904 orang positif TBC.
Garut Dapat Alokasi Skrining di 620 Titik
Rencana perluasan skrining TBC Garut disampaikan dalam pertemuan yang dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus dan Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus. Pemerintah pusat merencanakan penggunaan alat X-Ray untuk CKG di 10.939 titik di Jawa Barat, dengan 620 titik atau lokus dialokasikan untuk Kabupaten Garut.
Kabupaten Garut memiliki wilayah pelayanan yang luas. Berdasarkan data yang disampaikan Bupati Garut Abdusy Syakur Amin dalam pertemuan tersebut, jumlah penduduk Garut pada semester pertama mencapai sekitar 2,948 juta jiwa yang tersebar di 42 kecamatan, 421 desa, dan 21 kelurahan.
Pelayanan kesehatan di daerah itu ditopang 67 puskesmas, 148 puskesmas pembantu, 4.402 posyandu, serta sembilan rumah sakit dengan total kapasitas 1.183 tempat tidur. Kondisi geografis dan persebaran penduduk menjadi salah satu tantangan untuk mempercepat deteksi dini sekaligus menjaga kesinambungan pelayanan bagi pasien.
Program CKG sendiri telah berjalan di Kabupaten Garut sejak 10 Februari 2025. Layanan tersebut digunakan untuk mendeteksi berbagai kondisi kesehatan sejak dini dan dapat diakses masyarakat melalui fasilitas kesehatan yang menjalankannya.
Kasus TBC yang Ditemukan Meningkat
Data Pemkab menunjukkan jumlah kasus TBC yang ditemukan di Garut meningkat dari 5.378 kasus pada 2021 menjadi 9.709 kasus pada 2025. Total kumulatif kasus yang tercatat selama lima tahun mencapai 41.505 kasus. Pemerintah daerah mengaitkan peningkatan penemuan kasus tersebut dengan penguatan upaya deteksi.
Karena itu, perluasan skrining TBC Garut menjadi 620 titik diarahkan untuk memperbesar jangkauan pemeriksaan. Pemerintah Kabupaten Garut juga telah menetapkan Rencana Aksi Daerah Penanggulangan TBC 2025-2029 dan membentuk Tim Percepatan Pengendalian TBC hingga tingkat desa.
Dalam pertemuan lintas sektor tersebut, pemerintah pusat juga menyoroti tindak lanjut terhadap kontak erat pasien. Wamendagri menyebut capaian penemuan kasus TBC di Jawa Barat telah mencapai 96 persen, tetapi cakupan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) masih 17 persen.
Pemkab Garut menyatakan penanganan TBC telah dimasukkan dalam dokumen perencanaan daerah, termasuk APBD, RPJMD, dan RKPD. Langkah berikutnya mencakup pelaksanaan skrining di titik yang dialokasikan serta pelibatan fasilitas kesehatan, pemerintah desa, kader, organisasi profesi, dunia usaha, dan masyarakat dalam penanggulangan TBC. (NS/AS)







