lintaspriangan.com, BERITA BULU TANGKIS. Bendera Merah Putih masih bertahan di sektor tunggal putra Macao Open 2026. Muhamad Yusuf menjadi wakil Indonesia yang lebih dulu memastikan tempat di perempat final setelah menyingkirkan pemain China, Zhu X. C., pada babak 16 besar, Kamis (18/6/2026).
Kemenangan Yusuf terasa semakin penting karena sebelumnya Prahdiska Bagas Shujiwo harus terhenti di tangan wakil Taiwan, Wang Y. Dengan hasil itu, tunggal putra Indonesia sementara mencatat satu tiket 8 besar, satu wakil gugur, dan satu wakil lain masih menunggu jadwal bertanding malam ini.
Yusuf Menang di Titik Panas
Muhamad Yusuf tampil sebagai penjaga napas tunggal putra Indonesia setelah mengalahkan Zhu X. C. dua gim langsung dengan skor 24-22, 21-17 di Kubah East Asian Games, Macao.
Skor 2-0 memang terlihat sederhana. Namun jalannya pertandingan jauh dari kata mudah. Gim pertama menjadi bukti bagaimana Yusuf harus melewati tekanan besar sebelum akhirnya mengambil gim pembuka.
Yusuf sempat berada dalam posisi bagus ketika mendekati akhir gim pertama. Namun Zhu tidak membiarkan wakil Indonesia itu menutup laga dengan nyaman. Pemain China tersebut mampu mengejar dan memaksa skor masuk fase kritis.
Pada titik inilah kemenangan Yusuf terasa bernilai. Ia tidak pecah ketika tekanan naik. Ia tetap menjaga pukulan, tidak terburu-buru, dan akhirnya merebut gim pertama lewat skor ketat 24-22.
Gim kedua juga menghadirkan ujian mental. Yusuf sempat tertinggal dalam beberapa fase penting, tetapi mampu kembali mengendalikan ritme. Setelah skor berjalan ketat, ia menutup gim kedua dengan 21-17.
Kemenangan ini membuat Yusuf bukan hanya lolos ke 8 besar. Ia juga menunjukkan kualitas yang sangat dibutuhkan dalam babak gugur: tenang saat ditekan, sabar saat tertinggal, dan berani mengambil poin penting saat laga mulai panas.
Dalam pertandingan seperti ini, angka ranking saja tidak cukup. Pemain yang menang biasanya bukan hanya yang pukulannya keras, tetapi yang kepalanya tetap dingin ketika skor mulai membuat jantung penonton ikut latihan kardio.
Bagas Terhenti, Richardo Menunggu Ujian Berat
Sebelum Yusuf menjaga peluang Indonesia, Prahdiska Bagas Shujiwo lebih dulu harus menelan kekalahan dari Wang Y. asal Taiwan. Bagas kalah dua gim langsung dengan skor 12-21, 17-21.
Hasil ini cukup mengejutkan jika melihat ranking kedua pemain. Bagas berada di peringkat 43 BWF, sedangkan Wang menempati ranking 67 BWF. Namun di lapangan, Wang tampil lebih stabil dan lebih tajam dalam memanfaatkan momentum.
Gim pertama berjalan berat bagi Bagas. Ia kesulitan keluar dari tekanan dan harus menyerah 12-21. Gim kedua sebenarnya sempat memberi harapan besar.
Bagas mampu membangun keunggulan dan sempat menjauh hingga 13-6. Dalam posisi seperti itu, peluang untuk memaksa rubber game terbuka lebar.
Namun momentum itu tidak bertahan. Wang perlahan mengejar, menyamakan kedudukan, lalu membalikkan tekanan. Bagas sempat kembali unggul 17-16, tetapi setelah itu tidak mampu lagi menambah poin. Wang menutup gim kedua dengan 21-17.
Kekalahan Bagas memperlihatkan satu pelajaran penting di level BWF: keunggulan besar belum tentu aman jika fase akhir tidak dikunci dengan rapi. Dalam badminton modern, tujuh poin bisa terasa jauh, tetapi bisa juga hilang secepat notifikasi grup keluarga.
Kini perhatian Indonesia masih tertuju kepada satu laga lain. Richardo R. D. dijadwalkan menghadapi wakil Singapura, Teh J. H. J., pada pukul 19.15 WIB.
Di atas kertas, laga ini tidak ringan. Richardo berada di ranking 71 BWF, sedangkan Teh menempati peringkat 31 BWF. Selisih ranking tersebut membuat Teh lebih diunggulkan.
Namun hasil Yusuf memberi energi penting bagi tunggal putra Indonesia. Satu tiket 8 besar sudah diamankan. Jika Richardo mampu membuat kejutan malam nanti, Indonesia akan memiliki dua wakil tunggal putra di perempat final Macao Open 2026.
Untuk sementara, cerita terbesar hari ini adalah bagaimana Yusuf menjaga bendera Merah Putih tetap berkibar. Bagas memang terhenti, tetapi tunggal putra Indonesia belum selesai.
Macao Open 2026 masih menyimpan harapan. Dan untuk sektor tunggal putra Indonesia, harapan itu kini berdiri kuat di tangan Muhamad Yusuf, sambil menunggu apakah Richardo mampu menyusul dari laga malam. (AS)
Kuis Piala Dunia 2026
Tebak dua tim finalis dan skor akhir. Tiga tebakan akurat dan tercepat berhak mendapatkan hadiah uang tunai. Total hadiah jutaan rupiah.

